Oleh Mustiar Ar
Dulu ia membunuh tanpa rasa,
menyebut luka orang lain itu biasa.
Kini giliran itu tiba,
jeritnya minta keadilan segera.
Langit diam,
bumi tahu,
siapa yang pernah menindas dahulu.
Ia lupa bercermin.
Dan waktu
hanya mengembalikan
apa yang pernah diberi.
07.11.2025
Biografi Penulis
Mustiar AR, seorang penyandang disabilitas sekaligus penggiat seni dari Meulaboh, Aceh Barat.
Ia bekerja sebagai tukang parkir, namun hidupnya penuh warna kata dan rasa.
Di sela riuh jalan dan aroma kopi sore hari, ia menulis puisi—tentang luka sosial, tentang manusia, dan tentang keteguhan yang diam-diam tumbuh dari kesunyian.
Diskusi