Dengarkan Artikel
Oleh Herry Tany
Tehnologi itu mengantarkan seluruh keluarga pergi ke dunia biru, dunia yang masing-masing ditempati seorang manusia, dunia hanya untuk seorang manusia, berjuta-juta orang yang menempatinya dengan cara satu dunia untuk satu orang, sebuah matematika biru.
Mereka tak pernah mati, karena membiarkan kata-kata mengulang dirinya sendiri dan terkubur dalam tehnologi, dalam harian pagi. Puisi-puisi gelap menggali dirinya sendiri yang terkuburkan. Para aktor bangkit untuk menjelaskan komunikasi yang dihadapi. Mereka bukan pembunuh kata-kata seperti tertulis dalam teori bahwa anak-anak akan merampas menit-menit orang tua, kemudian memindahkan jarum jam ke tempat lain, lalu membiarkannya mati di luar daerah waktu.
Semua itu hanya teori politik yang tak memiliki tuhan, hanya kongres-kongres tempat pengambilan keputusan, dan media-media pembenaran untuk setiap pembunuhan ekonomi, mereka dapat mengirim bunga, membahagiakan keluarga, mendongenngi anak dengan mantera-mantera.
Jakarta21221
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






