🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Muslimin Lamongan
renik ini masih keliaran sangkal
indera sekadar alat tanpa nurani
lugas semesta ini adaNya
mati logika terkapar rasa
labirin mencari sanggah eksistensi
lahir biak alamiah sendiri
Dia dibenam purba hikayat tak berarti
nun disukun dianggap imaji
Ibrahim mencariNya disangka alibi
renik melantang dalam tempurung majasi
Dia memanggil semakin jauh berlari
mengelanai sia-sia duniawi
mengendarai sifana renta tanpa sadari
layat itu usai menolak perjalanan abadi
hingga tangis kelayung menjemput
hingga sekarat meronta jerit langit
hanya sunyi waktu telah berlalu
teman sejati pergi, renik tersungkur sesal tiada arti
Lamongan, 26 Juli 2025
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






