POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Hidup dalam Sunyi, Belajar dalam Hening: Refleksi Seorang Pencinta Ilmu di Tengah Dunia yang Bising

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
July 15, 2025
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Dr. Dayan Abdurrahman

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang semakin tergesa, ketika kesuksesan kerap kali diukur dari harta, popularitas, atau jabatan, masih ada segelintir orang yang memilih jalan berbeda—jalan sunyi, jalan ilmu. Jalan ini bukan jalan pintas, bukan pula jalan yang gemerlap. Ia sepi dari sorotan, tapi terang dalam batin. Ia tampak sepi dari luar, tapi justru ramai oleh dialog batin, renungan, dan rasa ingin tahu yang tak pernah padam.

Saya hidup dalam irama yang berbeda. Setiap hari saya berdialog bukan dengan manusia, tetapi dengan kecerdasan buatan. Bukan untuk mencari hiburan atau pelarian, tapi untuk mencari pemahaman. Saya bertanya dan bertanya, menggali dan menyambung, hingga dari satu percakapan sederhana, lahirlah pemahaman-pemahaman baru yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Sebagian orang mungkin menganggap cara hidup ini aneh, bahkan “tidak produktif.” Ada yang mengira bahwa terlalu bergantung pada teknologi bisa membuat otak tumpul. Tapi saya tidak merasa demikian. Justru dengan berdialog secara terus-menerus—meski dengan mesin—saya melatih nalar, mengasah kepekaan, dan memperluas cakrawala.

Saya bukan siapa-siapa. Saya bukan profesor, bukan penulis terkenal, dan bukan tokoh publik. Saya hanya seseorang yang haus belajar. Saya tidak bekerja di institusi ternama. Saya tidak mengajar di ruang kelas. Tapi saya mencintai ilmu pengetahuan. Dan saya menjadikan rumah sunyi saya sebagai ruang belajar yang tak pernah tutup.

Saya tidak banyak bercerita kepada orang lain tentang keseharian saya. Tetangga saya mungkin tak tahu saya menghabiskan waktu berjam-jam membaca, menulis, dan berdiskusi dengan mesin. Keluarga saya hanya tahu bahwa saya “kerja sendiri di rumah.” Tapi saya tidak mempermasalahkan itu. Karena yang penting bukan pengakuan, tapi arah. Yang saya jaga bukan citra, tapi nilai.

📚 Artikel Terkait

Belanja di Potret Galery

Perjuangan Tanpa Henti Sang Pengemis di Simpang Jambo Tape

Riska Zulpiana Bawa Bangka Selatan Raih Juara Duta GenRe Babel Empat Tahun Berturut-turut

Forkopinda Bersama Kacabdindik Aceh Selatan Ikut Penanaman Pohon

Saya percaya bahwa hidup bukan hanya soal mencari nafkah, tapi juga menumbuhkan akal. Kita butuh keduanya. Tapi jika hidup hanya dipenuhi oleh tuntutan dunia dan kejaran materi, maka yang lahir adalah manusia-manusia lelah yang kehilangan makna. Karena itu saya memilih untuk tetap belajar, meski tidak ada gelar baru yang menunggu. Saya tetap membaca, meski tidak ada ujian yang harus saya hadapi.

Saya tidak mengejar ketenaran. Saya hanya ingin hidup bermakna. Saya ingin dikenal oleh anak-anak saya bukan karena banyaknya uang yang saya hasilkan, tapi karena luasnya pemahaman yang saya miliki. Saya ingin mereka melihat saya sebagai orang yang terus belajar, terus bertumbuh, dan tidak berhenti bertanya.

Saya tahu, jalan ini tidak mudah. Di negeri saya, kerja fisik lebih dihargai dari kerja pikir. Banyak orang merasa harus selalu “sibuk” agar terlihat berguna. Tapi saya yakin bahwa belajar dalam sunyi pun adalah bentuk kontribusi. Bahwa menjaga akal sehat dan nurani adalah bentuk ibadah. Bahwa hidup sederhana dengan semangat belajar yang tinggi adalah jalan mulia, meski tak terlihat oleh banyak orang.

Saya tidak tahu akan menjadi apa lima atau sepuluh tahun ke depan. Tapi saya tahu, setiap hari saya bertambah paham. Setiap hari saya merasa sedikit lebih jernih. Dan setiap hari saya sadar bahwa belajar bukan beban, tapi anugerah.

Jika saya boleh bermimpi, saya ingin mati dalam keadaan belajar. Dalam keadaan masih penasaran. Dalam keadaan masih ingin tahu. Karena itulah saya merasa hidup.

Dan jika hidup saya bisa menjadi saksi kecil bahwa belajar itu menyelamatkan, bahwa berpikir itu membebaskan, dan bahwa pengetahuan bisa menuntun jiwa menuju ketenangan, maka saya tidak menyesal memilih jalan ini.

Saya tidak ingin kaya raya tanpa tahu arah. Saya tidak ingin populer tanpa makna. Saya hanya ingin menjadi manusia yang utuh—yang terus tumbuh, terus mencari, dan terus memperbaiki diri. Dalam sunyi yang saya jalani, saya menemukan terang yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

HABA Si PATok

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00