POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Burung Balam Kami

RedaksiOleh Redaksi
September 19, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Delia Rawanita

” Ayah, lihatlah. Ada burung masuk ke dalam rumah kita” teriak Niki gembira.
” Tutup pintunya, biar tidak keluar” kata Biyu, teriak Biyu dari dalam kamar. Benar saja burung itu terperangkap di ruang tamu. Tubuhnya lemah tidak bergerak, pasrah.
” Kasihan, pasti kamu lapar, ya” kata Niki sambil mengelus bulu burung dengan hati hati. Biyu segera mengambil air dan beras. Burung Balam berwarna putih bersih ternyata jinak, dalam sekejap burung tersebut sudah mulai berani beradaptasi, paruhnya dengan lincah mematuk beras yang diberikan Niki.
Syukurlah, burung Balam sesat tersebut selamat di tangan Dua kakak beradik ini. Apalagi mereka ternyata penyayang binatang.
” Yah, belikan sangkar buat burung ini ” rengek Niki pada Ayah
” Kasihan burungnya, sudah tidak bebas hidupnya” sahut Ayah
” Jangan dilepas ya, Yah” kata Biyu sedih.
” Oke, mumpung hari libur, bagaimana kalau Ayah bikin tempat singgah burung di samping dinding rumah” hibur Ayah
” Nanti burungnya terbang dan tidak mau kembali” sahut Niki sedih
” Tenang , serahkan pada Ayah” kata Ayah sambil mengelus kepala kedua anaknya dengan sayang.
” Maksud Ayah , nanti burung balam ini akan bertengger di sana dan ikut kawan kawannya juga?” tanya Biyu penasaran
Ayah dengan sigap mengambil bahan dan perkakas yang ada di gudang.
Setengah jam kemudian beberapa rumah singgah burung sudah selesai. Ayah tidak lupa meletakkan jerami dan beras untuk memancing burung yang lain untuk datang.
” Ayok kita antar burung ini ke tempat baru” ajak Ayah sambil membawa tangga.

” Tuut truu..tuut truuu..” terdengar nyanyian Balam putih gembira ketika di tempatkan di sana. Suaranya Mengundang burung yang lain datang satu persatu.
” Tuutt truuu..tuut truu..” mereka saling bersahutan .
Luar biasa, sejak hari itu setiap pagi dan petang suara burung terdengar ramai. Mereka seakan tahu bahwa penghuni rumah adalah orang yang baik hati. Kata bu guru menyayangi
binatang sungguh perbuatan yang terpuji dan sangat menyenangkan.

B.Aceh, 17 Sept 2025

📚 Artikel Terkait

Seruan Panitia The Second İnternational Minangkabau Literacy Festival (IMLF) Di Tengah Bencana Tanah Longsor

Perjuangan Perempuan Melawan Ketidakadilan

Menyikapi Tarif Resiprokal Trump dan Kemungkinan Menjadikan Indonesia Pasar Bebas

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Dari PRRI ke Kabinet Prabowo: Jejak Politik Urang Minang

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00