• Latest
Abah dan Becak Tua - IMG 20250803 WA0002 | Baca Puisi | Potret Online

Abah dan Becak Tua

Agustus 3, 2025
Ilustrasi kerumunan orang menatap ponsel di bawah panggung politik dengan figur pemimpin yang dikendalikan seperti boneka oleh tangan besar di atasnya, menggambarkan manipulasi, popularitas, dan hilangnya akal sehat dalam demokrasi.

Menuju Bangsa Goblok (MBG)

April 23, 2026
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Abah dan Becak Tua - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | Baca Puisi | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
2ba083ca-6b42-4301-9181-39025ceadd55

Hikayat Negeri Para Kuli dan Berhala Hijau

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Abah dan Becak Tua

Redaksi by Redaksi
Agustus 3, 2025
in Baca Puisi
Reading Time: 1 min read
0
Abah dan Becak Tua - IMG 20250803 WA0002 | Baca Puisi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS


Oleh Herry Tany

pagi sekali abah pergi dengan semangat yang terpaksa
demi anak
demi istri
demi membayar kontrakan yang masih nunggak tiga bulan

abah nafkahi kami
dengan ilmu
pengalaman
menghadapi nasib
membuka tabir gelap
agar hidup itu tetap hidup dan terus hidup

Baca Juga
  • Elegi Negeri Nan Gelap Padam
  • Halimah Munawir Gugat Diam atas Bencana Aceh di TIM

pagi siang sore malam abah terus memacu dan
mengayuh becak kehidupan
meski jalannya terjal penuh liku
kadang walaupun sudah berhati-hati tapi tetap
saja ditangkap satpol

saban hari kita makan nasi aking
niatnya pingin ngirit biar jadi orang kaya
tapi hasil setoran tiap hari dicekik cukong
sejahtera kaya raya cuma mimpi malam buta

Baca Juga
  • 10 Penyair Hebat Sumbar dan Prof Hashim Yaacob Malaysia Baca Puisi pada Merdeka Berkarya SatuPena Sumbar
  • Merajut Toleransi di Tengah Keberagaman

keadilan sudah tidak melirik kita
bahkan menjauh dan meludahi kaum papa nan dhuafa
ia berubah jadi durjana bagai wayang dimainkan dalang penguasa

Jakarta, 010825

Baca Juga
  • PUISI-PUISI HERI ISNAINI
  • MILAD KUFLET KE-27: SULAIMAN JUNED LELAKI DISIPLIN YANG GELISAH

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Abah dan Becak Tua - 2025 08 03 09 52 18 | Baca Puisi | Potret Online

Zab Bransah, Pemuisi Negeri Aceh-Malaysia

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com