Dengarkan Artikel
Ilusi Luka
Oleh: Indra Mardiani
Bagaimana hendak kau angkat wajahmu,
Jika luka terlalu dalam terukir?
Terlalu lebar kau hias guratnya,
Hingga tak tersisa ruang untuk menutupnya.
Hati menjerit, lidah kelu,
Tertahan dalam sesal yang keliru.
Tertunduk, tersipu dalam malu,
Berselimut sikap yang pura-pura lugu.
Tak perlu air mata yang dibuat-buat,
Jika hatimu tlah lama membatu.
Tak perlu menutup wajah polos,
Untuk berdalih tak tahu-menahu.
Semua hanya ilusi, pemuas diri,
Lugu dan keliru kau bungkus rapi.
Menutupi wajah yang tak lagi murni,
Dalam senja yang jujur tanpa rekayasa.
Aceh Besar, 02 Juni 2025
📚 Artikel Terkait
“Senyap yang Bicara“
Oleh: Indra Mardiani
Ada suara di balik diam,
yang tak terdengar telinga bising.
Ia bukan bisik, bukan teriakan
hanya getar halus di dasar nurani.
Langkah tak selalu butuh derap,
kadang sunyi justru paling lantang.
Sebab di sana, kau akan tahu:
tak semua jalan perlu dilihat orang.
Kita terlalu sering mendengar dunia,
hingga lupa mendengar diri sendiri.
Terlalu sibuk menilai luar,
hingga tak sempat menilik isi.
Senyap tak selalu berarti kosong.
Ia ruang tempat jiwa tumbuh.
Ia teduh tempat luka pulih.
Ia terang saat cahaya tak cukup.
Jangan takut pada sunyi
di sanalah, Tuhan paling dekat.
Aceh Besar, 02 Juni 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






