POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Yang Tertindas dan Terlindas: Elegi untuk Affan dan Semangat yang Tak Padam

RedaksiOleh Redaksi
August 29, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah dan Ketua Satupena Kabupaten Blora

Untuk Affan Kurniawan (2004-2025) dan semua yang berani bersuara.
“Karena kata-kata adalah senjata terakhir ketika segala cara dibungkam”

1

“Dengarlah Deru Mesin dan Luka Ibu Pertiwi”


Deru Barakuda di Pejompongan
Kau hela nafas di dini hari,
Kecup pipi putri dan sang istri
“Doakan aku membawa rejeki lebih dari kemarin”
Itulah yang kaujanjikan pada kehidupan .

Tapi hari ini, deru bukan deru mesin ojol
Deru itu datang dari Barakuda yang menggelegar
Menyembur ketakutan di antara demo yang ricuh
Menggilas harapan di aspal panas Pejompongan
Kau terjatuh, dan roda-roda besi itu tak berhenti
Menerjang tubuhmu, menerjang impianmu .

Dia bukan pengacau, dia hanya pengantar orderan
Dia adalah Affan, mitra Gojek yang bekerja sunyi
Dia adalah suara yang terpotong oleh kekerasan
Dia adalah kita semua yang menuntut didengar.

Dan kini, Ibu Pertiwi merintih lagi
Seperti yang pernah digoreskan dalam puisi lama
“Hidup memang panggung sandiwara
Mereka adalah pemimpinku
Yang janjikan kesejahteraan, tapi yang ada kemelaratan”

📚 Artikel Terkait

Puisi Khusus Rosli K. Matari Tuk Tabrani Yunis

DP3AP2KB Kota Banda Aceh Pastikan Pendistribusian Alokon Tepat Sasaran

RETORIKA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN

Dari Seminar Internasional Yu Dafu, Muncul Keinginan Bangun Museum

2

“Kami Bunga yang Dirontokkan di Bumi Kami Sendiri”


Kami adalah bunga
Bunga yang tak diundang untuk tumbuh
Bunga yang diinjak-injak oleh sepatu lars
Bunga yang direnggut nyawanya oleh kekerasan
Kami adalah ojol yang bekerja keras
“Panas kepanasan; hujan kehujanan”
Tapi kami juga warga negara
Yang berhak hidup tanpa rasa takut.

Hukum memang tampak berpihak.
“Negara ini bukan tempat yang layak untuk itu semua
Ini menyangkut kehidupan rakyat banyak
Ini menyangkut sejengkal perut rakyat yang haus perhatian”
Tapi ketika kami berteriak, suara kami,
“Seakan berteriak di sebuah gua.
Suara itu memantul, suara itu hanya bisa kembali”

Tapi kami tidak akan diam.
Seperti kata Wiji Thukul, sastrawan yang hilang:
“jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa”

Dan kami tidak akan putus asa.


Blora, 29 Agustus 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Orang Yang Dianggap Tolol Sedunia Tetap Lebih Baik dan Terhormat Dari Manusia Yang Tidak Tahu Malu Sedunia

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00