POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Cerita

İbuku  yang Tangguh

Redaksi by Redaksi
Agustus 9, 2025
in Cerita, Cerita Mini, Essay
0
İbuku  yang Tangguh - 2025 08 08 20 18 38 | Cerita | Potret Online

Oleh Silvia

Siswa  Kelas X F, SMA Negeri 1 Bireun, Aceh 

Aku terlahir dari rahim seorang perempuan sederhana. Orang biasa,yang selalu apa adanya. Saat aku terlahir ke dunia dan saat mata ini mulai terbuka memandang dunia, aku hanya mengenal sosok seorang ibu. Ayahku dan ibuku berpisah, ketika aku berusia satu tahun delapan bulan. 

Baca Juga
  • 01
    Essay
    Takdir Cinta
    07 Jul 2022
  • İbuku  yang Tangguh - 91dc7f8a f42c 469d bc9b 43a9100b1a37 | Cerita | Potret Online
    Essay
    Akankah Kisah Cintaku Sama  Tragisnya Seperti Seorang Tan Malaka?
    13 Mei 2025

Di usiaku yang masih belia, tak sekalipun aku mengenal seorang sosok yang di panggil dengan sebutan “AYAH”.Tak pernah kurasakan pelukan hangatnya. Tak pernah kurasakan belaian sayangnya. Dan tak pernah  sekalipun ada tiupan lilin dan potong kue, pada saat ” Ultah”ku. Hingga sampai pada detik ini, di mana usiaku sudah menginjak 16 tahun. Tak pernah aku kenal sosok lain, selain bidadari yang kini tak cantik lagi, yaitu ibuku. Perempuan tangguh, sabar dan tegar. Darinya lah aku mendapatkan kasih sayang. 

Ibuku memang bukan orang hebat. Namun dalam dirinya aku banyak belajar tentang arti hidup dan kehidupan sesungguhnya. Dari umur 3 tahun aku digembleng menghadapi kerasnya hidup ini. Ibuku juga bukan seorang konglomerat. Ibuku hanya seorang penjual gorengan. Meskipun demikian, aku tak pernah malu dan merasa rendah diri, mungkin sebagian anak seusiaku merasa malu, karena memilih orang tua yang bekerja sebagai tukang ojek, tukang kayu dan sebagainya. 

Baca Juga
  • 01
    Essay
    KAUM TAK BERIMAN
    07 Jul 2021
  • 02
    Essay
    RERASAN: SETERIKA ARANG
    16 Apr 2025

Namun tidak untukku. Justru aku bangga memiliki seorang ibu, meskipun ibuku seorang penjual gorengan. Karena dari usaha itulah aku mendapatkan uang jajan, membeli buku sekolah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semua itu ibuku lakukan hanya untukku. 

Hingga pada suatu ketika, sesuatu yang kutakutkan terjadi. Ibuku jatuh sakit dan mau tak mau, usaha yang dirintis ibuku harus berhenti di tengah jalan. Di samping itu, ibuku semakin tua. Tenaganya tak sekuat dulu lagi. Itulah yang membuatnya sering sakit-sakitan. 

Baca Juga
  • 01
    Artikel
    Teknologi Membawa Nikmat
    03 Feb 2022
  • İbuku  yang Tangguh - 41AA2FE6 79AE 4E91 A2DA 5D779A19ECBB | Cerita | Potret Online
    Analisis
    ROMANSA ZAINAB BINTI MUHAMMAD SAW
    26 Mar 2022

Terkadang dalam diam,  aku menangis tanpa seorang pun tahu. Betapa tidak?! Di usianya yang tidak muda lagi, ibuku yang seharusnya beristirahat justru banting tulang, mengais rezeki agar aku tak putus sekolah. Menyedihkan memang, namun demikian, aku tetap mengucap syukur pada Tuhan, aku dan ibuku masih bisa makan. 

Meskipun hanya nasi berlaukan telur. 

Begitu besar pengorbanan ibuku dalam membesarkan dan mendidik-ku. Yang semuanya itu tak pernah bisa terbayar oleh ku. Aku berjanji suatu saat nanti, aku akan membahagiakan dirinya dan sosoknya tak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun. Terimakasih untukmu ibu, yang telah hadir mengisi hari – hariku sejauh ini. 

Cot Gapu, 5 Agustus 2025

Previous Post

Nasionalisme yang Disalahpahami

Next Post

Kutabur Kembang Kemuning di Atas Pusara Pujangga A.A. Pandji Tisna

Next Post
İbuku  yang Tangguh - 2025 08 09 08 27 49 | Cerita | Potret Online

Kutabur Kembang Kemuning di Atas Pusara Pujangga A.A. Pandji Tisna

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah