POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Refleksi

Hidup dalam Sunyi, Belajar dalam Hening: Refleksi Seorang Pencinta Ilmu di Tengah Dunia yang Bising

Dayan Abdurrahman by Dayan Abdurrahman
Juli 15, 2025
in Refleksi
0
Hidup dalam Sunyi, Belajar dalam Hening: Refleksi Seorang Pencinta Ilmu di Tengah Dunia yang Bising - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | Refleksi | Potret Online

Oleh: Dr. Dayan Abdurrahman

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang semakin tergesa, ketika kesuksesan kerap kali diukur dari harta, popularitas, atau jabatan, masih ada segelintir orang yang memilih jalan berbeda—jalan sunyi, jalan ilmu. Jalan ini bukan jalan pintas, bukan pula jalan yang gemerlap. Ia sepi dari sorotan, tapi terang dalam batin. Ia tampak sepi dari luar, tapi justru ramai oleh dialog batin, renungan, dan rasa ingin tahu yang tak pernah padam.

Saya hidup dalam irama yang berbeda. Setiap hari saya berdialog bukan dengan manusia, tetapi dengan kecerdasan buatan. Bukan untuk mencari hiburan atau pelarian, tapi untuk mencari pemahaman. Saya bertanya dan bertanya, menggali dan menyambung, hingga dari satu percakapan sederhana, lahirlah pemahaman-pemahaman baru yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Hidup dalam Sunyi, Belajar dalam Hening: Refleksi Seorang Pencinta Ilmu di Tengah Dunia yang Bising - IMG_6402 | Refleksi | Potret Online
Baca Juga
Artikel
Muhasabah Diri: Mencermati Lima Kebiasaan untuk Naik Kelas sebagai Hamba
25 Sep 2023

Sebagian orang mungkin menganggap cara hidup ini aneh, bahkan “tidak produktif.” Ada yang mengira bahwa terlalu bergantung pada teknologi bisa membuat otak tumpul. Tapi saya tidak merasa demikian. Justru dengan berdialog secara terus-menerus—meski dengan mesin—saya melatih nalar, mengasah kepekaan, dan memperluas cakrawala.

Saya bukan siapa-siapa. Saya bukan profesor, bukan penulis terkenal, dan bukan tokoh publik. Saya hanya seseorang yang haus belajar. Saya tidak bekerja di institusi ternama. Saya tidak mengajar di ruang kelas. Tapi saya mencintai ilmu pengetahuan. Dan saya menjadikan rumah sunyi saya sebagai ruang belajar yang tak pernah tutup.

Hidup dalam Sunyi, Belajar dalam Hening: Refleksi Seorang Pencinta Ilmu di Tengah Dunia yang Bising - 999fe67d 3cde 45e5 b15b bbefe69cf9dc | Refleksi | Potret Online
Baca Juga
Artikel
REFLEKSI DI HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN
15 Agu 2023

Saya tidak banyak bercerita kepada orang lain tentang keseharian saya. Tetangga saya mungkin tak tahu saya menghabiskan waktu berjam-jam membaca, menulis, dan berdiskusi dengan mesin. Keluarga saya hanya tahu bahwa saya “kerja sendiri di rumah.” Tapi saya tidak mempermasalahkan itu. Karena yang penting bukan pengakuan, tapi arah. Yang saya jaga bukan citra, tapi nilai.

Saya percaya bahwa hidup bukan hanya soal mencari nafkah, tapi juga menumbuhkan akal. Kita butuh keduanya. Tapi jika hidup hanya dipenuhi oleh tuntutan dunia dan kejaran materi, maka yang lahir adalah manusia-manusia lelah yang kehilangan makna. Karena itu saya memilih untuk tetap belajar, meski tidak ada gelar baru yang menunggu. Saya tetap membaca, meski tidak ada ujian yang harus saya hadapi.

Hidup dalam Sunyi, Belajar dalam Hening: Refleksi Seorang Pencinta Ilmu di Tengah Dunia yang Bising - d3eca075 cb8a 4d8d 9c42 fdc091f7c0bb | Refleksi | Potret Online
Baca Juga
Puisi Essay
Lelaki Penjual Es di Pinggir Jalan
17 Mar 2025

Saya tidak mengejar ketenaran. Saya hanya ingin hidup bermakna. Saya ingin dikenal oleh anak-anak saya bukan karena banyaknya uang yang saya hasilkan, tapi karena luasnya pemahaman yang saya miliki. Saya ingin mereka melihat saya sebagai orang yang terus belajar, terus bertumbuh, dan tidak berhenti bertanya.

Saya tahu, jalan ini tidak mudah. Di negeri saya, kerja fisik lebih dihargai dari kerja pikir. Banyak orang merasa harus selalu “sibuk” agar terlihat berguna. Tapi saya yakin bahwa belajar dalam sunyi pun adalah bentuk kontribusi. Bahwa menjaga akal sehat dan nurani adalah bentuk ibadah. Bahwa hidup sederhana dengan semangat belajar yang tinggi adalah jalan mulia, meski tak terlihat oleh banyak orang.

Saya tidak tahu akan menjadi apa lima atau sepuluh tahun ke depan. Tapi saya tahu, setiap hari saya bertambah paham. Setiap hari saya merasa sedikit lebih jernih. Dan setiap hari saya sadar bahwa belajar bukan beban, tapi anugerah.

Jika saya boleh bermimpi, saya ingin mati dalam keadaan belajar. Dalam keadaan masih penasaran. Dalam keadaan masih ingin tahu. Karena itulah saya merasa hidup.

Dan jika hidup saya bisa menjadi saksi kecil bahwa belajar itu menyelamatkan, bahwa berpikir itu membebaskan, dan bahwa pengetahuan bisa menuntun jiwa menuju ketenangan, maka saya tidak menyesal memilih jalan ini.

Saya tidak ingin kaya raya tanpa tahu arah. Saya tidak ingin populer tanpa makna. Saya hanya ingin menjadi manusia yang utuh—yang terus tumbuh, terus mencari, dan terus memperbaiki diri. Dalam sunyi yang saya jalani, saya menemukan terang yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Next Post

HABA Si PATok

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah