POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home BIngkai Remaja

INGAT!

Redaksi by Redaksi
September 30, 2022
in BIngkai Remaja, Bingkai Sekolah, Cerita
0
INGAT! - 6E86093D E9FD 4242 A935 291A0D850C8F | BIngkai Remaja | Potret Online

Oleh Nafla Atifa

Pada bulan Desember mulai ada penyakit yang namanya corona/covid-19 dan sekolah pun ditutup karena ada penyakit covid. Budi dan Nina tidak sekolah karena sudah ada edaran bahwa saat ini semua orang harus di rumah saja. Kemudian keluar lagi peraturannya yaitu jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker atau dinamakan 3M dan Budi dan Nina pun libur sekolah. Sekolah sudah lama libur, semua kegiatan di rumah saja sudah dilakukan bersama keluarga oleh Budi dan Nina.

Baca Juga
  • INGAT! - 749472e3 7f16 4797 b216 476ac7618aee | BIngkai Remaja | Potret Online
    Artikel
    POTRET KEHIDUPAN PENGEMIS DI TENGAH PERKOTAAN
    16 Nov 2024
  • 02
    Cerita
    Asal Mula Mukim Cot Saluran
    23 Nov 2021

Saat ini, Budi dan Nina sedang mengalami kebosanan yang luar biasa akibat di rumah saja dan  belajar online.  Akan tetapi Budi dan Nina tidak suka belajar online dan sebulan kemudian Nina dan Budi mulai sekolah tatap muka sebab sudah keluar peraturan pemerintah tentang newnormal. Namun, baru saja wacana ternyata tidak jadi sekolah karena sudah ada surat bahwa tidak boleh sekolah lagi. Jadi, Budi dan Nina sangat marah tidak bisa sekolah.

Salah satu penyebab tidak jadi sekolah adalah, Pak Toni yang  pergi ke rumah sakit tapi tidak ada pakai masker dan tidak jaga jarak, selain itu Pak Toni pulang dari rumah sakit pun dia pun tidak cuci tangan, lalu dua hari kemudian Pak Toni  sakit sakit di rumah dan dibawa ke rumah sakit. Ternyata, Pak Toni  terkena virus covid.  Pak Toni dirawat di rumah sakit selama 14 hari dan diisolasi mandiri. Syukurnya, Pak Toni adalah orang yang terkena virus corona dengan imun yang kuat sehingga sesudah itu Pak Toni boleh pulang dari rumah sakit.

Baca Juga
  • INGAT! - BBAAA3E5 CE67 45BD 94A7 3DE0F592E05B | BIngkai Remaja | Potret Online
    Banda Aceh
    Kadisdikbud Tinjau Persami SDN 67 Percontohan Banda Aceh
    29 Mei 2022
  • INGAT! - ebdfb695 aa7d 4ee2 9fa3 d6e232b93759 | BIngkai Remaja | Potret Online
    Cerita
    Kehilangan
    07 Sep 2023

Kabar baik datang lagi, belajar di sekolah sudah bisa dimulai. Nina dan Budi sangat senang mulai sekolah, dan tetap memakai masker walaupun sudah sekolah karena  belum normal sekali Covid.  Budi dan Nina tidak suka memakai faceshield.

“Apakah Budi suka belajar online?” Tanya Bu Guru

Baca Juga
  • INGAT! - 3CD565D1 E0FE 4A98 A794 06CB902D8D32 scaled | BIngkai Remaja | Potret Online
    BIngkai Remaja
    JALAN-JALAN KE TAMAN KOTA PIDIE JAYA
    18 Mar 2023
  • 2afaeacc-81a4-4ce5-8cd3-81dcd366f946
    Artikel
    Kapasitas Manajerial Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Kinerja, Kolaborasi, dan Prestasi Sekolah
    28 Apr 2026

“Tidak Bu!. Saya tidak suka belajar online, dan kini masih selang-seling belajarnya, tetapi sudah keluar surat dan tidak boleh lagi sekolah, karena sudah ada kasus lagi.” Jawab Budi dengan  jujur

“Budi mau membantu pemerintah agar kita tetap bisa sekolah?”

“Iya bu!”

“Maka, Taatilah peraturan yang sudah ditetapkan. Ikuti Protokol kesehatan!”

“Baik Bu!”

Kemudian, tetangga Budi dan Nina yang bernama Pak Joni sakit,batuk,demam,flu dan sakit badan dan pak Joni dibawa ke rumah sakit untuk melakukan SWAB dan hasilnya positif lalu diisolasi . Is dibawa ke ruangan isolasi dan di ruangan itu tidak boleh masuk siapa pun dan kecuali perawat dan perawat harus memakai baju APD, masker dan handskun dan baru boleh masuk ke ruang isolasi, dan sudah 2 minggu Pak Joni sudah boleh pulang ke rumah. Akan tetapi tidak boleh keluar dulu walaupun ia sudah pulang tetap harus isolasi beberapa hari, dan harus makan makanan sehat dan makanan bergizi.

