🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Herry Tany
pagi sekali abah pergi dengan semangat yang terpaksa
demi anak
demi istri
demi membayar kontrakan yang masih nunggak tiga bulan
abah nafkahi kami
dengan ilmu
pengalaman
menghadapi nasib
membuka tabir gelap
agar hidup itu tetap hidup dan terus hidup
pagi siang sore malam abah terus memacu dan
mengayuh becak kehidupan
meski jalannya terjal penuh liku
kadang walaupun sudah berhati-hati tapi tetap
saja ditangkap satpol
📚 Artikel Terkait
saban hari kita makan nasi aking
niatnya pingin ngirit biar jadi orang kaya
tapi hasil setoran tiap hari dicekik cukong
sejahtera kaya raya cuma mimpi malam buta
keadilan sudah tidak melirik kita
bahkan menjauh dan meludahi kaum papa nan dhuafa
ia berubah jadi durjana bagai wayang dimainkan dalang penguasa
Jakarta, 010825
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






