POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Resensi

Kegelisahan Ida Fitri Terhadap Neraka Perempuan di Aceh

Redaksi by Redaksi
Oktober 30, 2024
in Resensi
0
Kegelisahan Ida Fitri Terhadap Neraka Perempuan di Aceh - 2232f207 2065 474e 974a 4f9f81b5b850 | Resensi | Potret Online

Oleh Harie Khairiah


Judul: Neraka yang Turun ke Kebun Kelapa

Penulis: Ida Fitri

Baca Juga
  • Kegelisahan Ida Fitri Terhadap Neraka Perempuan di Aceh - 0d6677c8 09a5 4495 a25d 58d4d8a0f631 | Resensi | Potret Online
    # Bedah Puisi
    Slow Productivity
    01 Jan 2026
  • 02
    Bedah buku
    SEPERTI BULAN DAN MATAHARI
    16 Jul 2021

Penerbit: Marjin Kiri

Cetak: Desember 2023

Baca Juga
  • Kegelisahan Ida Fitri Terhadap Neraka Perempuan di Aceh - 75d44f6f 3e58 4879 b79d 295313ccac9d | Resensi | Potret Online
    Resensi
    Buku ( Tak) Terlarang
    17 Feb 2026
  • Kegelisahan Ida Fitri Terhadap Neraka Perempuan di Aceh - 6C31CD38 5347 4322 A231 77153522B91D | Resensi | Potret Online
    Buku
    Bukan Suami Idaman
    26 Apr 2023

Halaman: 124 halaman

ISBN: 978–602–0788–48–7

Baca Juga
  • Kegelisahan Ida Fitri Terhadap Neraka Perempuan di Aceh - CDD8E19A C460 4F73 9C5C 134705EC4232 | Resensi | Potret Online
    POTRET Budaya
    Mencetak Sastrawan Dunia
    09 Jan 2023
  • 02
    Biografi
    PETUALANGAN SEORANG DOSEN
    15 Okt 2021

D33C18CB-77A9-49CB-8CA8-5E00A1E653C1.jpg

Keresahan Ida Fitri Tentang Neraka Perempuan di Aceh

Kepiawaian Ida Fitri dalam merangkai kata menjadi sebuah cerita tak perlu diragukan. Ini terbukti dari banyak Cerpennya yang dimuat di berbagai surat kabar bergengsi di tanah air. Sebanyak delapan belas cerpennya yang mengambil latar tempat daerah Aceh, kemudian dirangkum menjadi sebuah kumcer dengan judul “Neraka yang Turun ke Kebun Kelapa”

Cerita Fiksi Yang Begitu Nyata

Melalui buku ini, Ida  memaparkan sisi Aceh yang lain dengan penuh warna,  begitu nyata, seolah penulis sedang membagi pengalamannya pribadi dan kita membacanya, layaknya kita membaca diary Pribadi yang mengulang kisah-kisah lalu, yang terkadang penuh luka, cobaan, pelajaran-pelajaran dalam kehidupan, serta kenyataan pahit.

Seperti cerita yang berjudul bayangan bahtera Nuh (hal 28), pembaca cerita ini seolah-olah diajak menjadi sosok Namaha yang sedang mengambil selembar catatan yang ditulis di kertas lusuh dan mulai membacanya.

Siapapun yang pernah merasakan dahsyatnya Tsunami, bagaimana bertahan hidup setelah tsunami berlalu, pasti akan menjadi emosional membaca kisah ini. Seolah flash back ke diri sendiri, ketika terpisah dengan keluarga, orang yang tersayang, mencoba mencari mereka di antara mayat-mayat yang berlumuran lumpur, belum kering air mata isu penjarahan merebak. Sudah jatuh tertimpa tangga, orang-orang takbertanggung jawab, memanfaatkan kemalangan orang lain hanya demi keuntungan pribadi, mayat yang dipotong jarinya karena menggunakan cincin, penjarahan rumah kosong, yang terkena imbas tsunami.

Mari beranjak ke cerita sore sebelum kenduri (hal 83), sebuah tradisi yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh. Gotong-royong dalam mempersiapkan pesta(kenduri) dari mempersiapkan rumah hingga memasak, sambil saling bercerita, bertukar informasi dan juga terkadang bergosip seperti yang dilakukan Wa Rabumah dan Kak Na.

