• Latest
Merayakan Hari Anak Nasional di Era Kecerdasan Artifisial

Merayakan Hari Anak Nasional di Era Kecerdasan Artifisial

Juli 23, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Merayakan Hari Anak Nasional di Era Kecerdasan Artifisial

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Juli 23, 2025
in Artificial Intelligence, Artikel
Reading Time: 3 mins read
0
Merayakan Hari Anak Nasional di Era Kecerdasan Artifisial
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah dan Ketua Satupena Kabupaten Blora

Hari Anak Nasional (HAN) setiap 23 Juli adalah momen reflektif bagi bangsa untuk meneguhkan komitmen terhadap pemenuhan hak-hak anak.
Di era Kecerdasan Artifisial (AI), peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan untuk menata masa depan generasi muda dengan pendekatan baru yang adaptif, cerdas, dan berkarakter.

Anak-anak Indonesia hari ini tumbuh dalam lanskap digital yang penuh tantangan sekaligus peluang.
Kehadiran AI telah mengubah cara anak belajar, bermain, bahkan berinteraksi, menjadikan teknologi sebagai bagian dari dunia batin dan keseharian mereka.

Namun, euforia akan kemajuan teknologi harus dibarengi dengan refleksi kritis.
Apakah AI benar-benar menghadirkan ruang tumbuh yang sehat bagi anak, atau justru menjadi medan baru eksploitasi, isolasi, dan kecanduan digital?

Merayakan HAN di era AI berarti menumbuhkan kesadaran bahwa perlindungan anak kini tak hanya soal makanan, pendidikan, atau kesehatan.
Tetapi juga soal literasi digital, keamanan data pribadi, dan pembentukan karakter di ruang maya yang tak berbatas.

Pendidikan karakter menjadi kata kunci.
AI dapat mempercepat pembelajaran, tetapi tidak bisa menggantikan empati, moralitas, dan nilai kemanusiaan yang harus ditanamkan sejak dini oleh keluarga dan sekolah.

Teknologi bukan musuh anak-anak, melainkan alat.
Maka, menjadi tugas orang dewasa untuk memastikan bahwa anak-anak menggunakan AI untuk berkembang, bukan untuk dikendalikan atau teralienasi dari realitas sosialnya.

Di sisi lain, anak-anak juga harus dilatih menjadi kreator, bukan sekadar pengguna pasif.
AI harus dimaknai sebagai ruang berekspresi dan berkarya, seperti menciptakan konten edukatif, animasi, atau aplikasi sederhana sesuai usia dan bakat.

Karenanya, momentum HAN menjadi sangat strategis untuk menggelorakan kembali semangat tumbuh bersama teknologi.
Kegiatan seperti lomba menulis, coding untuk anak, atau diskusi tentang keamanan digital adalah contoh perayaan yang edukatif sekaligus inspiratif.

Pemerintah, sekolah, dan komunitas perlu bersinergi untuk menghadirkan ekosistem digital yang ramah anak.
Bukan hanya dengan regulasi, tetapi juga dengan pendampingan aktif dan ruang dialog yang sehat antara generasi muda dan dewasa.

Tak kalah penting adalah pemberdayaan anak di wilayah tertinggal dan marjinal agar tidak tertinggal dalam arus AI.
Keadilan digital adalah bagian dari hak anak yang tak boleh diabaikan dalam narasi transformasi teknologi nasional.

Refleksi HAN di era AI juga menantang kita untuk melihat anak bukan sebagai objek perlindungan semata.
Mereka adalah subjek yang mampu berperan dalam perumusan masa depan, bahkan ikut menyuarakan pandangan tentang dunia yang mereka warisi.

Kita butuh ruang-ruang mendengarkan, bukan hanya ruang mengajarkan.
Kita perlu lebih banyak bertanya: “Apa yang anak-anak pikirkan tentang AI, tentang masa depan, tentang dunia mereka sendiri?”

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

AI bisa menyimpan informasi, tetapi anak-anaklah yang menyimpan harapan dan arah peradaban.
Dengan bimbingan yang tepat, mereka bisa menjadikan AI sebagai alat pembebasan, bukan jerat kebebasan.

ADVERTISEMENT

Merayakan HAN hari ini berarti menyiapkan anak-anak untuk menjadi manusia digital yang utuh: cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kokoh secara moral.
Mereka bukan hanya penerus zaman, tetapi penentu arah zaman.

Di tengah laju algoritma dan transformasi teknologi, mari kita ajak anak-anak menulis masa depan dengan hati, bukan hanya dengan kode.
Karena masa depan Indonesia—dan kemanusiaan—bertumpu pada bagaimana hari ini kita memperlakukan anak-anak kita. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 309x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 272x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 235x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 222x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 180x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Ketemu Orang-Orang yang Istimewa

HABA Mangat

Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com