• Latest

Diperkirakan 1,5 Juta Jamaah Tabligh Ikuti Ijtima Internasional di Lampung Selatan

November 21, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Diperkirakan 1,5 Juta Jamaah Tabligh Ikuti Ijtima Internasional di Lampung Selatan

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
November 21, 2025
Reading Time: 3 mins read
600
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Kalian mungkin pernah didatangi jamah tabligh. Berpakaian ala Arab. Kalian diajak salat berjamaah ke masjid. Diajak ngaji, kadang diajak makan bersama. Salat, ngaji, dengarkan tausiah. Jamaah ini selalu menjadikan masjid untuk singgah sekaligus pusat dakwahnya.

Jamaah Tabligh ini agak berbeda dengan kalian yang NU maupun Muhammadiyah. Pola dakwahnya beda. Salah satu bedanya, rela meninggalkan anak istri, demi berdakwah ke kampung atau negara lain. Nah, kali ini, para jamaah ini akan berkumpul di Lampung dengan skala sangat besar. Diperkirakan 1,5 juta jamaah. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Lampung, sebentar lagi akan berevolusi menjadi organisme raksasa yang membuat para ilmuwan biologi pun tercengang. Nuan bayangkan! Di tengah lahan kosong seluas 33 hektare itu, Masjid Agung Al Hijrah berdiri seperti inti sel yang menunggu ledakan kehidupan. Dari 28–30 November 2025, Kota Baru, Lampung Selatan, diperkirakan akan dibanjiri 1,5 juta jamaah. Ini sebuah populasi setara kota besar yang tiba-tiba muncul seperti koloni organisme saat fase log growth.

“Organisme” ini datang dari segala penjuru bumi. Dari Malaysia, Brunei, Thailand, lalu dari pusat-pusat gen tabligh dunia, seperti India, Pakistan, Bangladesh. Dari Timur Tengah hadir membawa angin gurun, dari Afrika Selatan, Kenya, Tanzania, hingga Eropa, Amerika Serikat, Kanada. Dunia yang biasanya ribut soal perang, ekonomi, dan politik, tiba-tiba kompak bermigrasi ke Lampung hanya untuk satu hal yang terdengar sederhana namun dahsyat, mendengar dakwah tentang salat, masjid, dan hidup yang lebih jernih.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Fenomena apa lagi yang lebih menggetarkan selain melihat manusia dari lima benua duduk di tanah kosong sambil mencari arah hidup?

Sementara itu, pemerintah bekerja seperti sistem imun adaptif yang mendeteksi datangnya gelombang besar kehidupan. Jalan menuju Kota Baru diperbaiki, akses dari Bandara Radin Inten II sejauh 25–30 km dipoles agar tidak terjadi “penyumbatan nadi” lalu lintas. Dari Bandar Lampung, 20 km jalur Jl. ZA Pagar Alam – Jl. Ryacudu disterilkan untuk memastikan mobil, bus, dan manusia bisa bergerak seperti aliran darah yang lancar.

Parkir raksasa, dapur umum sebagai mitokondria massal, posko kesehatan sebagai ribosom penyembuh, hingga jalur evakuasi yang siap sebagai saraf simpatis, semua disiapkan untuk memastikan organisme raksasa ini tidak kolaps.

Tentu ada yang sinis, meragukan acara sebesar ini bebas dari embel-embel politik. Tapi Jamaah Tabligh adalah spesies unik. Autotrof spiritual yang hidup dari dzikir, bukan dari baliho. Mereka lebih sibuk menghafal doa dari menghafal janji kampanye. Kalau ada yang mencoba menumpang momentum, siap-siap saja mengalami “penolakan organ.” Yang diterima hanya tasbih, bukan spanduk calon.

Inilah puncak keajaibannya. Masjid Agung Al Hijrah akan menjelma menjadi organ pusat. Lahan kosong berubah menjadi matriks jaringan hidup, dan udara akan dipenuhi “spora-spora doa” yang terbang ke langit. Seorang jamaah dari Afrika Selatan bisa duduk di samping warga Lampung, makan nasi bungkus yang sama, tidur di tenda yang sama, mendengar ceramah yang intinya sama, hidup ini sebentar, jangan jadi mutasi yang merusak.
Terlalu berlebihan? Silakan bilang begitu. Tapi bagaimana lagi menggambarkan 1,5 juta manusia yang rela datang ke tanah kosong demi mencari ketenangan batin? Ini bukan sekadar acara, ini fenomena biologis rohaniah yang tidak akan terulang setiap tahun.

Akhir November 2025 nanti, Lampung tidak lagi hanya titik di peta Nusantara, melainkan pusat metabolisme iman dunia. Di saat bumi dipenuhi bisingnya perang dan krisis, Lampung memberi pesan sederhana namun mencengangkan, kadang kebesaran sejati tidak diukur dari gedung pencakar langit, melainkan dari hati-hati yang rela menunduk sedalam-dalamnya kepada Yang Maha Tinggi.

Foto Ai hanya ilustrasi

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Tersedia di POTRET Gallery

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Tjoet Nja’ Dhien Sosok Inspiratif bagi Generasi Milenial

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com