POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Bencana Aceh; Tambang Ilegal dan Hutan Berubah Sawit

RedaksiOleh Redaksi
November 28, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Catatan; Mukhlisuddin Ilyas

Hujan tak henti-henti sejak beberapa hari terakhir. Banjir datang dari segala arah. Listrik padam. Internet hilang. Aceh seakan tenggelam dalam gelap.

Pagi Kamis, 27 November 2025, setelah mengantar anak ke sekolah, saya memberanikan diri pulang ke kampung di Samalanga, Kabupaten Bireuen—mencari kabar orang tua, kurang lebih 24 jam hilang kontak. Sampai hari ini, listrik dan internet di Samalanga dan sekitarnya masih lumpuh total.

Sepanjang jalan, rumah-rumah terendam, jembatan putus, kemacetan panjang mengular. Saya terus bergerak pelan, mencari celah di antara jalan-jalan alternatif yang masih bisa dilalui. Pukul 13.30 saya tiba di Dayah Najmul Hidayah Batee Iliek. Dari dekat, saya melihat tiga blok bangunan dayah itu runtuh, luluh seperti tanah tak lagi sanggup menahan luka.

Tak berlama, saya melanjutkan perjalanan menjenguk Mak. Namun warga di Kampung Lueng Keubeu sudah berkumpul di Meunasah—mengungsi, rumah mereka dibanjiri air.

Dari kejauhan, saya melihat rumah Mak. Rumah yang ia tempati sejak 1993. Rumah yang tak pernah sekalipun tersentuh banjir. Hari ini, untuk pertama kalinya, air menerobos masuk lebih dari satu meter. Kuburan almarhum ayah, hanya lima meter dari kamar yang dulu saya tempati, tak terlihat lagi—tenggelam bersama ingatan masa kecil.

Warga menyarankan saya untuk tidak masuk. Arus air masih kuat. Saya bertanya, “Mak lon ho?”(dimana mamak saya). Mereka menjawab: Mak sudah mengungsi.

📚 Artikel Terkait

Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang Resmi Luncurkan Antologi Puisi “Negeri Bencana”

Kapolresta Banda Aceh dan Aceh Besar Kerja Sama dengan Kacabdisdik Sosialisasikan Perilaku Negatif Pelajar

Menerobos Waktu

Rumah dan Ibu, Akar Kebahagiaan

Ternyata mak terlambat keluar dari rumah. Ia diangkat oleh adiknya dan dibawa ke Meunasah, sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah saudara lain yang tidak terkena banjir.

Saya bergegas ke sana. Syukurlah, Mak sehat—meski wajahnya menyimpan lelah yang tak mampu ia sembunyikan. Waktu menunjukkan pukul 14.30. Baru terasa lapar sejak pagi. Saya makan siang dari bekal istri, sambil menetapkan hati: istri menjaga anak-anak di Banda Aceh, sementara bapak mertua di Lhokseumawe juga kebanjiran. Tapi mereka sudah terbiasa menghadapi banjir tahunan di Tumpok Tengeh.

Alhamdulillah, mak sehat. Itu cukup.

Sepanjang perjalanan pulang, Banda Aceh–Samalanga dan kembali lagi, saya melihat sendiri titik-titik banjir yang semakin menggila: Tringgadeng, Meureudu, Ulim, Ulee Glee, Samalanga. Semuanya berada di daerah yang di atasnya—di gunung dan sungai—telah terjadi galian C, tambang ilegal dan hutan-hutan berubah menjadi kebun sawit.

Pemilik galian C, tambang ilegal dan kebun-kebun itu bukan hanya orang yang minim ilmu. Orang berpendidikan tinggi, bahkan bergelar mahaguru, toke dan teungku. Ikut bangga meratakan hutan, menanam sawit menebang pohon-pohon besar demi sawit. Akibatnya, rumah warga di hilir memikul derita.

Padahal firman Allah dalam Surah Ar-Rum ayat 41 sudah jelas:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, agar Allah membuat mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.”

Teori natural resource curse, teori kutukan dan keberkahan sumber daya alam, juga mereka pelajari. Tapi mungkin tak pernah benar-benar merasapi.

Pukul 23.00 saya tiba kembali di Banda Aceh. Ketika melewati Jembatan Cot Iri, saya melihat air Krueng Aceh mulai meluap. Saya hanya mampu berdoa dalam hati: Ya Allah, jauhkan kami dari bala.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share7SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Ketika Sungai Mengambil Kembali yang Pernah Kita Abaikan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00