POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Puisi-Puisi Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi SulaimanOleh Ilhamdi Sulaiman
July 13, 2025
Puisi-Puisi Ilhamdi Sulaiman
🔊

Dengarkan Artikel

Delapan Puluh Tahun Menanak Angin

Karya Ilhamdi Sulaiman.

   Kami menanak angin

   bukan karena ingin

   tapi karena nasi terlalu mahal

   untuk sekadar bermimpi kenyang.

   Kami menjemur pakaian dan harapan

   keduanya seringkali tak kering

   karena hujan janji datang terlalu sering.

   Delapan puluh tahun,

   pidato dikumandangkan

   tapi suara kami masih bergaung

   dari warung kopi

   dari kolong jembatan,

   dari masjid kecil

   yang azannya serak pelan.

   Negeri ini berjalan dengan sepatu,

   sementara kami bertelanjang kaki

   di jalanan yang retak

   oleh rencana pembangunan.

   Tapi kami tak berhenti.

   Karena meski hari ini

   kami menanak angin—

   kami percaya,

   besok pagi ada remah

   yang gugur dari langit

   atau ladang yang kembali hijau

   oleh tangan yang tak lelah berdoa.

   Kami menanak angin,

   tapi iman kami tidak menguap.

   Kami tetap hidup,

📚 Artikel Terkait

Kulukis Wajahmu di Angan

Mengenal Bupati Aceh Selatan yang Pergi Umrah di Saat 173 Jiwa Tewas

Negeri Kesepian

Kartini dan Cahaya dari Al-Qur’an

   meski negeri ini lebih suka

   menjanjikan harap

   ketimbang menggenggam nasib.

    28 Juni 2025

Merdeka yang Tertinggal di Pintu Rumah.

   Merdeka,

   pernah mampir ke desa kami,

   tapi tak sempat masuk.

   Ia berhenti di pintu,

   menyeka peluh,

   lalu pergi

   karena rumah kami terlalu sempit

   untuk menampung janji.

   Kami kibarkan bendera di hari merdeka,

   tiangnya dari pelapah rumbia.

   Kami nyanyikan lagu kebangsaan,

   walau suaranya kalah oleh bunyi perut.

   Setiap hari.

   Setiap tahun, kami menonton upacara

   di televisi tetangga.

   Menunggu:

   kapan nama kami disebut?

   kapan gaji kami naik?

   kapan jalan kampung kami disemen?

   Hanya spanduk bantuan

   yang bersuara paling nyaring.

   Kami cuma ingin:

   sekolah yang tak bocor,

   puskesmas yang tak kehabisan obat,

   harga beras yang tak naik

   sebelum subuh mengalahkan kokok ayam.

   Merdeka

   tertinggal di teras rumah kami,

   bersama sandal plastik

   dan setumpuk tagihan

   karena jendelanya tertutup

   oleh tangisan rakyat.

   Merdeka yang tertinggal di pintu rumah

   akan kami jemput:

   dengan sabar,

   dengan suara,

   yang pelan-pelan

   akan membangunkan negeri.

    Jakarta,25 Juni 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman (Boyke Sulaiman) I Lahir 68 tahun lalu di Medan pada tanggal 12 September 1957. Menamatkan pendidikan sarjana Sastra dan Bahasa Indonesia di Universitas Bung Hatta Padang pada tahun 1986. Berkesenian sejak tahun 1976 bersama Bumi Teater Padang pimpinan Wisran Hadi. Pada tahun 1981 mendirikan Grup Teater PROKLAMATOR di Universitas Bung Hatta. Lalu pada tahun 1986, hijrah ke kota Bengkulu dan mendirikan Teater Alam Bengkulu sampai tahun 1999 dengan beberapa naskah diantaranya naskah Umang Umang karya Arifin C. Noer, Ibu Suri karya Wisran Hadi dan tahun 2000 hijrah ke Jakarta mementaskan Naskah Cerpen AA Navis Robohnya Surau Kami Bersama Teater Jenjang Jakarta serta grup grup teater yang ada di Jakarta dan Malaysia sebagai aktor freelance. Selama perjalanan berteater telah memainkan 67 naskah drama karya penulis dalam dan luar negeri, monolog, dan deklamator. Serta mengikuti event lomba baca puisi sampai saat ini dan kegiatan sastra lainnya hingga saat ini.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Menulislah dan Anda Akan Bahagia

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00