Dengarkan Artikel
Oleh Isya Fakhriani
Taruni X A PAT SMK Negeri 1 Jeunieb, Bireun
Setiap tamu yang menginjakkan kaki di SMKN 1 Jeunieb pasti akan merasakan getaran kebanggaan yang kuat. Bukan sekadar gerbang indah yang menyambut, melainkan pemandangan ikonik yang langsung mencuri perhatian: sebuah kapal raksasa tiga lantai yang tampak gagah berlayar di tengah daratan sekolah.
Bangunan unik ini adalah manifestasi nyata dari status sekolah sebagai Pusat Keunggulan di bidang kemaritiman.
Kapal ini bukan patung biasa. Ia adalah jantung pendidikan vokasi yang sesungguhnya.
Bayangkan, ruang kelas didesain layaknya lambung kapal, menanamkan suasana belajar yang imersif dan berorientasi praktik sejak dini. Di lantai teratas, para siswa kemaritiman merasakan sensasi menjadi seorang nahkoda di anjungan, mengoperasikan peralatan dan memvisualisasikan pelayaran di samudra luas.
Pengalaman belajar yang seotentik ini adalah nilai jual tak ternilai yang membedakan SMKN 1 Jeunieb dari sekolah lain.
📚 Artikel Terkait
Awan Mendung di Tengah Pelayaran
Namun, kisah megah ini kini diselimuti kekhawatiran. Kapal yang dibangun sejak tahun 2003 itu mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Ironisnya, alih-alih menjadi ruang inspirasi, lantai pertamanya kini harus dialihfungsikan menjadi gudang.
Menurut Kepala Sekolah, Bapak Feri Irawan, S.Si., M.Pd., keputusan ini diambil demi keamanan karena kondisi bangunan yang mulai keropos.
Pemandangan meja dan kursi usang menumpuk di tempat yang seharusnya menjadi ruang belajar siswa adalah metafora yang menyedihkan. Ini seolah menggambarkan tertundanya sebuah cita-cita besar.
Jika ikon pendidikan maritim ini dibiarkan lapuk, yang hilang bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga semangat dan visi kemaritiman sekolah.
Peluang Emas untuk Renovasi
SMKN 1 Jeunieb telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menyajikan pendidikan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kapal ini adalah bukti fisik dari inovasi tersebut. Oleh karena itu, kita tidak boleh membiarkan ikon yang menginspirasi generasi ini karam karena termakan usia.
Renovasi kapal ini bukan sekadar perbaikan struktural; ini adalah investasi pada masa depan pendidikan vokasi Indonesia. Dengan mengembalikannya pada fungsi semula—bahkan dengan peningkatan fasilitas yang lebih modern—kapal ini akan terus menjadi mercusuar yang memandu siswa menuju karier di lautan luas.
Harapan kita jelas: Semoga pemerintah daerah, kementerian terkait, dan seluruh stakeholder pendidikan dapat melihat urgensi ini. Mari kita satukan tekad untuk merenovasi dan melayarkan kembali Kapal Kebanggaan SMKN 1 Jeunieb. Biarkan ia kembali menjadi anjungan inspirasi, tempat nahkoda-nahkoda muda Indonesia dilahirkan dan disiapkan untuk mengarungi gelombang tantangan global.
Penulis : isya fakhriani taruni xapat
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






