Oleh Muslimin Lamongan
renik ini masih keliaran sangkal
indera sekadar alat tanpa nurani
lugas semesta ini adaNya
mati logika terkapar rasa
labirin mencari sanggah eksistensi
lahir biak alamiah sendiri
Dia dibenam purba hikayat tak berarti
nun disukun dianggap imaji
Ibrahim mencariNya disangka alibi
renik melantang dalam tempurung majasi
Dia memanggil semakin jauh berlari
mengelanai sia-sia duniawi
mengendarai sifana renta tanpa sadari
layat itu usai menolak perjalanan abadi
hingga tangis kelayung menjemput
hingga sekarat meronta jerit langit
hanya sunyi waktu telah berlalu
teman sejati pergi, renik tersungkur sesal tiada arti
Lamongan, 26 Juli 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














Discussion about this post