Dalam cerita ini, membahas isu perempuan, berstatus janda(Kak Nun) yang menyukai lelaki yang lebih muda (Nyak Syukri) dan kemudian menjadi suaminya. Pernikahan yang dianggap tak pantas karena perbedaan usia yang banyak, sehingga menjadi buah bibir di kampong tersebut.

Menggunakan Analogi

Melalui kumcer ini kita dapat merasakan, Ida Fitri merupakan sosok yang peka terhadap isu-isu sosial yang berada di sekitarnya, keresahan-keresahan Ida ini, ditambah pengetahuan yang dia punya, bacaan yang dia baca, menghasilkan cerita-cerita yang apik untuk dibaca, mulai dengan bahasa yang ringan sehingga sekali baca  orang langsung mengerti apa yang Ida maksud.

Ada juga bahasa yang membingungkan pembacanya, layaknya cerpen karya Franz Kafka dan Jorge Luis Borges. Pembaca diajak menebak-nebak maksud cerita ini ke arah mana, jawaban pastinya hanya pembaca dengan  literasi yang tinggi dan penulis yang tahu pasti maksudnya.

Seperti cerita berjudul Pemikul Jamban, Narator membuka ceritanya dengan sebuah mimpi yang dia alami selama tiga hari berturut-turut, yakni masuk ke sebuah jamban dengan kebutuhan mendesak. Mimpi melihat kotoran itu pertanda keberuntungan menurut Cuda Barein. (hal23).

Cerita menjadi menarik ketika narator bangun pagi, dia melihat orang-orang memikul jamban dengan kepalanya, jamban beserta sumurnya dipikul dengan ganjil di atas kepala, dan ini bukan mimpi. Mengajak kita berpikir, arti dari jamban yang dipikul di atas kepala itu apa?

Cerita lain, yang menggunakan analogi di buku ini di antaranya neraka yang turun di kebun kelapa, ratu laron, legenda burak,

Neraka Perempuan di Aceh

Ada banyak cerita tentang perempuan di Aceh, kepatuhannya, kesetiannya, kerasnya, perjuangannya, kepintarannya.  Ida mengangkat  beberapa isu tersebut, dipadukan dengan cerita Alquran, syariat Islam di Aceh yang seolah berat sebelah(seperti dalam cerita perilaku penyembah pohon)hanya perempuan yang lebih banyak diberi aturan dan masih banyak lagi.

Contohnya cerita neraka yang turun ke kebun kelapa, cerita utama yang menjadi cover kumcer ini. Diawali dengan kisah pembagian air di sawah, perkara yang tidak sesederhana kelihatannya, pada suatu masa dulu ada sebuah keluarga pernah saling membacok karena masalah air sawah (hal 38).

Klimaksnya ketika Dali melihat kobaran neraka melahap tubuh telanjang seorang wanita di langit di atas kebun kelapa yang ternyata istrinya.  Membuat Dalil histeris. Maryam istrinya bukan jenis perempuan yang banyak bicara, dia melakukan kewajibannya sebagai istri dalam diamnya, ia tidak pernah membantah Dali, ia bahkan mengutamakan Dali dari  pada keinginannya sendiri.(hal 42)

Tuhan telah menjamin surga untuk perempuan yang menuruti sang suami, kenapa juga neraka itu melahap Maryam? (hal43) Pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan besar bagi pembaca cerpen ini. Pembaca yang tidak jeli, tidak akan paham, kecuali dia membaca dengan seksama.

Ida paham betul bagaimana bercerita tentang Aceh melalui kumcer ini. Topik-topik hangat di Aceh seperti ganja, kenduri, GAM, tsunami, PKI, peristiwa DOM, syariat Islam dan masih banyak lagi. Keresahan-keresahan yang mungkin semua orang Aceh khusunya perempuan juga merasakan hal yang sama. bukuini sangat bagus untuk dimiliki.


Biodata Singkat Penulis
Nama Lengkap: Khairiah, nama pena Harie Khairiah

Previous Post

Terkikisnya Etika Pelajar

Next Post

MENTERI KEBUDAYAAN RI SAMPAIKAN KULIAH UMUM DI ISI PADANGPANJANG

Next Post

MENTERI KEBUDAYAAN RI SAMPAIKAN KULIAH UMUM DI ISI PADANGPANJANG

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah