• Latest
Cahaya Kecil Bernama Apis

Langkah Panjang Menuju Keabadian

September 2, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Langkah Panjang Menuju Keabadian

Redaksiby Redaksi
September 4, 2025
Reading Time: 4 mins read
Cahaya Kecil Bernama Apis
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Muhammad Hafiz
Siswa SMK Negeri 1 Jeumpa, Bireun, Aceh

Aku melangkah, pelan tapi pasti,
menyusuri lorong waktu yang tak henti berdetak.
Di setiap denyut, aku menemukan diriku,
kadang rapuh, kadang kokoh,
seperti batu yang dipahat ombak,
seperti pohon yang diguncang angin.

Langkahku panjang,
bukan sekadar perjalanan jasmani,
tetapi arak-arakan jiwa
yang terus mencari arti.

Aku menatap bintang di malam hening,
mereka seakan berbicara dengan bahasa cahaya,
bahwa hidup bukan sekadar singgah,
melainkan ziarah yang mengantar ruh
kepada keabadian.

Aku pernah jatuh,
dalam jurang kekecewaan,
namun aku pun pernah terbang,
dengan sayap harapan yang kusulam
dari doa-doa ibuku.

Aku pernah menangis
di tengah sunyi tanpa teman,
namun aku pun pernah tertawa,
dalam pelukan hangat sahabat
yang tak letih menyalakan api semangat.

Setiap luka adalah guru,
setiap senyum adalah penyembuh.
Dan di antara keduanya,
aku belajar:
bahwa keabadian bukan tentang tidak mati,
melainkan tentang jejak
yang tak hilang meski waktu berlari.

Aku ingin meninggalkan langkah panjang,
yang disambung oleh generasi berikutnya.
Seperti sungai yang tak pernah kering,
meski musim berganti.
Seperti kata bijak yang diwariskan,
meski bibir yang mengucap telah sunyi.

Langkahku bukan milikku semata,
ia adalah warisan yang kutitipkan
kepada dunia.
Semoga bumi merasakan teduhnya,
semoga langit mendengar syukurnya.

Seribu doa mengiringi perjalananku,
seribu harap menyinari jalanku.
Aku tahu,
tak semua jalan mudah,
tak semua malam terang.
Namun aku percaya,
tak ada langkah yang sia-sia
bila diniatkan untuk kebaikan.

Keabadian bukan tentang tubuh,
ia adalah ingatan,
ia adalah karya,
ia adalah cinta
yang tak lekang oleh waktu.

Aku berjalan,
melewati musim gugur yang menanggalkan daun,
melewati musim semi yang menumbuhkan tunas.
Aku berjalan,
melewati badai yang menampar wajahku,
melewati pelangi yang memeluk mataku.

Setiap langkah adalah cerita,
setiap cerita adalah pelajaran,
setiap pelajaran adalah cahaya
yang membimbingku semakin dekat
kepada arti sejati perjalanan.

Di tepi senja aku duduk,
merenungi garis cakrawala.
Langit berwarna jingga,
seakan melukis kisah manusia
yang lahir, tumbuh, lalu kembali.

Aku sadar,
hidup ini bukan soal panjangnya waktu,
tetapi tentang kedalaman makna.
Aku tak ingin hanya menjadi bayangan
yang hilang ditelan gelap.
Aku ingin menjadi cahaya,
meski kecil,
yang tetap bersinar
menuntun langkah orang lain.

Di malam yang sepi,
aku mendengar bisikan hatiku sendiri:
“Teruslah berjalan,
jangan berhenti di tengah ragu.
Setiap jejakmu adalah saksi,
bahwa engkau pernah berjuang
meski dunia kadang tak mengerti.”

Baca Juga

db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5a460fc4-b5a8-48d2-9efe-fdf4b6b456c5

Tawuran Pelajar,Potret Buram Dunia Pendidikan

Maret 28, 2026

Aku pun bangkit,
menguatkan kaki yang letih,
menghapus air mata yang jatuh,
menyulam kembali harapan yang sempat koyak.

Aku tahu,
keabadian bukan tentang berdiri di puncak,
tetapi tentang berjalan tanpa henti
meski tanah licin,
meski jalan terjal.

Keabadian bukan tentang dipuji,
tetapi tentang meninggalkan jejak
yang membuat orang lain tersenyum,
yang membuat dunia sedikit lebih indah.

Langkah panjang ini
kadang sepi, kadang ramai.
Ada yang datang,
ada yang pergi.
Ada yang menyalakan lentera di sisiku,
ada pula yang memadamkannya.
Namun aku belajar,
tak semua yang padam berarti gelap,
kadang gelap hanya mengajarkanku
bagaimana menemukan cahaya dari dalam.

Aku ingin saat aku tiada nanti,
angin tetap mengingat suaraku,
air tetap merasakan sentuhanku,
bumi tetap merasakan langkahku.
Bukan karena aku besar,
tetapi karena aku pernah tulus
mencintai kehidupan.

ADVERTISEMENT

Aku ingin saat aku terbaring nanti,
nama kecilku tetap hidup
dalam doa mereka yang kutolong,
dalam tawa mereka yang pernah kusayangi,
dalam karya kecil yang kutinggalkan
untuk dunia yang masih berputar.

Aku tak ingin abadi sebagai raga,
aku ingin abadi sebagai makna.
Seperti buku tua yang masih dibaca,
seperti lagu lama yang masih dinyanyikan,
seperti doa kuno yang masih dikumandangkan
di bibir manusia.

Keabadian itu,
bukan rahasia yang jauh,
ia ada di sini,
dalam setiap langkah panjang
yang kita ambil dengan cinta.

Aku berjalan,
kadang dengan percaya diri,
kadang dengan gemetar.
Namun aku berjalan.
Karena berhenti adalah mati,
dan aku ingin hidup
bahkan setelah mati.

Maka langkah panjangku
akan terus kujalani,
hingga akhirnya aku tiba
pada pintu keabadian.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 334x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 250x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Kisah Heroik Keluarga Ibrahim serta Doa-doanya dalam Al-Qur’an

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com