POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Kaos Pertama, Langkah Awal yang Tak Terlupakan

RedaksiOleh Redaksi
July 9, 2025
Kaos Pertama, Langkah Awal yang Tak Terlupakan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : RAHAYULISNA, S. Pd

Guru SDN 11 BANDAR BARU Pidie Jaya

Aku tidak pernah menyangka bahwa sebuah kaos bisa membuatku menangis haru. Bukan karena harganya mahal, bukan pula karena modelnya yang istimewa, melainkan karena makna yang tersemat di dalamnya. Kaos itu adalah hadiah pertamaku dari dunia tulis-menulis. 

Sebuah bentuk penghargaan atas tulisan pertamaku yang dimuat dan diapresiasi.

Aku adalah seorang pemula. Menulis bagiku bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan, untuk sekadar memulai satu paragraf, aku sering ragu: “Apakah ini layak dibaca orang? Apakah ini terlalu biasa?” Tapi keraguan itu tak mampu menahan dorongan dalam dada. Ada sesuatu yang ingin kutumpahkan. Tentang hidup, tentang rasa, tentang apa saja yang mengendap terlalu lama di benak dan hati.

Malam-malam panjang kulalui bersama lembaran kosong dan pikiran yang sibuk. Aku menulis tanpa ekspektasi. Aku hanya ingin belajar jujur lewat kata. Dan ketika akhirnya tulisan itu kukirim entah kenapa rasanya seperti melepas sehelai kertas ke udara dan berharap angin membawanya ke tempat yang tepat.

📚 Artikel Terkait

Tangan-Tangan Gelap dan Keserakahan yang Menjamur: Korupsi

Tadarus Buku Epistemologi Moksa Para Naga di Tengah Dunia yang Kian Retak

Memaknai Memakmurkan Masjid Dapam Konteks Kekinian

Jejak Digital Perempuan, Moral Publik, dan Ruang Strategis Negara

Beberapa hari berselang, aku mendapat kabar bahwa tulisanku dipilih untuk dimuat di potretonline.com,  rasanya seperti mimpi. Dan sebagai bentuk apresiasi, karena sudah 3 tulisan yang dimuat, aku akan menerima sebuah hadiah: satu buah kaos Potretonline.com.

Ya, hanya sebuah kaos. Tapi entah kenapa, itu membuatku begitu bahagia. Aku tertawa sendiri, lalu tiba-tiba menangis. Rasanya seperti dunia mengucapkan, “Hei, kamu didengar. Kamu dihargai.” Bagi seorang pemula sepertiku, apresiasi itu lebih dari cukup. Itu adalah penyulut semangat yang selama ini hampir padam oleh keraguan dan rasa tidak percaya diri.

Beberapa hari kemudian, paket kecil itu datang. Kaosnya sederhana berwarna hitam, tidak mencolok, tanpa aksen berlebihan. Tapi saat aku menyentuh kainnya, aku tahu ini bukan sekadar kain. Ini adalah simbol. Simbol keberanian pertamaku untuk menulis. Simbol bahwa aku pernah memulai, dan bahwa memulai adalah langkah paling penting dari semua perjalanan.

Aku memakainya dengan rasa bangga. Bukan untuk menunjukkan bahwa aku menang, bukan pula untuk pamer kepada siapa pun. Tapi sebagai pengingat bahwa aku pernah ragu, pernah takut, namun tetap memilih untuk mencoba.

Sejak hari itu, semangat menulisku berubah. Aku tidak lagi menulis karena ingin dilihat orang, tapi karena aku tahu bahwa setiap kata punya tempatnya sendiri. Bahwa menulis bukan soal hebat atau tidak, tapi soal keberanian untuk menyuarakan isi hati. Dan kadang, satu tulisan sederhana bisa menjangkau hati yang bahkan tidak pernah kita duga.

Ucapan Terima Kasih

Dengan tulus, aku ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada pihak yang telah memberikan kesempatan ini. Hadiah kaos ini bukan sekadar kain yang kukenakan, tapi semacam pelukan hangat untuk jiwa yang pernah merasa kecil di tengah riuh dunia literasi.

Terima kasih karena telah percaya pada tulisan seorang pemula yang belum memiliki nama. Terima kasih telah memberi ruang dan penghargaan yang begitu berarti. Kaos ini mungkin akan lusuh seiring waktu, namun semangat yang lahir darinya tak akan pernah pudar.

Aku akan terus menulis. Bukan karena mengejar hadiah, tapi karena aku telah merasakan bagaimana satu apresiasi kecil bisa menyalakan nyala besar di dalam diri. Semoga akan ada lebih banyak penulis pemula yang juga diberi cahaya dan semangat seperti ini. Dan semoga aku pun bisa menjadi bagian dari nyala itu untuk orang lain kelak.

Terima kasih… untuk kaos pertamaku. Untuk pengakuan pertamaku. Untuk keberanian yang kini tumbuh lebih kuat dalam diriku.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Rerumputan Ajari Aku Kekuatanmu

Rerumputan Ajari Aku Kekuatanmu

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00