Bu Deli pergi ke pasar, tetapi ia lupa membawa masker, lalu ia mengambil masker dan Bu Deli lupa jaga jarak. Bu Deli mendekati dengan Bu Lani dan Bu Lani juga lupa membawa masker, lalu ada orang yang mendekati Bu Lani dan Bu Deli dan Bu Lani dan Bu Deli sangat takut dan ia sangat susah.  Bu Lani dan Bu Deli pergi ke rumah sakit dan ia juga di SWAB dan hasilnya POSITIF  dan  ia diisolasi mandiri selama dua minggu  di rumah sakit dan sesudah dua minggu lalu. Bu Lani dan Bu Deli, sudah boleh  pulang dari rumah sakit  dan harus tetap isolasi  mandiri walupun sudah pulang.

Pada suatu hari yang lain, ada seorang penjual sayur, dan  ibu itu bernama Bu Nisa, seorang penjual sayur dan bahan bahan masak. Ada orang membeli sayur tidak memakai masker.  Penjual tidak memberinya, karena ia tidak memakai masker dan sayur yang belinya  tidak dikasih oleh buk Nisa. Pembeli sayur itu pulang  ke rumah  mengambil masker dan sesudah mengambil  masker lalu baru diberikan sayurannya.

Pada suatu hari Ibu Lani mengajak Bu Deli pergi berolahraga dan latihan senam. Ia pun pergi berolahraga. Bu Lani dan Bu Deli lupa membawa masker dan ia pun mengajak Bu Lani untuk mengambil masker. Akibatnya senam pun sudah terlambat dan Bu Deli tetap mengambil masker. Dia tidak mengambil masker. Bu Deli tidak bisa masuk  ke ruangan Senam . Ia langsung pergi dan Bu Deli menyusul Bu Lani, karena Bu Lani tidak sabar ikut senam.  Bu Lani lupa cuci tangan dan tidak menjaga jarak kepada para pesenam dan sesudah sampainya Bu Deli mengingatkan Bu Lani untuk cuci tangan dan Bu Lani langsung pergi untuk cuci tangan. Bu Lani langsung berlari.  Ia juga lupa jaga  jarak dan Bu Deli mengingatkan lagi untuk menjaga jarak dan sesudah senam Bu Lani dan Bu Deli pulang,. Bu Lani melihat seorang yang tidak pakai masker dan ia mendekati Bu Lani lalu sampai lah di rumah Bu Deli.

“Saya merasa lemas dan saya langsung flu!”

Bu Deli pun mengantar Bu Lani ke rumah Bu Lani lalu datanglah Bu Rara.

“Kenapa Bu saya lihat ia sangat lemas?

“Iya bu”

“Ada seseorang yang mendekati Bu Lani dan terus Bu Lani langsung lemas dan flu karena tidak pakai masker.” Ujar Bu Deli

Bu Rara pun pulang ,dan Bu Deli pun mengantar Bu Lani sampai di rumah .

“Mamak saya kenapa Bu?” Tanya Tasya, Anak Bu Lani

“Tadi, Ibu kamu ada orang yang mendekati mamak kamu lalu mamak kamu lemas dan flu karena tidak pakai masker dan jaga jarak.” Kata Bu Deli

“Aduh, padahal sudah ada protokol kesehatan!”

“Makanya harus selalu ingat!”

Pada suatu hari Abi umi menjual sop buah  dan ia mengantar pesanan orang. Ia  lupa membawa masker dan ia tidak mau  berbalik ke rumah. Is pun langsung mengantar pesanan orang dan sesampai di rumah orang yang pesan dan orang yang pesan baru pulang dari Bandung dan tidak isolasi mandiri, langsung pesan sop buah dan waktu  abi di jalan abi terasa sesak. Ia pulang dengan cepat dan sesampai di rumah Abi langsung sesak dan dibawa ke rumah sakit.  Lewat UGD dan  dimasukan ke ruang isolasi dan keesokkan harinya Abi diSWAB  keluar hasil SWAB nya POSITIF. Abi dan Umi terkejut karena hasil abi POSITIF.

Pada saat begini harus selalu diingat bahwa protokol kesehatan adalah sangat penting karena sedang ada virus corona. Jika ingin kembali normal tanpa newnormal tentu kita harus patuh pada protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

*Penulis merupakan Peserta kelas Menulis Sigupai Mambaco, Kelas VI MI Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Previous Post

Dr.Juanda Guru MA Darul Ulum Serahkan Buku Perdana Ke Kakankemenag Banda Aceh

Next Post

Ketua IPGKhI Provinsi Aceh Lantik Pengurus IPGKhI Cabang 3 di Pidie

Next Post
INGAT! - D7E69BD0 48FD 4F6A 98EB C84451B4A420 | BIngkai Remaja | Potret Online

Ketua IPGKhI Provinsi Aceh Lantik Pengurus IPGKhI Cabang 3 di Pidie

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah