• Latest
Ada Apa dengan Kampus itu?

Teuku Cut Ali: Pejuang yang Terlupakan dari Sejarah Nasional

Juli 3, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Teuku Cut Ali: Pejuang yang Terlupakan dari Sejarah Nasional

Rivaldiby Rivaldi
Juli 3, 2025
Reading Time: 3 mins read
Ada Apa dengan Kampus itu?
601
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rivaldi 

Aceh dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak pahlawan yang gagah berani, mulai dari Teuku Umar hingga Cut Nyak Dhien. Namun, di antara deretan nama besar itu, ada satu nama terlupakan yaitu Teuku Cut Ali, sosok pejuang yang berjuang melawan penjajah Belanda di daerah Aceh selatan dengan semangat jihad dan keberanian luar biasa, namun sungguh disayangkan hingga hari ini belum pernah diakui secara resmi sebagai pahlawan nasional oleh negara.

Teuku Cut Ali bukan nama asing bagi masyarakat Aceh Selatan, khususnya wilayah Kluet Selatan dan sekitarnya. Ia adalah pejuang sejati, seorang pemimpin perang yang mengangkat senjata demi mempertahankan tanah, agama, dan martabat bangsanya. Perjuangannya berlangsung di tengah kondisi sosial yang sulit, saat rakyat Aceh dipaksa tunduk kepada kekuatan kolonial belanda yang ingin merampas tanah adat dan menghancurkan tatanan keislaman yang mereka pegang teguh.

Kenapa Tidak Diakui?

Pertanyaannya: mengapa nama Teuku Cut Ali belum masuk dalam daftar resmi pahlawan nasional? Padahal, dari sisi pengorbanan, peran strategis, dan keteladanan, ia sejajar — bahkan dalam beberapa aspek, melampaui — tokoh-tokoh yang sudah lebih dulu diberi gelar itu. Apakah karena dokumentasi sejarah tentangnya minim? Ataukah karena pemerintah pusat masih terlalu Jawa-sentris dalam menilai tokoh-tokoh perjuangan dari daerah khususnya aceh yang begitu banyak sosok pahlawan yang belum di akui oleh nasional?

Bisa jadi juga karena lemahnya usaha dari pemerintah daerah dan sejarawan lokal dalam mendorong pengusulan Teuku Cut Ali ke tingkat nasional. Banyak pejuang dari daerah lain bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional karena adanya riset akademik yang kuat, dukungan politik daerah, serta konsistensi advokasi dari generasi penerus. Tanpa itu semua, nama-nama seperti Teuku Cut Ali akan terus terbenam dalam buku sejarah lokal yang terbatas jangkauannya.

Keadilan Sejarah Harus Diperjuangkan

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Mengakui Teuku Cut Ali sebagai pahlawan nasional bukan hanya soal simbol atau nama. Ini adalah soal keadilan sejarah. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai seluruh pejuangnya, bukan hanya yang populer atau berasal dari pusat kekuasaan. Jika kita ingin sejarah bangsa ini utuh dan adil, maka tokoh seperti  Teuku Cut Ali harus mendapat tempat yang layak di hati bangsa Indonesia.

Sebuah usulan Langkah konkret yang bisa diambil adalah dengan mendorong riset sejarah yang lebih mendalam tentang Teuku Cut Ali, mengumpulkan bukti perjuangannya dari manuskrip, serta tradisi lisan masyarakat. Pemerintah Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh juga harus lebih aktif dalam proses pengusulan ke Kementerian Sosial. Generasi muda, akademisi, dan aktivis lokal harus ikut menyuarakan desakan ini, bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap masa lalu, tapi juga sebagai bentuk pendidikan politik untuk masa depan.

Penutup: Jangan Biarkan Teuku Cut Ali Tetap Dilupakan dan Hilang ditelan Masa.

Teuku Cut Ali sudah berjuang, bahkan ia juga mengorbankan nyawanya, tanpa meminta imbalan apa pun. Tapi bangsa yang bermartabat harus tahu cara membalas jasa para pejuangnya. Jangan biarkan Teuku Cut Ali hanya jadi nama jalan, monumen makam atau mungkin pelajaran lokal semata. Ia layak diakui secara nasional — sebagai pahlawan yang sah, bukan hanya di hati rakyat Aceh umum, khususnya Aceh Selatan, tetapi juga dalam sejarah resmi Republik Indonesia.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Jiwa yang Terpanggil

Jiwa yang Terpanggil

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com