Dengarkan Artikel
Oleh Nyakman Lamjame
Aku hijau,
lahir dari bisik pagi yang berembun,
dari rintik lembut menyejukkan pucuk daun,
dari hembusan angin yang mengurai rahasia ranting.
Bukan warna semata,
aku denyut bumi yang tak terucap,
desir sunyi yang kau lewatkan,
namun hadir dalam diam nan syahdu.
Daun-daun gugur menyimpan hikayat ribuan musim,
arsip sunyi tersimpan di liang tanah,
namun matamu tertambat layar dan beton,
lupa mengurai bahasa rahasia nafasku.
Aku tumbuh bukan untuk dihias,
melainkan jeda bagi kaki yang penat,
penuntun pulang dalam derasnya riuh dunia,
sekejap hening sebelum langkah berlari.
📚 Artikel Terkait
Kala air mulai merangkul tubuh bumi,
dan tanah merintih dalam senyap,
kau akan mencari aku—meski terlambat,
bukan kemarahan, melainkan doa tertanam di akar.
Aku menunggu,
agar engkau sudi mendengar,
denting halus nafasku yang bersenandung,
menyulam luka dengan harap yang tak padam.
Aku hijau.
Aku diam,
namun selalu mengingat.
2 Juni 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






