• Latest
Perjalanan Tiga Mahasiswi Aceh Menembus Panggung Dunia Lewat Inovasi Kue Tradisional

Perjalanan Tiga Mahasiswi Aceh Menembus Panggung Dunia Lewat Inovasi Kue Tradisional

Juni 3, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Perjalanan Tiga Mahasiswi Aceh Menembus Panggung Dunia Lewat Inovasi Kue Tradisional

Redaksiby Redaksi
Juni 3, 2025
Reading Time: 2 mins read
Perjalanan Tiga Mahasiswi Aceh Menembus Panggung Dunia Lewat Inovasi Kue Tradisional
609
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Di tengah sengitnya dunia persaingan, tiga mahasiswi asal Universitas Syiah Kuala melangkah dengan penuh keyakinan ke Korea International Exhibition Center (KINTEX), tempat bergengsi, ajang Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) 2025 digelar. Mereka bukan sekadar peserta biasa, melainkan pembawa semangat Aceh dalam bentuk inovasi kuliner yang sederhana, namun penuh makna, yaitu Bhoi Morica.

Mereka adalah Nelli Desianti dari Pendidikan Ekonomi FKIP, Sarah Salsabil dari Biologi FMIPA, dan Putri Salsabila Rinaldi dari Statistika FMIPA: Tiga perempuan muda ini tak hanya cinta ilmu pengetahuan, tetapi juga cinta pada budaya dan peduli pada isu kesehatan masyarakat. Mereka meracik ulang kue tradisional Aceh, bhoi, melalui riset ilmiah yang memilikj nilai keberlanjutan.

Baca Juga

96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
8ebfa6ab-7ef6-4c91-be8a-443b7a9d1588

Ramadan, Rindu dan Gema Takbir di Negeri Seribu Menara

Maret 26, 2026

Alih-alih hanya menyajikan camilan manis, Bhoi Morica diolah dengan bahan dasar daun kelor dan biji pepaya—dua bahan lokal yang kaya nutrisi dan berkhasiat sebagai anti-parasit alami, serta dapat membantu mencegah stunting pada anak dan ibu hamil. Bukan hanya makanan, produk ini menjadi pesan bahwa solusi terhadap permasalahan global bisa dimulai dari dapur lokal.

Tak disangka, inovasi mereka menggugah para juri internasional. Di hadapan ratusan penemuan dari Korea Selatan dan 16 negara lainnya, serta puluhan perusahaan besar dunia, Bhoi Morica berhasil meraih *tiga penghargaan bergengsi:

  • 🥈 Silver Medal Dari Korea International Women’s Invention and Exposition
  • 🏅 Special Award from Association of Thai Innovation and Invention Promotion (ATIP)
  • 🏆 Special Prize from Center of Women Inventors of Uzbekistan

Tiga penghargaan yang tidak hanya membanggakan almamater mereka, tetapi juga mengangkat nama Aceh dan Indonesia di panggung dunia.

Bagi Nelli, Sarah, dan Putri, kemenangan ini bukan akhir. Justru ini awal dari perjalanan yang lebih besar untuk membuktikan bahwa perpaduan ilmu ekonomi, biologi, dan statistika, ketika disatukan dengan cinta pada budaya dan komitmen terhadap kemanusiaan, bisa menghasilkan sesuatu yang berdampak luas.

Di balik panggung KIWIE, ketiganya sepakat bahwa Bhoi Morica bukan sekadar produk, tetapi simbol, bahwa kearifan lokal punya tempat dalam sains global, dan bahwa inovasi bisa terasa hangat seperti sepotong kue buatan rumah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
BENGKEL OPINI RAKyat

BENGKEL OPINI RAKyat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com