POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Jendela Istana Hamatisa

Teuku MasrizarOleh Teuku Masrizar
August 1, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Bagian kedua

Oleh Teuku Masrizar

Berdomisili di Tapaktuan, Aceh Selatan

Raja Kreobot semakin bigung menghadapi situasi negeri yang serba sulit. Tidak saja pendapatan negeri anjlok akibat produksi dalam negeri menurun dan tidak diterima di pasar luar negeri. Karena Padi dan tembakau dua komoditi unggulan dan andalan Hamatisa produktifitasnya menurun. Kondisi politik pun semakin carut marut. Seakan negeri Hamatisa ada kekuatan lain yang mengendalikan di luar kekuasaan raja.

Laban sang adik sebagai pengeran di Negeri Hamatisa yang diangkat sebagai kepala BUNH (Badan Usaha Negeri Hamatisa) memiliki kebiasaan berfoya-foya, hedon. Bisa jadi salah satu penyebab merosotnya pendapatan negeri. Pangeran Laban sebenarnya orang cerdas, luwes dalam bergaul serta mendapatkan pendidikan luar negeri seharusnya dapat diandalkan dalam membantu pemerintahan dan pembangunan negeri Hamatisa, namun karena prilaku dan moralitas orang sekililingnya sangat mempengaruhi kebijakan untuk memajukan BUNH.

Tiada hari tanpa pesta, itu gambaran tepat untuk sosok Pangeran Laban. Bersama para direktur dan kepala unit-unit usaha dibawah BUNH sering melakukan lawatan luar negeri membangun hubungan diplomatik dan kerjasama dagang. Namun tak satupun negara yang tertarik diplomatik ala Laban. Hanya alasan semata, sesungguhnya sang pangeran hanya untuk jalan-jalan, berfoya-foya dan menghabiskan uang negeri Hamatisa. Pada gilirannya tidak satu negerapun yang mau mengikat kerjasama ekspor-impor baik padi atau tembakau, karena kualitas, keberlanjutan dan rantai pasoknya panjang sehingga harga eksport diatas rata-rata negara lain.

Sementara infrastruktur pendukung komoditi padi dan tembakau semakin menurun karena usia dan akibat bencana alam. Lahan-lahan pertanian dan irigasi rusak. Pasokan air menurun dan alat produksi pertanian semakin berkurang. Sementara mesin pertanian pun semakin tua dan rusak. Lengkap sudah derita Hamatisa.

📚 Artikel Terkait

Pemko Banda Aceh Siap Sukseskan Tahapan Pemilu 2024 Mendatang

Koperasi Desa Merah Putih itu, Jelas Top Down dan Ulang Kesalahan Sejarah Lama

Konsitusi Hanya Jadi Puisi, Tanpa Wujud yang Nyata

Gubahan Nesa Arya

Disisi lain daya beli masyarakat menurun, beras langka dan mahal. Untuk mendapatkannya harus antri. Pusat perbelanjaan dan pasar kurang pembeli, warung-warung banyak tutup. Sebagian karyawan di pabrik rokok malrborok terkena pehaka. Cukup ruwet masalah Hamatisa.

Raja Kreobot memanggil adiknya Laban, minta pandangan menghadapi situasi sulit ini. Laban memberikan dua strategi untuk memperbaiki situasi dan kondisi, pertama, minta izin melakukan kunjungan lawatan ke beberapa negara untuk mendapatkan bantuan pinjaman, kedua, mengantikan para pembantu dan kabinet negeri Hamatisa. Kreobot sepakat dengan gagasan adiknya, dan memerintah adiknya untuk berangkat mendapatkan pinjaman dan bantuan luar negeri.

Keesokan harinya pangeran Laban beserta rombongan melakukan perjalanan untuk mendapatkan bantuan dan pinjaman dari negara luar. Kali ini tujuannya adalah negara-negara maju yang belum pernah didatanginya. Alhasil negara-begara maju tidak dapat diyakinkan, pinjaman dan bantuan belum dapat dibawa ke negeri Hamatisa, banyak uang yang dihabiskan hanya sekedar kunjungan wisata saja. Fasilitas mewah dengan biaya tinggi menjadi sia-sia akibat komunikasi dan diplomasi yang tidak baik.

Raja Kreobot semakin tersudut, aksi protes dan demo terjadi setiap hari. Solusi mengatasi keterpurukan ekonomi belum juga didapat. Tidak ada pilihan lain bongkar kabinet untuk mengalihkan issue ekonomi. Keesokan harinya Kreobot melakukan komprensi pers, semua media diundang. Dia menjelaskan kondisi ini disebabkan ketidakmampuan para pembantunya dalam menjalankan tugas dan kewenangan dibidang masing-masing. Banyak pejabat akan segera diganti.

Raja Kreobot sangat cemas dengan situasi yang sangat buruk dan sulit terkendali ini. Harus cepat, Dia tidak lagi menggunakan standar dan skema pergantian pejabatnya. Harus segera.

Kembali Raja Kreobot menikmati kopi pahit dan kepulan marlborok didepan jendela istana, dia melayangkan pandangannya. Jauh disana terlihat sawah-sawah kering, kebun tembakau merangas dan lereng-lereng bukit yang tandus. Dia menghela nafas perlahan sembari menarik sebatang marlborok dari bungkusnya. Tak terlalu jauh dari jendela banyak yang sedang seruput kopi sambil berkelakar dengan sesekali terdengar mereka tertawa kecil, takut terganggu raja.

Daripada buang waktu, lebih baik mereka diluar jendela saja yang akan menggantikan pejabat sekarang, guman Kreobot dalam hati. Tanpa pokir panjang dan mekanisme administrasi, siangnya Raja Kreobot mengganti dan melantik pejabat lama dengan pejabat baru. Ternyata Jendela Istana begitu bermakna bagi negeri Hamatisa

Catatan :
NEGERI HAMATISA (Hana Maju Tinggay Sabee) sebuah negeri imajiner

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Teuku Masrizar

Teuku Masrizar

Teuku Masrizar Peminat Lingkungan, berdomisili di Tapaktuan, Aceh Selatan

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Lentera Jum’at: 3 Pesan Rasulullah yang Menjadi Cahaya Hidup Umat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00