• Latest
Pujian Penebas Leher - 5f0b9432 e205 4076 8072 5c9d538121ba | Essay | Potret Online

Pujian Penebas Leher

Februari 19, 2025
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

MembacaĀ Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya LiterasiĀ Ā di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

ā€ŽGhost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Pujian Penebas Leher

Akmal Nasery Basral by Akmal Nasery Basral
Februari 19, 2025
in Essay
Reading Time: 3 mins read
0
Pujian Penebas Leher - 5f0b9432 e205 4076 8072 5c9d538121ba | Essay | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

SKEMA
(Sketsa Masyarakat)


Akmal Nasery Basral*

1/
Ketika seorang pemimpin yang baru berkuasa memuji setinggi langit pemimpin yang digantikannya, apa yang sebenarnya terjadi? Ada beberapa kemungkinan.

Pertama, kekaguman tulus atas pencapaian pemimpin sebelumnya. Kedua, ekspresi terima kasih atas warisan kepemimpinan yang memudahkan melanjutkan program selanjutnya. Ketiga, bentuk manipulasi sosial-psikologis atas kondisi—meminjam istilah psikolog Harriet Braikerā€”ā€œkedangkalan pesonaā€ ( superficial charm) yang diterima penerima pujian dan membuat pemberi pujian rikuh mengatakan yang sebenarnya sehingga memilih untuk mengatakan ā€˜apa yang ingin didengar’ oleh penerima pujian. Keempat, manipulasi psikologis bernuansa ekonomis-transaksional seperti ungkapan bahasa Inggris ā€œ paying someone with a complimentā€ karena sang pemberi pujian mendapatkan jabatannya dengan bantuan dari orang yang dipujinya.

Penelitian masyhur tentang pujian yang dilakukan Naomi Grant, guru besar psikologi Mount Royal University, Kanada, pada 2010, menunjukkan bahwa 79 persen penerima pujian akan suka rela memberikan bantuan kepada pemberi pujian. Itu untuk konteks dunia pendidikan (baca: nonpolitik).

Bayangkan dunia politik yang penuh kepentingan tersembunyi dan terang-terangan untuk meraih kekuasaan, bisa dipastikan tingkat ā€œkesukarelaan memberikan bantuanā€ akan lebih tinggi dari 79%. Maka akan terjadi hiperinflasi pujian saat para politisi saling memuji, sementara kondisi lapangan jauh panggang dari api. Tak sesuai kenyataan dengan manisnya pujian.

Gandrung terhadap pujian juga menunjukkan gejala grandiose narcissism , rasa cinta terhadap diri sendiri yang terlalu muluk, dengan melebih-lebihkan keberadaan, martabat, dan kontribusi seseorang yang sejatinya tidak sehebat dalam pujian.

Tersebab itu untuk urusan tanggung jawab pemimpin kepada publik, Santo Agustinus dari Hippo yang hidup di abad kelima Masehi pernah mengingatkan para penguasa dan pemuka agama bahwa, ā€œDalam melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, kita tidak pantas mendapat pujian, karena itu adalah tugas kita.ā€

Dalam mahfuzat bahasa Arab ada ungkapan sejenis yang menyatakan ā€œla syukran ā€˜ala wajib (لا ؓكر على واجب)ā€ yang bermakna tak diperlukan terima kasih untuk sebuah kewajiban. Misalkan ada seseorang yang menyampaikan terima kasih kepada seorang pemimpin (bupati, gubernur, presiden atau CEO) atas kerja kerasnya melaksanakan tugas, maka sang pemimpin cukup menjawab ā€œla syukran ā€˜ala wajibā€. Don’t thank me, it’s my duty.

2/
Pujian orang tua terhadap anak mereka yang belajar dengan keras, atau pujian seorang atasan kepada anak buahnya yang mampu mencapai target kerja tertentu, bersifat organik seperti ketika seseorang mendapatkan makanan di kala lapar atau minuman ketika haus. Hasilnya muncul energi lanjutan untuk berbuat lebih baik lagi.

Namun pujian memiliki mata pedang tersembunyi jika digunakan sebagai manipulasi psikologis atau sekadar basa-basi sosial yang tak sesuai realita. Hasilnya akan muncul arogansi dan keyakinan semu dari penerima pujian tentang kehebatan dirinya. Ini yang sangat dikhawatirkan Nabi Muhammad ļ·ŗ ( peace be upon him) terjadi pada umat manusia.

Maka ketika beliau ļ·ŗ (pbuh) mendengar seorang sahabat memuji sahabat lain secara terbuka, komentarnya adalah ā€œ Waihaka! Qata’ta ā€˜unuqa shahibika ā€. Celaka! Engkau telah menebas leher kawanmu. (Shahihain, HR Bukhari #6061 dan HR Muslim #3000). Dalam hadits yang lain, Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk ā€œmelemparkan debu ke wajah orang yang suka memujiā€ (HR Muslim #3002).

Sifat dasar pujian itu adalah melenakan, memabukkan, membuat lalai. Apalagi pujian dalam aroma parfum kekuasaan. Maka, pemimpin yang baik dan mengerti hakikat kekuasaan (sementara) yang sedang dijabatnya tak akan umbar pujian. Pun pemimpin yang baru turun jabatan tak akan mudah bungah menerima pujian.

Mereka harus belajar, dan terus belajar, untuk mengatakan dengan tulus dan rendah hati. ā€œ Don’t thank me, it’s my duty.ā€ La syukran ā€˜ala wajib.

19 Februari 2025

*Penerima Anugerah Sastra Andalas 2022 kategori Sastrawan/Budayawan Nasional

Tags: Pujian
Share234SendTweet146Share
Akmal Nasery Basral

Akmal Nasery Basral

Akmal Nasery Basral adalah mantan redaktur film _Tempo_ (2004 – 2010) dan _Gatra_ (1994 – 1998), penulis 26 buku, termasuk novel _Nagabonar Jadi 2_ (2007) dan _Sang Pencerah_ (2010) Penerima Anugerah Sastra Andalas 2022 kategori Sastrawan/Budayawan Nasional, penerima Anugerah Penulis Nasional SATUPENA 2021 kategori fiksi

Next Post
Pujian Penebas Leher - 94d776fc b881 417e 9aca c66a6725773d | Essay | Potret Online

KaburAjaDulu "Bila Perlu Tak Usah Pulang"

POTRET Online

Ā© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

Ā© 2026 potretonline.com