POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal OSO, Crazy Rich Kalimantan Barat

RedaksiOleh Redaksi
June 4, 2025
Mengenal OSO, Crazy Rich Kalimantan Barat
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Crazy rich dari Kalsel (Haji Isam), Kalsel (Haji Rasyid) sudah saya kenalkan. Sekarang, giliran dari daerah saya sendiri, Kalbar. Sebelum Haji Isam dan Rasyid jadi super kaya sekarang, crazy rich dari Bumi Khatulistiwa ini sudah sangat gila kayanya dari dulu. Siapkan kopi tanpa gulanya, karena sosok orang super kaya layak untuk diteladani.

Oesman Sapta Odang alias OSO, bukanlah manusia biasa. Ia adalah semacam legenda urban yang kebetulan nyata. Lahir di Sukadana, Kayong Utara, Kalbar, pada 18 Agustus 1950, OSO menolak menjadi angka statistik dari kampung yang sepi. Ia memilih menjadi babak baru sejarah. Anak dari Odang (asal Palopo) dan Asnah Hamid (asal Solok) ini tidak tumbuh untuk sekadar lulus SD lalu merantau. Ia tumbuh untuk menciptakan ekosistem bisnis, politik, pendidikan, hingga spiritualitas. Semua sektor ia garap. OSO bukan hanya menanam pohon di ladangnya, tapi juga menanam harapan di kepala rakyat, dan cuan di rekeningnya.

Ia bukan lahir dari pabrik miliarder seperti banyak konglomerat karbitan. OSO adalah hasil fermentasi alami dari kerja keras, nekat, keberanian mengambil risiko, dan barang kali juga sedikit intuisi kosmis. Ia membangun OSO Group, yang hari ini menjadi gurita bisnis yang seolah-olah dirancang oleh Thanos, dieksekusi oleh Tony Stark, dan dimodali oleh Bruce Wayne. Perusahaan ini punya cabang di mana-mana: percetakan, air mineral, pertambangan, properti, perhotelan, keuangan, komunikasi, transportasi, perkebunan, perikanan, sektor-sektor yang kalau dikumpulkan dalam satu katalog, bisa jadi daftar isi buku ekonomi makro.

Ia bahkan pernah menjadi Komisaris Lion Air, karena menguasai darat saja tidak cukup, OSO juga harus terbang. Pada 2012, ia dengan gaya penuh kharisma menunjuk Tanri Abeng, satu-satunya manusia Indonesia yang pernah dijuluki “manajer satu miliar rupiah”, sebagai CEO OSO Group. Sebuah langkah bisnis yang bisa membuat investor mana pun bergetar antara kagum dan minder.

📚 Artikel Terkait

Manggeng, Maafkan Hanya Sejenak

Belajar Mensyukuri Hidup dari Kang Saptho

Cak Nun

Membaca Jejak Gerakan Literasi di Aceh Barat Daya

Namun, menjadi konglomerat ternyata tidak cukup bagi OSO. Ia ingin lebih. Ia ingin menggenggam nasib bangsa dari dalam sistem. Maka ia masuk politik dan langsung main di liga utama. Wakil Ketua MPR dua kali (1999–2004 dan 2014–2019), Ketua DPD RI (2017–2019), dan bahkan Ketua Umum Partai Hanura (sekarang).

Tapi drama ini belum selesai. OSO juga membangun Masjid Agung Oesman Al-Khair di kampung halamannya, Sukadana, Kayong Utara. Tanahnya diwakafkan, dan uang sebesar Rp11 miliar ia gelontorkan untuk membangun masjid megah bergaya Timur Tengah yang bisa menampung 3.000 jamaah. Bahkan Presiden Joko Widodo sendiri yang meresmikannya pada 2016, bersamaan dengan acara Sail Karimata. Bukan hanya masjid, OSO juga jadi Ketua Panitia Pembangunan Masjid Raya Mujahidin Pontianak, masjid terbesar di Kalbar. Masjid, wak! Tempat ibadah! Dibangun oleh konglomerat yang masih sempat sujud syukur di tengah jadwal rapat direksi.

Apakah berhenti di situ? Tentu tidak. OSO bahkan mendirikan kampus. Iya, Universitas OSO. Resmi berdiri pada 15 Agustus 2020, berada di bawah Yayasan Pendidikan OSO, dipimpin oleh Prof Dr Chairil Effendy MS. Sebuah langkah strategis dan sangat OSO. Sekalian pakai namanya, biar anak cucu tahu siapa yang berjasa ketika mereka wisuda sambil selfie.

Menurut data resmi LHKPN, kekayaan OSO saat menjabat sebagai Wakil Ketua MPR dan Anggota DPD mencapai Rp335,58 miliar dan USD 376.500. Itu di LHKPN, realitasnya perkiraan saya puluhan triliun. Tapi mari kita jujur, itu hanya harta yang dicatat. Harta sejati OSO adalah pengaruh, jaringan, reputasi, dan kemampuan luar biasa untuk tetap terlihat sederhana meskipun bisa membeli separuh kota.

OSO bukan sekadar pengusaha. Ia adalah pelajaran hidup. Ia adalah paragraf panjang dalam buku biografi nasional yang ditulis dengan tinta emas dan aksen Kalimantan. Ia adalah inspirasi bagi siapa pun yang percaya bahwa hidup ini bukan untuk dilalui, tapi untuk dikuasai. Kalau nuan belum juga sukses, mungkin ente belum cukup OSO.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Literasi Informasi: Jembatan Emas Menuju Masyarakat Cerdas dan Mandiri

Literasi Informasi: Jembatan Emas Menuju Masyarakat Cerdas dan Mandiri

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00