POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Diperkirakan 1,5 Juta Jamaah Tabligh Ikuti Ijtima Internasional di Lampung Selatan

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
November 21, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Kalian mungkin pernah didatangi jamah tabligh. Berpakaian ala Arab. Kalian diajak salat berjamaah ke masjid. Diajak ngaji, kadang diajak makan bersama. Salat, ngaji, dengarkan tausiah. Jamaah ini selalu menjadikan masjid untuk singgah sekaligus pusat dakwahnya.

Jamaah Tabligh ini agak berbeda dengan kalian yang NU maupun Muhammadiyah. Pola dakwahnya beda. Salah satu bedanya, rela meninggalkan anak istri, demi berdakwah ke kampung atau negara lain. Nah, kali ini, para jamaah ini akan berkumpul di Lampung dengan skala sangat besar. Diperkirakan 1,5 juta jamaah. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Lampung, sebentar lagi akan berevolusi menjadi organisme raksasa yang membuat para ilmuwan biologi pun tercengang. Nuan bayangkan! Di tengah lahan kosong seluas 33 hektare itu, Masjid Agung Al Hijrah berdiri seperti inti sel yang menunggu ledakan kehidupan. Dari 28–30 November 2025, Kota Baru, Lampung Selatan, diperkirakan akan dibanjiri 1,5 juta jamaah. Ini sebuah populasi setara kota besar yang tiba-tiba muncul seperti koloni organisme saat fase log growth.

“Organisme” ini datang dari segala penjuru bumi. Dari Malaysia, Brunei, Thailand, lalu dari pusat-pusat gen tabligh dunia, seperti India, Pakistan, Bangladesh. Dari Timur Tengah hadir membawa angin gurun, dari Afrika Selatan, Kenya, Tanzania, hingga Eropa, Amerika Serikat, Kanada. Dunia yang biasanya ribut soal perang, ekonomi, dan politik, tiba-tiba kompak bermigrasi ke Lampung hanya untuk satu hal yang terdengar sederhana namun dahsyat, mendengar dakwah tentang salat, masjid, dan hidup yang lebih jernih.

Fenomena apa lagi yang lebih menggetarkan selain melihat manusia dari lima benua duduk di tanah kosong sambil mencari arah hidup?

Sementara itu, pemerintah bekerja seperti sistem imun adaptif yang mendeteksi datangnya gelombang besar kehidupan. Jalan menuju Kota Baru diperbaiki, akses dari Bandara Radin Inten II sejauh 25–30 km dipoles agar tidak terjadi “penyumbatan nadi” lalu lintas. Dari Bandar Lampung, 20 km jalur Jl. ZA Pagar Alam – Jl. Ryacudu disterilkan untuk memastikan mobil, bus, dan manusia bisa bergerak seperti aliran darah yang lancar.

📚 Artikel Terkait

CREDIT UNION MEMEKARKAN DIRI ( SPIN OFF) MEMBANGUN KOPERASI SEKTOR RIIL

Pantomim di Era Kecerdasan Artifisial

Pendidikan Islam: Membentuk Manusia Bernilai, Bukan Sekadar Mengejar Nilai

Jangan Meributkan Masalah Kecil

Parkir raksasa, dapur umum sebagai mitokondria massal, posko kesehatan sebagai ribosom penyembuh, hingga jalur evakuasi yang siap sebagai saraf simpatis, semua disiapkan untuk memastikan organisme raksasa ini tidak kolaps.

Tentu ada yang sinis, meragukan acara sebesar ini bebas dari embel-embel politik. Tapi Jamaah Tabligh adalah spesies unik. Autotrof spiritual yang hidup dari dzikir, bukan dari baliho. Mereka lebih sibuk menghafal doa dari menghafal janji kampanye. Kalau ada yang mencoba menumpang momentum, siap-siap saja mengalami “penolakan organ.” Yang diterima hanya tasbih, bukan spanduk calon.

Inilah puncak keajaibannya. Masjid Agung Al Hijrah akan menjelma menjadi organ pusat. Lahan kosong berubah menjadi matriks jaringan hidup, dan udara akan dipenuhi “spora-spora doa” yang terbang ke langit. Seorang jamaah dari Afrika Selatan bisa duduk di samping warga Lampung, makan nasi bungkus yang sama, tidur di tenda yang sama, mendengar ceramah yang intinya sama, hidup ini sebentar, jangan jadi mutasi yang merusak.
Terlalu berlebihan? Silakan bilang begitu. Tapi bagaimana lagi menggambarkan 1,5 juta manusia yang rela datang ke tanah kosong demi mencari ketenangan batin? Ini bukan sekadar acara, ini fenomena biologis rohaniah yang tidak akan terulang setiap tahun.

Akhir November 2025 nanti, Lampung tidak lagi hanya titik di peta Nusantara, melainkan pusat metabolisme iman dunia. Di saat bumi dipenuhi bisingnya perang dan krisis, Lampung memberi pesan sederhana namun mencengangkan, kadang kebesaran sejati tidak diukur dari gedung pencakar langit, melainkan dari hati-hati yang rela menunduk sedalam-dalamnya kepada Yang Maha Tinggi.

Foto Ai hanya ilustrasi

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Tersedia di POTRET Gallery

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Tjoet Nja’ Dhien Sosok Inspiratif bagi Generasi Milenial

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00