• Latest
Kegelisahan Ida Fitri Terhadap Neraka Perempuan di Aceh - 2232f207 2065 474e 974a 4f9f81b5b850 | Resensi | Potret Online

Kegelisahan Ida Fitri Terhadap Neraka Perempuan di Aceh

Oktober 29, 2024
0230d2bd-6709-4ccd-ae98-dc801bab2406

16 Mahasiswa Otak Mesum, Nama Baik UI Tercemar

April 14, 2026
6f8634d9-e3b0-4e1b-9d2d-1d4bc1d8a261

Dari Bunyi Menuju Makna: Arsitektur Bahasa dalam Logika Nahwu

April 14, 2026
90e31710-77d8-4737-96a8-75d78fe59c67

Kritikus, Antikritik dan Kritik

April 14, 2026
Ilustrasi dampak media sosial terhadap prasangka dan hate speech di masyarakat

Pengaruh Media Sosial terhadap Munculnya Prasangka di Era Digital

April 14, 2026
0b2db6ac-08b6-4789-b368-c7c84039b754

Tuhan-Tuhan Kecil di Meja Bulat

April 14, 2026
e8ea71e6-33f0-472e-8465-849eb085fb0a

Catatan Kebudayaan Din Saja

April 14, 2026
24620c68-3a39-4e5f-a120-86ff859eb00d

Pemimpin di Tengah Badai, Mengapa Peran Kepala Sekolah Begitu Vital?

April 14, 2026
IMG_0763

Banyumas Membuka Jalan

April 14, 2026
Selasa, April 14, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Kegelisahan Ida Fitri Terhadap Neraka Perempuan di Aceh

Redaksi by Redaksi
Oktober 29, 2024
in Resensi
Reading Time: 166 mins read
0
Kegelisahan Ida Fitri Terhadap Neraka Perempuan di Aceh - 2232f207 2065 474e 974a 4f9f81b5b850 | Resensi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Harie Khairiah


Judul: Neraka yang Turun ke Kebun Kelapa

Penulis: Ida Fitri

🔥 Artikel Terkait
Bukan Suami Idaman - 6C31CD38 5347 4322 A231 77153522B91D | Buku | Potret Online 1
Bukan Suami Idaman
April 26, 2023
Resensi Buku      Takziah - 8A9B4244 BD07 4FDA B5AA C68F904F6416 | Literasi | Potret Online 2
Resensi Buku Takziah
Desember 22, 2022
Resensi Kritis Buku Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa - 1001291989_11zon | # Book Opinion | Potret Online 3
Resensi Kritis Buku Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa
Februari 24, 2026
4
PETUALANGAN SEORANG DOSEN
Oktober 15, 2021

Penerbit: Marjin Kiri

Cetak: Desember 2023

Halaman: 124 halaman

ISBN: 978–602–0788–48–7

🔥 Artikel Terkait
Bukan Suami Idaman - 6C31CD38 5347 4322 A231 77153522B91D | Buku | Potret Online 1
Bukan Suami Idaman
April 26, 2023
Resensi Buku      Takziah - 8A9B4244 BD07 4FDA B5AA C68F904F6416 | Literasi | Potret Online 2
Resensi Buku Takziah
Desember 22, 2022
Resensi Kritis Buku Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa - 1001291989_11zon | # Book Opinion | Potret Online 3
Resensi Kritis Buku Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa
Februari 24, 2026
4
PETUALANGAN SEORANG DOSEN
Oktober 15, 2021

D33C18CB-77A9-49CB-8CA8-5E00A1E653C1.jpg

Keresahan Ida Fitri Tentang Neraka Perempuan di Aceh

Kepiawaian Ida Fitri dalam merangkai kata menjadi sebuah cerita tak perlu diragukan. Ini terbukti dari banyak Cerpennya yang dimuat di berbagai surat kabar bergengsi di tanah air. Sebanyak delapan belas cerpennya yang mengambil latar tempat daerah Aceh, kemudian dirangkum menjadi sebuah kumcer dengan judul “Neraka yang Turun ke Kebun Kelapa”

Cerita Fiksi Yang Begitu Nyata

Melalui buku ini, Ida  memaparkan sisi Aceh yang lain dengan penuh warna,  begitu nyata, seolah penulis sedang membagi pengalamannya pribadi dan kita membacanya, layaknya kita membaca diary Pribadi yang mengulang kisah-kisah lalu, yang terkadang penuh luka, cobaan, pelajaran-pelajaran dalam kehidupan, serta kenyataan pahit.

Seperti cerita yang berjudul bayangan bahtera Nuh (hal 28), pembaca cerita ini seolah-olah diajak menjadi sosok Namaha yang sedang mengambil selembar catatan yang ditulis di kertas lusuh dan mulai membacanya.

