POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Joget di Gedung Terhormat, Rakyat Menangis di Kolong Jembatan

Juni AhyarOleh Juni Ahyar
August 23, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Juni Ahyar

Ironis rasanya, setiap kegaduhan di negeri ini selalu lahir dari mereka yang seharusnya menjadi teladan: para pemimpin. Belum tuntas suara sumbang yang menuding guru dan pendidik sebagai “beban negara”, kini muncul lagi kabar kenaikan gaji DPR/MPR. Lebih menyakitkan, kenaikan itu justru dirayakan dengan tawa dan joget-joget di gedung yang katanya terhormat—gedung yang berdiri megah dari keringat rakyat yang tiap hari dipajaki tanpa ampun.

Apakah mereka lupa, wakil rakyat semestinya menjaga amanah rakyat, bukan menggadaikan nurani demi memanjakan perut sendiri? Bagaimana mungkin rakyat terus diminta berhemat di tengah harga sembako yang melambung, sementara wakilnya berpesta dengan fasilitas negara?

📚 Artikel Terkait

SMKN 1 Simpang Ulim, Aceh Timur, Rancang Penyelarasan Kurikulum Bersama PT Astra Daihatsu Motor

Derai Air Mata di Pintu Gerbang Sritex

Mengenal Petinggi Wilmar Group Penyuap Tiga Hakim 60M

Masyarakat Manggamat Gelar Aksi Demo Tolak Tambang PT. BMU

Ketidakadilan ini semakin kentara ketika guru, dosen, dan pendidik dituding membebani negara. Padahal merekalah garda depan mencerdaskan bangsa. Apakah hati nurani benar-benar sudah mati hingga tak lagi mampu membedakan mana hak rakyat, mana nafsu pribadi?

Kita masih ingat pernyataan anggota DPR, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, yang menyebut kenaikan gaji PNS bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Ironisnya, ucapan itu justru keluar dari kursi empuk seorang pejabat, sementara rakyat kecil sudah lama cemburu melihat gaya hidup mewah para wakilnya. Cemburu karena mereka joget, rakyat menangis. Cemburu karena mereka pesta, rakyat puasa.

Wahai para wakil rakyat, sadarlah. Kursi empuk, ruang ber-AC, dan fasilitas mewah yang kalian nikmati akan dipertanyakan kelak. Tanggung jawab yang kalian pikul bukan hanya di hadapan rakyat, tapi juga di hadapan Tuhan. Pernahkah kalian menatap wajah anak yatim piatu yang tak tahu ke mana harus mengadu? Pernahkah kalian membayangkan perut kosong rakyat kecil yang hanya mampu menatap harga beras di pasar tanpa bisa membeli?

Idealnya kalian menjadi teladan bagi generasi bangsa, bukan tontonan memalukan yang tidur saat sidang, lalu berdalih “sedang memikirkan rakyat.” Jangan sampai sejarah mencatat kalian bukan sebagai wakil rakyat, melainkan sebagai pengkhianat rakyat.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Juni Ahyar

Juni Ahyar

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

TKA 2025: Ujian untuk Belajar, Bukan Hanya Lulus

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00