Jejak Sepatuku di Jalan Kenangan

November 2025
Oleh: Redaksi

Oleh Ansariah S.Pd,

Guru SDN 3 Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh

Jalan kenanganku selalu berbau Basah,bahkan di musim kemarau

bukan karena air hujan ,melainkan karena setiap hari melangkah

Sepatu yang hitam pudar milikku,

sepatu itu sudah kumal

bagian solnya hampir terlepas 

dan ikatan sepatu selalu kusut,

namun ia adalah saksi bisu

jejak sepatu adalah cetakan di tanah liat yang hangat menandakan langkah kaki yang tergesa,

tepian sedikit retak seperti kue kering yang baru dipanggang 

karena sembaban tanah mulai menguap

pola soal karet bercetak jelas menunjukkan jenis sepatu hiling yang kasar,

bukan sepatu lari ringkas kecil yang sudah rusak

seolah olah menempel dirinya pada pergerakan

jejak itu tidak sendirian ia adalah bagian rangkaian langkah yang tak terputus di setiap hari

tiba tiba di balik semak terluka juga membeku

entah itu perlarian atau bukan

pagi pagi sepatu membawaku pergi

bukan mengejar waktu melainkan mengejar impian

namun tak putus asa

kini telah belasan tahun aku mengabdi

aku tidak melihat jejak kaki ayamku

tapi aku bisa merasakan jejaknya dulu hatiku

setiap langkah kuambil terus melangkah diatas debu

tawa yang pecah

tangisan yang meninggal impian

rahasia terucap saat ujan,

jejak sepatuku tidak terletak di tanah

tapi tertanam dalam ingatan

ia adalah peta menuju rumah impian yang belum tercapai

jujur diriku,besar harapanku…

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist