POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Garis Waktu yang Hilang

RedaksiOleh Redaksi
October 2, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Kayyisa Elma Mazea

Siswa Kelas 9 SMPN 3 Banda Aceh

Pagi yang cerah, matahari menyirami bumi dengan sinarnya yang lembut dan penuh kasih. Burung-burung memainkan orkestra selamat pagi yang tenang. Aethelburg, kota yang penuh dengan kemajuan teknologi. 

Jika dilihat sekilas, seperti tidak ada satupun bangunan bersejarah ataupun kuno. Tapi jika dilihat lebih teliti lagi,nyatanya di sudut selatan kota tersebut masih terdapat satu perpustakaan yang terlihat kuno dan tua. 

Tidak ada satu manusia pun yang ingin pergi ke sana.

Tapi dia berbeda. Arka, satu dari banyaknya insan di kota itu yang sering menghabiskan waktunya di tempat itu, pustakaillium. 

Tempat yang Arka gunakan untuk menghabiskan banyak waktunya di situ. Membaca buku, larut dalam dunia khayalannya, mengenang masa yang telah berlalu dan masih banyak lagi. 

📚 Artikel Terkait

The cheerest magazine

Ketika Dunia Terasa Terlalu Luas untuk Dipahami

UN itu, Buruk Rupa, Cermin Dibelah

PENTING SEKALI PEREMPUAN BERPENDIDIKAN TINGGI

Tidak ada yang begitu menarik, tapi hari itu berbeda.

Arka menemukan sebuah buku tanpa judul. Halamannya berdebu, namun di dalamnya tertulis sesuatu yang aneh, “Untuk menemukan garis waktu yang hilang, ikuti langkah-langkah dengan hati yang tenang.”

Arka, yang sejak lama mencari jawaban atas kehilangan ayahnya dalam sebuah kecelakaan misterius, merasa buku itu seolah berbicara langsung kepadanya. 

Dengan ragu namun penuh harapan, ia membaca bagian yang terdapat sebuah panduan sederhana, namun memiliki makna yang mendalam.

Duduklah dalam keheningan dan pejamkan mata. Tarik napas perlahan, lalu rasakan setiap detaknya sebagai denyut waktu. Jangan takut pada bayangan masa lalu, karena setiap luka adalah pintu menuju cahaya. Setelah itu, bukalah kembali matamu dengan hati yang siap menerima jawaban.

Arka mengikuti petunjuk itu. 

Dalam keheningan, ia melihat potongan-potongan masa lalu. Senyum ayahnya, percakapan singkat di beranda rumah, dan janji yang tak sempat ditepati. Air mata mengalir, namun kali ini bukan sekadar kesedihan, melainkan pemahaman.

Ia menyadari, garis Waktu yang hilang bukanlah sesuatu yang bisa dikembalikan, melainkan dipahami. Kehilangan ayahnya bukan akhir, tetapi jejak yang membentuk siapa dirinya hari ini.

Saat Arka membuka matanya, buku itu lenyap. Yang tersisa hanyalah rasa damai dan bisikan lembut di hatinya, “Waktu tak pernah hilang, ia hanya berubah menjadi kenangan yang abadi.”

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share12SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Keriuhan Media Sosial atas Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Keriuhan Media Sosial atas Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00