POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

‎Kulihat Indonesia di Balik Jendela Sekolah

Anies SeptivirawanOleh Anies Septivirawan
September 28, 2025
Tags: #Puisi
🔊

Dengarkan Artikel

 Puisi Esai Anies Septivirawan 

‎

‎Angin dingin pagi kala itu: 

‎Tiga puluh tahun lalu 

‎Sudah menjadi lagu 

‎Setiap selepas subuh 

‎Aku mandi, memakai baju

‎Memasang  sepatu 

‎Menuntut ilmu di sekolah 

‎Bersama mereka 

‎Teman dan handai taulan 

‎Meraba – raba masa depan 

‎Merangkai harapan 

‎

‎Aku dan mereka sebaya 

‎Menatap tumpukan lembar pustaka 

‎Di balik jendela sekolah 

‎Kita membaca tentangmu 

‎Indonesia… Indonesia… Indonesia 

‎Di rak – rak buku sejarah 

‎Yang memeluk sunyi  

‎

‎Aku dan mereka sebaya 

‎Kulihat Indonesia di lembar 

‎Buku – buku sejarah 

‎

‎Aku dan mereka sebaya 

‎Menatap selembar usang peta 

‎Setiap datang dan pulang sekolah 

‎Tentang Indonesia 

‎

‎Selembar  peta  usang 

‎Menempel di tembok rapuh 

‎Namun penuh wibawa 

‎Aku dan mereka sebaya 

‎Penuh kagum mengangguk 

‎Ketika sang guru bercerita 

‎Tentangmu, wahai negeriku 

‎

‎Yang aku dengar dari 

‎Guru sejarah: “Indonesia, adalah 

‎Negeri subur nan makmur,” begitu kata guru kita dengan nada bangga. 

‎

‎”Indonesia… penduduknya ramah kepada siapa saja, Indonesia punya nenek moyang handal menaklukkan badai di tengah laut samudera raya”  ujar guru sekolah di  kota tempat tumpah darah 

‎

‎Tapi itu hanya lisan sejarah 

‎Sejarah yang tidak pernah 

‎Kami jalani, tidak pernah kami alami 

‎

‎Di sekolah 

‎Kami adalah para siswa 

‎Yang memburu angka

‎Angka tertinggi di selembar ijazah 

‎

‎Agar kelak diterima bekerja 

‎Di kantor – kantor pemerintah 

📚 Artikel Terkait

Ada Apa dengan Kampus itu?

Festival Sastra Jakarta Barat 2025 Ruang Pulang Bahasa, Ingatan, dan Masa Depan Kota

TASAWUF CINTA

Tadarus – QS. Al-Baqarah : 164

‎Seperti kakek-nenek dan orang tua kita 

‎Pada jaman setelah penjajahan Belanda 

‎

‎Di sekolah 

‎Setiap upacara hari Senin 

‎Kita harus menyanyikan 

‎Lagu Indonesia Raya 

‎Dengan telapak tangan kanan 

‎Di dahi menghormat kepada 

‎Sang bendera pusaka 

‎

‎”Indonesia Raya… merdeka… merdeka…

‎Tanahku… negeriku… yang kucinta….

‎

‎Tetapi, lidahku seperti tersandung 

‎Bongkahan batu kata – kata 

‎Ketika harus melantunkan 

‎Syair yang berbunyi 

‎”Bangunlah jiwanya… bangunlah badannya… untuk Indonesia Raya…

‎

‎Aku tertegun… lalu melumat dan 

‎Menelan syair di dalam kalimat nan angkuh itu 

‎Yah… syair itu angkuh

‎Karena jiwaku cengeng… jiwaku rapuh…

‎

‎Jiwaku terlena oleh 

‎Kekayaan sumber daya alam 

‎Jiwaku pemalas karena 

‎Tidak bisa merawat 

‎Kekayaan khasanah budaya nusantara 

‎Jiwaku telah terpesona dan jatuh cinta 

‎Kepada budaya barat, jatuh cinta pada gaya hidup si mata biru. Dan ternyata para teman sebaya juga seperti aku. 

‎

‎Hatiku tidak terasa telah terjajah, dan mereka, teman sebaya 

‎Telah terjajah hatinya 

‎

‎Sehingga datanglah… terbingkailah 

‎Indonesia masa kini 

‎Indonesia yang selalu kucemaskan 

‎Indonesia yang mereka harapkan 

‎Seperti selalu dikisah-kisahkan oleh guru sejarah kami tidaklah sama seperti Indonesia pada saat ini:  Indonesia pada puluhan tahun lalu, ada korupsi bersembunyi di balik taplak meja, dan hari ini,  ada korupsi di alam terbuka 

‎

‎Bahkan ada kompetisi korupsi 

‎Derajat hidup melambung 

‎Harus berlimpah uang 

‎Dan segunung materi 

‎

‎Hal itu semuanya disebabkan 

‎Karena aku dan para teman sebaya 

‎Selalu membangun dan membentuk badan dengan pilar-pilar hewani  

‎

‎Aku dan para teman sebaya 

‎Lupa membangun jiwa 

‎Untuk Indonesia Raya 

‎Tumpah darah yang kan jadi sejarah 

‎Atau kenangan 

‎

‎Hari ini, suara lagu Indonesia Raya 

‎Perlahan menjauh dipeluk dan 

‎Diseret angin senja 

‎Ia hanya menggema di setiap hati 

‎Tidak terucap, karena telah dijemput angin 

‎

‎

‎Aku, dan para teman sebaya 

‎Hanya bisa melihat Indonesia 

‎Dari balik jendela sekolah 

‎Berupa selembar peta 

‎Yang bersandar di sebuah tembok kusam 

‎

‎Mari membangun jiwa 

‎Mari merawat badan kita 

‎Ayo mengguncang dunia 

‎Dengan ujung pena 

‎Agar tercipta merdeka 

‎Dari sebuah kota 

‎Untuk Indonesia Raya 

‎Yang sebenarnya…..

‎

‎

‎Situbondo, medio September 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: #Puisi
Anies Septivirawan

Anies Septivirawan

Anies Septivirawan adalah penikmat tulisan seni sastra dan budaya. Ia gemar menulis puisi sejak tahun 1995 sampai saat ini. Ia bergabung dengan himpunan penulis penyair dan pengarang nusantara (HP3N) Kota Batu dan SATUPENA Jawa Timur. Anies Lahir di kelurahan Dawuhan, Situbondo, Jawa Timur. Aktivitasnya sehari-hari sebagai wartawan media online. Baginya, menulis adalah upaya mengusir ion -ion negatif di dalam tubuh agar tetap sehat dan panjang umur. Ia sudah menulis 3 buku antologi puisi tunggal dan puisi-puisinya juga menyemarakkan sejumlah buku antologi bersama. Puisinya dan tulisan lainnya juga pernah satu buku dengan Gol A Gong. Buku antologi puisi tunggalnya yang pertama berjudul "Luka dan Kota Sepi Literasi", yang kedua adalah "Menimang Rindu Senja Kala" dan buku yang ketiga berjudul "Dua Senja Menyulam Damai"

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Doa Untuk Wakil Rakyat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00