POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Rakyat Siap Mendukung Penuh Sikap dan Tindakan Presiden Prabowo Subianto Menindak dan Membersihkan Kabinet Merah Putih Yang Membuat Gaduh

RedaksiOleh Redaksi
June 16, 2025
Rakyat Siap Mendukung Penuh Sikap dan Tindakan Presiden Prabowo Subianto Menindak dan Membersihkan Kabinet Merah Putih Yang Membuat Gaduh
🔊

Dengarkan Artikel

Jacob Ereste :

Gaduh Raja Ampat dan Empat Pulau Milik Aceh itu jelas ingin memperluas konflik yang memusingkan Presiden Prabowo. Tapi dengan itu dapat dipahami siapa lawan dan siapa kawan yang harus dibersihkan dari Kabinet Merah Putih agar bisa melaju mulus seperti rencana dan program yang dicanangkan untuk memperbaiki bobrok yang dibuat semena-mena oleh rezim sebelumnya.

Perluasan dari arena perseteruan itu pun bisa dipahami sebagai upaya untuk menutup sejumlah kasus besar yang tak hendak diselesaikan lantaran sejumlah pejabat memang terlibat di dalam berbagai kasus gede itu, mulai dari PSN (Proyek Strategis Nasional) yang menjual laut dan hutan hingga korupsi CSR Bank Indonesia sampai kasus Crude Palm Oil yang sudah terbukti melibatkan aparat penegak hukum di negeri ini.

Bagi warga masyarakat Aceh sendiri pun, kasus perampasan empat pulau di Singkil ini menjadi kesempatan untuk membuktikan diri bahwa Aceh tak hendak mengganggu, tapi selalu siap untuk mempertahankan hak hingga seluruh rakyat Aceh siap bergerak membuktikan cintanya terhadap Bumi Tanah Rencong yang ingin dijajah — apalagi sekedar didikte — melalui tata administrasi yang bobrok, penuh rekayasa dan akal-akal untuk mengeruk untung dalam wujud ekonomi maupun politik yang mengabdi pada rezim penguasa yang masih mencengkeramkan kukunya demi dan untuk kelanggengan dinasti.

Riak dan gejolak rakyat Aceh yang spontan menunjukkan komitmen terhadap hal dan harga diri yang tidak boleh diusik olek siapapun, termasuk oleh penguasa yang paling sakti sekalipun. Reaksi spontan rakyat Aceh ini dapat menjadi cermin dan pengajaran bagi rakyat Indonesia dari daerah lain — seperti Raja Ampat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur hingga Sulawesi yang dibuat gaduh akibat perut buminya yang dikeruk semena-mena tanpa menyisakan sedikitpun bagi masyarakat setempat.

📚 Artikel Terkait

Dreaming To Be a Business Owner

Keriuhan Media Sosial atas Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sebuah Upaya Mengembalikan Hati ke Pusat Peradaban

BENGKEL OPINI RAKyat

Kasus perusahaan perkebunan sawit pun yang membelah hutan dengan SHGU dan SHM yang dijual secara gelap itu seperti sertifikat yang ada di pantai Utara, Tangerang Banten — jelas menunjukkan ada persekongkolan jahat dalam bentuk dan model korupsi terbaru dari rezim penguasa selama 10 tahun terakhir. Hingga banyak hal menjadi serba palsu yang dilegalkan secara paksa seperti Putusan Mahkamah Konstitusi yang cacat etika dan cacat moral itu.

Karena itu, kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil alih masalah — mestinya tak cuma terhadap 4 Pulau Milik Aceh ini — harus dilakukan sampai kepada akar masalah yang memang dibuat oleh sisa-sisa rezim masa lalu yang busuk, karena bisa merusak tatanan Kabinet Merah Putih yang ingin bekerja dengan serius untuk bangsa dan negara yang sudah rusak-rusakan oleh rezim terdahulu yang cuma ingin memperkaya dan terus mempersakti kekuasaan di bawah bayang-bayang sosok mereka.

Oleh karena itu, penyelesaian berbagai kasus oleh Presiden Prabowo Subianto hanya akan efektif dan efisien serta memberi manfaat bagi rakyat bila membersihkan juga tentakel-tentakel yang menjadi penyebab sekaligus pembuat penyebab kegaduhan yang tak kunjung rampung, lantaran akan sangat mengganggu konsentrasi Kabinet Merah Putih menunaikan fungsi dan tugas mulianya untuk bangsa dan negara Indonesia yang sedang sakit.

Jadi, sungguh relevan sejumlah pejabat yang telah terbukti membuat kegaduhan dan ketidak nyamanan segenap warga bangsa Indonesia bersama anggota Kabinet Merah Putih lainnya, harus dan mutlak untuk direshuffle. Bila tidak, rakyat pun dapat dipastikan akan menarik dukungan terhadap pemerintah yang tidak tegas dan peragu. Karena rakyat, sudah terlalu lama dan banyak menderita, tapi juga sudah terlalu capek.

Jadi sungguh tak elok setelah gagal memindahkan Ibu Kota secara paksa, semakin tampak ambisi dinasti ingin dihidupkan kembali di republik ini. Lantaran keculasan menggeser empat pulau ke pekarangan kerajaan menantu, bisa menyulut heroisme Perang Aceh berkobar kembali.

Banten, 15 Juni 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Otonomi Khusus Untuk Siapa? Tradisi Meugang dan Ironi Pengabaian Kearifan Lokal Aceh dalam Ritme Birokrasi.

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00