🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Heri Iskandar
Cara Mudah Merawat Logika
–‐————‐————————————
Jum’at, 11/7/2025 (Edisi 1440)
"Agak kurang paham aku tentang materi khutbah Jum'at tadi Bib. Kalau kau bagaimana?"
"Yang tidak Bang JAGo pahami apa?"
"Tentang orang-orang yang wajib kita hormati selain kedua orang tua kita!"
"Kan begitu jelas beliau uraikan di mimbar tadi!"
"Maksudku kenapa kita wajib sami'na wa ata'na kepada pemimpin yang Muslim dan haram hukumnya memberontak kapadanya."
"Itu dikarenakan mereka ulil umri yang wajib dihormati sebagaimana yang diperintahkan Al Qur'an."
"Sekali pun mereka zalim?"
"Bukti kezalimannya apa? Itu harus benar-benar jelas supaya kita tidak berlaku zalim kepada pemimpin sendiri."
"Di situlah yang aku tidak begitu paham. Soalnya di luar sana ada kelompok manusia yang menuding pemimpin ini zalim, pemimpin itu laknatullah dan dengan bebas memaki-maki sekehendaknya serta mengajak umat memberontak."
"Troos..?"
"Sementara Khatib tadi bilang orang yang menuduh pemimpinnya zalim maka dirinyalah yang Allah catat sebagai manusia zalim."
"Itu benar selama ciri-ciri pemimpin zalim tidak tampak pada diri orang yang dituduhkan itu."
"Antara lain apa cirinya Bib..?"
"Langsung atau tidak langsung belum pernah menyekutukan Allah. Tidak pernah keluar dari Islam serta tidak terbukti pernah melakukan perbuatan murtad yang lain."
"Terus lagi?"
"Langsung atau tidak langsung belum pernah terkonfirmasi pernah atau telah malarang rakyatnya beribadah kepada Sang Khalid serta melarang Umat Islam ke Meajid. Atau secara membabi buta telah memerintahkan untuk merobohkan Mesjid-Mesjid supaya Umat Islam tidak bisa beribadah di dalamnya."
"Yang lain lagi?"
"Tidak pernah melakukan pembunuhan terhadap Umat Islam dengan maksud tertentu seperti untuk mengabadikan kekuasaannya."
"Walau pemimpin itu tidak pernah Salat?"
"Itu urusannya dengan Allah bukan dengan manusia."
"Yang beliau bilang barang siapa mengidolakan tukang fitnah akan sama zalimnya dengan orang yang disanjung bagaimana itu?"
"Menurut beliau, orang yang menuduh peminpinnya zalim tanpa bukti kezaliman yang sudah dilakukan sama halnya dengan menyebar fitnah yang sangat keji. Ganjaran baginya adalah neraka jahannam. Hukum bagi yang memujanya sama dengan yang dipuja."
"Itu baru jelas. Terus kesimpulan yang bisa kuambil apa?"
"Ada dua."
"Apa itu..?"
"Jangan mudah menuduh pemimpin kita zalim selama tidak ada bukti tentang kezaliman yang sudah diperbuat."
"Satunya lagi?"
“Orang yang menuduh orang lain zalim karena kepentingannya tidak tercapai maka dia akan dibenci Allah karena telah menzalimi dirinya sendiri..!”
🙏Heri Iskandar
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





