• Latest

SEPERTI BULAN DAN MATAHARI

Juli 16, 2021
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

SEPERTI BULAN DAN MATAHARI

Redaksi by Redaksi
Juli 16, 2021
in Bedah buku, Buku, Indonesia, Resensi
Reading Time: 4 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

 

Oleh Satria Dharma

Berdomisili di Surabaya

“Apa yang dibutuhkan untuk memoderatkan cara berpikir beberapa pesantren yang ekstrem hanyalah dengan memberikan ilmu pengetahuan.”(Stanley J. Harsha)

Ini adalah judul buku yang saya baca mulai kemarin dan akan menemani saya dalam perjalanan ke Bali pagi ini. Buku ini sangat menarik dan membuat saya merasa bahwa buku ini perlu dibaca oleh masyarakat Indonesia (saya selalu merasa demikian, jika menemukan buku-buku bagus. Everybody should read this good book, I always say to myself). 

Buku ini ditulis oleh Stanley Harsha (saya yakin Anda akan mengira penulisnya orang Indonesia karena nama belakangnya Harsha). Tidak. Stanley J. Harsha adalah seorang mantan diplomat Amerika yang ‘bule deles’. Tapi Stanley beristrikan seorang wanita Indonesia, seorang putri Solo, cucu buyut dari Ki Padmosusastro seorang sastrawan Jawa, dan telah tinggal di Indonesia selama hampir 30 tahun. Itulah sebabnya Stanley dianggap sebagai “Satu Orang Dua Tanah Air” oleh Azyumardi Azra dalam pengantarnya atas buku ini. 

Stanley yang benar-benar mempelajari segala hal tentang Indonesia dalam tugasnya sebagai diplomat dan juga larut dalam budaya Indonesia karena tinggal, hidup, dan beristrikan seorang putri Solo, mungkin lebih mengenal Indonesia daripada kebanyakan daripada kita. 

Buku ini adalah tentang Indonesia dalam pandangan seorang diplomat Amerika. Ia hidup dan mencintai Indonesia dengan kecintaan yang sangat tinggi, tapi tetaplah berpikir dan bersikap sebagai seorang Amerika. Bukan sekadar sebagai warganegara Amerika, tapi seorang diplomat Amerika yang ehem…seorang mualaf. (aku kok yo mesti kudu ngguyu soal mualap-mualapan iki). Stanley belajar tentang Islam dari Gus Dur sebelum memutuskan untuk menjadi mualaf sebagai syarat untuk menikahi Henny Mangoendipoero, Sang Putri Solo. Itu sebabnya buku ini menjadi sangat menarik. 

Jika Anda kebetulan menemukan buku ini di rak buku toko buku atau perpustakaan, ambil dan bacalah. Anda akan mendapatkan pencerahan dan pemahaman dari orang yang sangat otoritatif tentang pandangan Amerika mengenai Indonesia. “Ini adalah sebuah buku tentang kepedulian seorang Amerika terhadap Indonesia.” demikian kata Stanley sendiri dalam kata pengantarnya. “Jika saya dinilai terlalu kritis, hal itu dilakukan dengan harapan untuk dapat mendiskusikan masalah-masalah penting di antara dua negara. “

“Buku ini memuat hal-hal yang ringan dan romantik, namun ada sisi lain yang lebih gelap dan serius. Memadukan budaya Amerika dengan budaya Indonesia sangatlah sulit, tetapi kesudahannya sungguh mengasyikkan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya orang Amerika yang jatuh cinta pada Indonesia, dan demikian pula sebaliknya, banyak orang Indonesia yang jatuh hati pada Amerika.” Demikan katanya sebagai penutup.

“…Buku ini membawa pesan penting tentang cinta dan perdamaian seperti yang dialami seseorang yang menghabiskan hidup kariernya dan sesudahnya, membangun jembatan antarbangsa di dunia.” (Endi Bayuni, Redaktur Senior The Jakarta Post).

Surabaya, 16 Juli 2019

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Sarjana BK Dilarang Menganggur

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com