POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Macet Dipelihara, Solusi Mana?

RedaksiOleh Redaksi
August 10, 2025
Macet Dipelihara, Solusi Mana?
🔊

Dengarkan Artikel


Catatan Paradoks: Wayan Suyadnya

Tadi pagi saya mengantar anak ke sekolah, lanjut siangnya menjemput pulang.

Jalan di depan sekolah itu seperti nadi yang tersumbat: padat, merayap, nyaris berhenti.

Macet ini nyaris setiap hari seperti ini. Seperti ayam yang dipelihara. Tak hanya SD, SMP, dan SMA, hampir semua sekolah di kota ini jelang jam masuk sekolah dan pulangnya, sama saja; macet.

Para orang tua, termasuk saya, menurunkan anak di bahu jalan, tepatnya depan pintu gerbang sekolah, seolah bahu jalan memang bagian dari halaman sekolah.

Siang hari, pulangnya, pemandangan berulang, bahkan lebih parah karena posisi orang tua menjemput, menunggu di badan jalan, menatap gerbang dengan sabar yang sesekali ditelan bunyi klakson.

Untung sebagian besar pakai sepeda motor. Saya membayangkan, jika pakai mobil, Denpasar akan punya koleksi museum kendaraan terpanjang di dunia — semua dipajang di atas aspal, tanpa gerak di pinggir jalan.

Tidak ada jembatan rusak, yang menyebabkan macet, tidak ada pula proyek galian, tak ada gorong-gorong diperbaiki. Macet murni dari cinta yang berlebihan: antar-jemput anak.

Masalahnya begitu sederhana, nyaris terlalu mudah untuk disimpulkan. Itulah penyebab macet, setiap hari demikian di ibukotanya Bali itu.

📚 Artikel Terkait

Tanah Gayo di Mata Duta Wisata Aceh

DUGAAN

Tren Financial Planning Ala Generasi Muda, Bagaimana Islam Memandang?

Takdir dan Keikhlasan

Saya saja yang bukan ahli perhubungan bisa mengidentifikasi dan menyimpulkan demikian, kenapa Dinas Perhubungan dan instansi terkait yang punya otoritas dan ahli di bidang lalu lihtas tak kunjung menuntaskannya?

Barangkali solusinya sudah pernah dibuat. Tapi jika macet tetap hadir, bisa jadi masalah yang diidentifikasi dengan cara penyelesaiannya tak klop, pasti ada yang salah. Dan jika diagnosisnya keliru, resepnya pasti tak manjur.

Menurut saya, solusinya sederhana: Pertama, atur jam masuk sekolah berbeda-beda, bahkan bila perlu ada sekolah yang mulai masuknya jam lima pagi dan pulang lebih awal, sehingga tak numplek di jalan.

Kedua, sediakan halaman sekolah untuk parkir, agar badan jalan tidak digunakan untuk parkir bagi orang tua yang hendak menjemput si buah hati.

Ketiga, walau satu sekolah, pulangnya diatur bergelombang, buatkan interval yang pas sehingga bergiliran dan tidak numplek bersamaan seperti arus pasang.

Keempat, jika semua gagal, relokasi sekolah jauh dari jalan utama, siapkan lahan parkir luas, agar kemacetan tak lagi menjadi bagian dari upacara harian.

Itulah macet yang dipelihara setiap hari. Belum lagi macet yang lahir dari hal-hal mendadak: ada ngaben, jalan ditutup, bade diletakkan di tengah badan jalan, separuh ruas jalan hilang.

Dalam situasi begitu, warga tampaknya maklum. Yang tak dimaklumi justru macet tanpa sebab jelas. Mencari jalan alternatif, malah menemukan kemacetan yang lebih parah.

Paradoksnya, di negeri ini, macet kadang tak butuh alasan, dan solusi seringkali hanyalah cerita yang kita ulang-ulang.

Denpasar, 4 Agustus 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00