🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Mustiar Ar
Dulu ia membunuh tanpa rasa,
menyebut luka orang lain itu biasa.
Kini giliran itu tiba,
jeritnya minta keadilan segera.
Langit diam,
bumi tahu,
siapa yang pernah menindas dahulu.
Ia lupa bercermin.
📚 Artikel Terkait
Dan waktu
hanya mengembalikan
apa yang pernah diberi.
07.11.2025
Biografi Penulis
Mustiar AR, seorang penyandang disabilitas sekaligus penggiat seni dari Meulaboh, Aceh Barat.
Ia bekerja sebagai tukang parkir, namun hidupnya penuh warna kata dan rasa.
Di sela riuh jalan dan aroma kopi sore hari, ia menulis puisi—tentang luka sosial, tentang manusia, dan tentang keteguhan yang diam-diam tumbuh dari kesunyian.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