Siapapun yang pernah merasakan dahsyatnya Tsunami, bagaimana bertahan hidup setelah tsunami berlalu, pasti akan menjadi emosional membaca kisah ini. Seolah flash back ke diri sendiri, ketika terpisah dengan keluarga, orang yang tersayang, mencoba mencari mereka di antara mayat-mayat yang berlumuran lumpur, belum kering air mata isu penjarahan merebak. Sudah jatuh tertimpa tangga, orang-orang takbertanggung jawab, memanfaatkan kemalangan orang lain hanya demi keuntungan pribadi, mayat yang dipotong jarinya karena menggunakan cincin, penjarahan rumah kosong, yang terkena imbas tsunami.

Mari beranjak ke cerita sore sebelum kenduri (hal 83), sebuah tradisi yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh. Gotong-royong dalam mempersiapkan pesta(kenduri) dari mempersiapkan rumah hingga memasak, sambil saling bercerita, bertukar informasi dan juga terkadang bergosip seperti yang dilakukan Wa Rabumah dan Kak Na.

Dalam cerita ini, membahas isu perempuan, berstatus janda(Kak Nun) yang menyukai lelaki yang lebih muda (Nyak Syukri) dan kemudian menjadi suaminya. Pernikahan yang dianggap tak pantas karena perbedaan usia yang banyak, sehingga menjadi buah bibir di kampong tersebut.

Menggunakan Analogi

Melalui kumcer ini kita dapat merasakan, Ida Fitri merupakan sosok yang peka terhadap isu-isu sosial yang berada di sekitarnya, keresahan-keresahan Ida ini, ditambah pengetahuan yang dia punya, bacaan yang dia baca, menghasilkan cerita-cerita yang apik untuk dibaca, mulai dengan bahasa yang ringan sehingga sekali baca  orang langsung mengerti apa yang Ida maksud.

Ada juga bahasa yang membingungkan pembacanya, layaknya cerpen karya Franz Kafka dan Jorge Luis Borges. Pembaca diajak menebak-nebak maksud cerita ini ke arah mana, jawaban pastinya hanya pembaca dengan  literasi yang tinggi dan penulis yang tahu pasti maksudnya.

Seperti cerita berjudul Pemikul Jamban, Narator membuka ceritanya dengan sebuah mimpi yang dia alami selama tiga hari berturut-turut, yakni masuk ke sebuah jamban dengan kebutuhan mendesak. Mimpi melihat kotoran itu pertanda keberuntungan menurut Cuda Barein. (hal23).

Cerita menjadi menarik ketika narator bangun pagi, dia melihat orang-orang memikul jamban dengan kepalanya, jamban beserta sumurnya dipikul dengan ganjil di atas kepala, dan ini bukan mimpi. Mengajak kita berpikir, arti dari jamban yang dipikul di atas kepala itu apa?

Cerita lain, yang menggunakan analogi di buku ini di antaranya neraka yang turun di kebun kelapa, ratu laron, legenda burak,

Neraka Perempuan di Aceh

Ada banyak cerita tentang perempuan di Aceh, kepatuhannya, kesetiannya, kerasnya, perjuangannya, kepintarannya.  Ida mengangkat  beberapa isu tersebut, dipadukan dengan cerita Alquran, syariat Islam di Aceh yang seolah berat sebelah(seperti dalam cerita perilaku penyembah pohon)hanya perempuan yang lebih banyak diberi aturan dan masih banyak lagi.

Contohnya cerita neraka yang turun ke kebun kelapa, cerita utama yang menjadi cover kumcer ini. Diawali dengan kisah pembagian air di sawah, perkara yang tidak sesederhana kelihatannya, pada suatu masa dulu ada sebuah keluarga pernah saling membacok karena masalah air sawah (hal 38).

Klimaksnya ketika Dali melihat kobaran neraka melahap tubuh telanjang seorang wanita di langit di atas kebun kelapa yang ternyata istrinya.  Membuat Dalil histeris. Maryam istrinya bukan jenis perempuan yang banyak bicara, dia melakukan kewajibannya sebagai istri dalam diamnya, ia tidak pernah membantah Dali, ia bahkan mengutamakan Dali dari  pada keinginannya sendiri.(hal 42)

Tuhan telah menjamin surga untuk perempuan yang menuruti sang suami, kenapa juga neraka itu melahap Maryam? (hal43) Pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan besar bagi pembaca cerpen ini. Pembaca yang tidak jeli, tidak akan paham, kecuali dia membaca dengan seksama.

Ida paham betul bagaimana bercerita tentang Aceh melalui kumcer ini. Topik-topik hangat di Aceh seperti ganja, kenduri, GAM, tsunami, PKI, peristiwa DOM, syariat Islam dan masih banyak lagi. Keresahan-keresahan yang mungkin semua orang Aceh khusunya perempuan juga merasakan hal yang sama. bukuini sangat bagus untuk dimiliki.


Biodata Singkat Penulis
Nama Lengkap: Khairiah, nama pena Harie Khairiah

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

MENTERI KEBUDAYAAN RI SAMPAIKAN KULIAH UMUM DI ISI PADANGPANJANG

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com