POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Rindu Bersama

RedaksiOleh Redaksi
November 1, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Kayyisa Elma Mazea 

Siswa Kelas 9 SMPN 3 Banda Aceh | Penerima Kafalah Yatim Qatar Charity*

Pagi itu seperti biasa aku dikejutkan dengan suara yang setiap hari tidak asing lagi, mendengar suara wanita ini, dialah ibuku. Tidak lebih dari pukul 05.15 WIB ibu membangunkanku untuk melakukan rutinitas yang sama. 

“Rania… Bangun”, ujar ibuku sebelum aku membuka mata dan hanya tertangkap dengan telingaku saja. “Ya bu..”,jawabku dengan nada malas. Bergegas aku bangun sebelum ada panggilan selanjutnya.

Tepat hari ini 8 tahun ayah menempati rumah singgahnya. Aku menyebutnya demikian, karena tidak ada yang abadi di dunia bukan? Ibuku selalu mempunyai rutinitas sederhana yang penting bagi kami berdua di setiap tahunnya. Yaitu, membersihkan makam sang visioner, yaitu ayahku. 

Ya, tetap dengan tradisi kesederhanaan yang kita punya, membersihkan makam ayah dan menyiramnya dengan sebotol air putih serta melangitkan banyak untaian doa terbaik untuk orang paling baik dalam versi hidupku.

Ayah dan ibu adalah 2 sosok manusia dengan karakter yang bertolak belakang. Ayah yang pendiam dan ibu yang riuh dengan suara kecilnya. Ayah yang seorang workaholic dan ibu dengan  segudang seninya. 

Hanya 6 tahun Tuhan membersamai kami dan hari-hari selanjutnya, setelah takdir menyapa kami, aku berjalan tanpa ayah yang sepemikiran, yang visioner. Dia yang banyak mengerti tentangku sementara ibuku sibuk mengurus semua keperluanku dan ayah. 

Dan sekarang, 8 tahun kami berjalan tanpa dia, Tuhan menitipkan banyak cerita dalam kehidupan sederhana aku dan ibu, dibentuk dalam keadaan mandiri. Yang aku tahu sekarang, Tuhan tidak pernah menitip keadaan ini untuk membuat kami kalah.

“Rania… Ayo berangkat”, ucap ibuku. Segera aku bergegas sebelum terlambat pergi ke makam ayahku dan melanjutkan kegiatan ke sekolah. Aku pergi dengan motor tua ayahku, menyusuri jalan yang sama setiap hari. Angin cukup dingin di pagi itu.

“Hari ini cuaca tidak begitu panas ya bu” ujarku.

“Ya Ran, alhamdulillah “ jawab ibu.

📚 Artikel Terkait

HARGA NAIK, DAYA BELI RENDAH

Arsip, Memori Bangsa yang Terancam Bara

Mengapa Bersepeda Begitu Digemari di Kota Banda Aceh?

Pencipta Keteduhan di Sekolah Itu Sudah Ditebang Untuk Kepentingan Makhluk Sempurna yang Berakal‎

Karena jarak makam ayah tidak begitu jauh dari rumah, kami pun sampai dalam waktu tidak lama. Area pemakamannya tidak begitu luas, dikelilingi tembok rumah warga sekitar dan dipenuhi rumput yang sudah mulai meninggi. Kubuka pintu besi pagar makam sambil kusapa dengan salam, “Assalamualaikum ya ahlal kuburi”

Kupandani sekeliling makam. Hanya aku dan ibu yang pergi kesana. Kulihat ibu dengan langkah tegarnya, walau usianya mulai senja dan raut wajah yang kian menua. “Ran, bantu ibu membersihkan makam ya” kata ibu. “Ya bu”,jawabku

Saat tiba di kuburan Ayah, termyata ada yang telah membersihaknnya. “Bu, makam ayah sudah bersih” ujarkundengan suara terkejut. 

“Ya, sepertinya ada yang membersihkan, doakan orang baik itu ya” ujar ibuku. “Ya bu” jawabku. Terima kasih orang baik, ujarku dalam hati. “Tidak ada kebaikan yang sia sia,sekecil apapun itu”, sambung ibu.

Selalu saja ibu senang bercerita dan berbagi pengalaman dalam banyak hal kepadaku. Ia wanita tegas dan sedikit mengerikan dengan raut muka jika sedang diam. Sebetulnya ia adalah sosok peramah dengan segudang ujian. Ia tetap menyambut ujian dengan senyuman, meski kadang diselingi tangisan jika ia merasa lelah.

“Ran, bantu ibu membersihkan makam di sebelah makam ayahmu”, ajak ibu. Spontan aku bertanya, “Kenapa harus dibersihkan bu? Bukannya ini makam orang?

“Ketika Tuhan menitipkan kebaikan melalui orang lain untuk kita, maka kita pun sebaiknya melakukan hal yang sama, sehingga kebaikan tidak pernah terputus. Ingat nak, tidak ada kebaikan yang sia sia” ucap ibuku.

“Alhamdulillah, sudah bersih ya ran” lanjut ibu. “Ya bu, alhamdulillah” jawabku.

“Sekarang, setelah 5 bulan kita tidak pernah berkunjung ke tempat ayah, apa yang ingin kamu sampaikan pada ayahmu, Ran?

Air mataku mulai menetes, sungguh aku tidak pernah bisa berbicara banyak di makam ayah. Semua terbiasa kusimpan sendiri dalam hati. Karenanya, pada moment ini aku hanya tersenyum di depan ibu yang perlahan meredup terganti dengan isak tangisan.

“Aku rindu ayah, bu” ucapku lirih. Ibu memegang tanganku lebih erat, lalu berkata “Terus kuat ya nak, 8 tahun Tuhan sudah menitipkan ilmu yang begitu banyak pada kita dan kenangan sudah melekat pada ingatan dan hati kita”. 

“Ujian ini belum selesai, tapi selalu ada Tuhan bersama kita, percayalah…! Usiamu sudah 14 tahun, Ran. Kamu sudah mulai dewasa, kamu perempuan kuat dan Tuhan telah menjadikan kamu benar-benar kuat. Ibu bangga, nak” lanjut ibuku.

Sembari memeluk bahuku, ibu melanjutkan petuahnya, “Mintalah pada Tuhan agar rindu ini benar-benar tersampaikan pada ayahmu, Tuhan Maha Baik”. “Ya Bu”,jawabku menahan tangis. 

“Sebelum kita pulang, ada yang ingin kamu sampaikan lagi pada ayahmu, ran?”. 

Senyum kecil kuberikan pada ayah lewat pelukan di batu nisannya. “Rania pulang dulu ya yah” ucapku. Semoga langkah kaki bisa membawa lagi kami ke sini.

* Cerpen di atas dieditori oleh Ahmad Arif, Orphan Supervisor Qatar Charity Indonesia Aceh

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Pemuda Bapakisme: Dari Rengasdengklok ke Ruang Rapat Ormas

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00