🔊
Dengarkan Artikel
Ada tangan di jendela
meniup seruling
berhamburan nota
bagai dedaun kering
tak sempat dibaca.
Pemain angin tanpa tubuh
memulang gema yang patah
menyusup liang batu
ke telinga langit
Ia terus meniup
retak bayang di lantai
menari dalam orkestra
tanpa bunyi.
Di hujung malam
angin terkoma
seruling jatuh ke bumi
📚 Artikel Terkait
apakah aku sekadar penonton
atau akukah sebenarnya
pemain itu?
ASMUI MUSTAPA
Pahang, Malaysia.
10.7.2025
ombak memecah wajah
tanpa kulit
tanpa nama
ikan berbicara
dalam bahasa kaca
pecah di telinga
meninggalkan gema asin
aku berenang
dalam bayangan sendiri
setiap riak
adalah topeng baharu
yang menolak wajahku
semakin jauh.
ASMUI MUSTAPA
Pahang, Malaysia
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






