• Latest
Buku ( Tak) Terlarang - 75d44f6f 3e58 4879 b79d 295313ccac9d | Resensi | Potret Online

Buku ( Tak) Terlarang

Februari 17, 2026
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Buku ( Tak) Terlarang - 1001348646_11zon | Resensi | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Buku ( Tak) Terlarang - 1001353319_11zon | Resensi | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Buku ( Tak) Terlarang - 1001361361_11zon | Resensi | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Buku ( Tak) Terlarang

Redaksi by Redaksi
Februari 17, 2026
in Resensi
Reading Time: 3 mins read
0
Buku ( Tak) Terlarang - 75d44f6f 3e58 4879 b79d 295313ccac9d | Resensi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Riazul Iqbal 

Membaca Buku Reset Indonesia,  langsung membuat kita mengelus dada tentang nafsu penguasa dalam mengelola Indonesia. Sungai tercemar, industri kacau dan kebijakan, tanpa memikirkan apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat.

Dalam buku ini dibeberkan banyak fakta tentang tambang yang telah merusak lingkungan berpuluh tahun, meninggalkan berbagai luka bagi masyarakat. Warga di sekitar tambang tetap miskin. Udara, dan air tercemar. Nelayan dan petani menjadi profesi mentereng karena lahan dan laut terus-menerus berkurang kualitasnya, akibat industri dan tambang. 

Baca Juga
  • Bukan Suami Idaman
  • TALKING TO STRANGERS

Buku yang ditulis oleh Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu ini adalah hasil dari perjalanan mereka keliling Indonesia via tiga ekspedisi lintas generasi (Farid dan Dandhy sudah tua, sedangkan dua lagi generasi muda). Mereka selama beberapa tahun melakukan ekpedisi Zamrud Khatulistiwa, Indonesia Biru, dan Indonesia Baru demi menelusuri ribuan kilometer perjalanan demi merekam wajah Indonesia yang sesungguhnya. 

Pemerintah menurut buku ini terlalu terburu-buru. Ekonomi harus meningkat, investasi harus masuk besar-besaran, supaya Indonesia maju. Padahal banyak hal baik yang lahir dari masyarakat yang perlu dikembangkan. Ekonomi kerakyatan bisa dibentuk melalui koperasi yang dikelola oleh beragam pengusaha dan petani lokal. 

Baca Juga
  • Slow Productivity
  • PETUALANGAN SEORANG DOSEN

Koperasi Keling Kumang misalnya. Diambil dari nama tokoh cerita rakyat Dayak, koperasi ini sudah besar dan memiliki konglomerasi bisnis seperti hotel, kampus, sekolah, market dan pengelola ekowisata. 

Koperasi melibatkan masyarakat dan mereka berpartisipasi besar dalam kebijakan, bukan seperti investor yang ekslusifdan tak peduli tentang alam sekitar karena mungkin tak punya rasa memiliki daerah tempat mereka berinvestasi. 

Baca Juga
  • SEPERTI BULAN DAN MATAHARI
  • Resensi Buku Takziah

Alam Indonesia sangat kaya akan tanaman dan fauna, sayang sekali kalau dirusak untuk monokultur. Perkebunan sawit merusak alam dan pemandangan. Ada sebuah program yang baik seperti wakaf hutan menyelamatkan banyak hal, menjaga kelestarian alam, sehingga ekosistemnya terjaga. Rakyat terbantu ekonominya karena bisa memetik dan memanen hasil alam dengan melimpah. 

Ajaran Islam wakaf membuat tanah yang diwakafkan tidak boleh diperjualbelikan lagi, sehingga hutan yang diwakaf harus tetap jadi hutan tak boleh disalahgunakan.

Dengan pelestarian alam laut dan hutan maka perkembangan biakan ikan semakin aman dan indah. tak perlu banyak, tapi hasil alam cukup untuk kita semua. Kurangi keserakahan dan keinginan untuk cepat besar tapi mengorbankan alam. 

Buku yang dilarang untuk dibedah di beberapa tempat,  karena ada isu makar. Padahal ide makar (menjadikan Indonesia negara federal) itu hanya ide untuk mengelola Indonesia lebih baik, karena tak semua pulau cocok dengan ide pusat dalam perkembangannya. Misalnya MBG, kadang ada daerah yang sangat diperlukan sekarang adalah fasilitas pendidikan, bukan makan. Ada daerah yang perlu hutan dijaga karena mereka sudah berpenghasilan dengan kelestarian hutan tempat mencari makanan dan sungai-sungai untuk mencari ikan. 

Indonesia bukan tak punya apa-apa, sehingga kita harus tergantung utang asing dan investasi. Banyak Hal bisa kita jual dan sangat berharga. Misalnya alam yang Gibran katakan Carbon Capture storageyang tak muncul moncongnya sampai sekarang. Alam yang indah jadi destinasi wisata tanpa harus dibeton dan mengusir penduduknya seperti yang terjadi di pulau Komodo. 

Seperti kata Benaya Harobu di akhir buku, semoga anaknya Hiro dan anak-anak cucu Indonesia bisa menikmati alam negerinya yang indah.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Buku ( Tak) Terlarang - 7533b1b4 150e 48b3 911c 533db5b66b89 | Resensi | Potret Online

Meugang yang Basah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com