Dengarkan Artikel
Di tengah sengitnya dunia persaingan, tiga mahasiswi asal Universitas Syiah Kuala melangkah dengan penuh keyakinan ke Korea International Exhibition Center (KINTEX), tempat bergengsi, ajang Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) 2025 digelar. Mereka bukan sekadar peserta biasa, melainkan pembawa semangat Aceh dalam bentuk inovasi kuliner yang sederhana, namun penuh makna, yaitu Bhoi Morica.
Mereka adalah Nelli Desianti dari Pendidikan Ekonomi FKIP, Sarah Salsabil dari Biologi FMIPA, dan Putri Salsabila Rinaldi dari Statistika FMIPA: Tiga perempuan muda ini tak hanya cinta ilmu pengetahuan, tetapi juga cinta pada budaya dan peduli pada isu kesehatan masyarakat. Mereka meracik ulang kue tradisional Aceh, bhoi, melalui riset ilmiah yang memilikj nilai keberlanjutan.
Alih-alih hanya menyajikan camilan manis, Bhoi Morica diolah dengan bahan dasar daun kelor dan biji pepaya—dua bahan lokal yang kaya nutrisi dan berkhasiat sebagai anti-parasit alami, serta dapat membantu mencegah stunting pada anak dan ibu hamil. Bukan hanya makanan, produk ini menjadi pesan bahwa solusi terhadap permasalahan global bisa dimulai dari dapur lokal.
📚 Artikel Terkait
Tak disangka, inovasi mereka menggugah para juri internasional. Di hadapan ratusan penemuan dari Korea Selatan dan 16 negara lainnya, serta puluhan perusahaan besar dunia, Bhoi Morica berhasil meraih *tiga penghargaan bergengsi:
- 🥈 Silver Medal Dari Korea International Women’s Invention and Exposition
- 🏅 Special Award from Association of Thai Innovation and Invention Promotion (ATIP)
- 🏆 Special Prize from Center of Women Inventors of Uzbekistan
Tiga penghargaan yang tidak hanya membanggakan almamater mereka, tetapi juga mengangkat nama Aceh dan Indonesia di panggung dunia.
Bagi Nelli, Sarah, dan Putri, kemenangan ini bukan akhir. Justru ini awal dari perjalanan yang lebih besar untuk membuktikan bahwa perpaduan ilmu ekonomi, biologi, dan statistika, ketika disatukan dengan cinta pada budaya dan komitmen terhadap kemanusiaan, bisa menghasilkan sesuatu yang berdampak luas.
Di balik panggung KIWIE, ketiganya sepakat bahwa Bhoi Morica bukan sekadar produk, tetapi simbol, bahwa kearifan lokal punya tempat dalam sains global, dan bahwa inovasi bisa terasa hangat seperti sepotong kue buatan rumah.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






