POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Ada KKN Kolaborasi 2025 di sanggar Wahana Puspa Budaya, Hosnatun: “Ilmu Akan Saya Berikan Sebelum Saya Mati”‎

Anies SeptivirawanOleh Anies Septivirawan
August 3, 2025
🔊

Dengarkan Artikel


‎Oleh: Anies Septivirawan
‎

‎
‎Tengah hari sangat terik. Panas sinar matahari terasa menyentuh lembut di permukaan genteng rumah Hosnatun yang sekaligus juga sanggar seni tari “Wahana Puspa Budaya” di kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur.
‎
‎Panas matahari menyengat pori-pori kulit para insan seni yang ada di sanggar tari topeng itu. Namun tidak terasa menyengat bagi mereka yang terdiri dari para mahasiswa – mahasiswi kolaborasi KKN tahun 2025 yang asyik memainkan alat musik tradisional gamelan. Tidak juga bagi Hosnatun.
‎
‎Yah… Hosnatun yang selama ini selalu jadi rujukan para mahasiswa KKN berbagai universitas di Indonesia. Selain sedang KKN, ada juga mereka yang menimba ilmu di bidang seni tari secara otodidak kepada Hosnatun. Hosnatun pun tidak pernah meminta imbalan dari mereka yang sudah banyak menjadi pelatih, guru tari, bahkan dosen.
‎
‎Pada suatu petang, Hosnatun pernah mengatakan kepada saya,
‎
‎”Bagi siapa saja yang akan belajar kepada saya, ilmu saya akan saya berikan kepada mereka yang mau belajar. Ilmu saya akan saya berikan sebelum saya mati,” ujarnya dalam bahasa daerah Madura.
‎
‎Sekitar dua belas mahasiswa yang terdiri dari universitas Jember (UNEJ), Universitas Abdurahman Saleh (UNARS), universitas Malang dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis Mimbaan) telah menggelar kunjungan sekaligus  latihan bersama personil sanggar tari wahana Puspa Budaya yang diantaranya dihadiri para mahasiswa dari fakultas sosial dan ilmu politik (fisip), fakultas hukum, kedokteran gigi, fakultas ilmu budaya fakultas ilmu komputer dan FMIPA serta fakultas pertanian.
‎
‎Kolaborasi para mahasiswa dari berbagai universitas se- Jawa Timur tersebut selain belajar tentang sosial, seni dan budaya di sanggar Cak TUtun,  mereka juga melakukan interview (wawancara) seputar adat dan tradisi lokal di Situbondo. 
‎
‎Tepat pada pukul 09.00 WIB, Minggu, tanggal 3 Agustus, mereka  para mahasiswa yang tergabung dari sejumlah perguruan tinggi itu tiba di sanggar seni tari wahana Puspa Budaya, asuhan Hosnatun atau yang kerap disapa Cak TUtun.
‎
‎Menurut Hosnatun kepada media online ini mengatakan bahwa,
‎
‎”Mereka gabungan mahasiswa dari beberapa disiplin ilmu dan universitas hadir di sanggar tari wahana Puspa Budaya ini adalah untuk melakukan analisis tentang adat, budaya dan tradisi,” ujar budayawan lokal, Hosnatun, Minggu, (3/8/2025).
‎
‎Pria berusia 70 tahun lebih itu juga menambahkan bahwa,
‎
‎”Mereka sudah melakukan kunjungan dalam rangka penelitian yang kedua ke sanggar ini.  Dan mereka sangat antusias untuk melestarikan kesenian tradisional serta budaya lokal Situbondo,” pungkas Hosnatun kepada media online ini, Minggu, tanggal 3 Agustus 2025 .
‎
‎Sementara itu, menurut salah satu kelompok sadar wisata (Pokdarwis Mimbaan), Wely Susanto kepada media online ini mengatakan bahwa,
‎
‎”Dengan adanya kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) kolaboratif tahun 2025 di Mimbaan ini, harapan saya agar semua kegiatan seni budaya khususnya di sanggar tari wahana Puspa Budaya ini bisa diketahui khalayak,”  ujar anggota Pokdarwis Mimbaan, Welly Susanto, Minggu, tanggal 3 Agustus 2025.
‎

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Kegelisahan Ida Fitri Terhadap Neraka Perempuan di Aceh

Ketika Dunia Bersiap Perang, Indonesia Bersiap dengan Meme dan Joget

Sajak Mustiar, Ar

Revolusi AI di SMK Muhammadiyah 2 Cepu

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Anies Septivirawan

Anies Septivirawan

Anies Septivirawan adalah penikmat tulisan seni sastra dan budaya. Ia gemar menulis puisi sejak tahun 1995 sampai saat ini. Ia bergabung dengan himpunan penulis penyair dan pengarang nusantara (HP3N) Kota Batu dan SATUPENA Jawa Timur. Anies Lahir di kelurahan Dawuhan, Situbondo, Jawa Timur. Aktivitasnya sehari-hari sebagai wartawan media online. Baginya, menulis adalah upaya mengusir ion -ion negatif di dalam tubuh agar tetap sehat dan panjang umur. Ia sudah menulis 3 buku antologi puisi tunggal dan puisi-puisinya juga menyemarakkan sejumlah buku antologi bersama. Puisinya dan tulisan lainnya juga pernah satu buku dengan Gol A Gong. Buku antologi puisi tunggalnya yang pertama berjudul "Luka dan Kota Sepi Literasi", yang kedua adalah "Menimang Rindu Senja Kala" dan buku yang ketiga berjudul "Dua Senja Menyulam Damai"

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Mengenal Salaudin, Seniman Lukis dari Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00