Dengarkan Artikel
Pemuisi Remaja Negeri Pulau Pinang dan Penggerak Seni Belia Malaysia
PUISI Rindu yang Terpendam
Aku rindukan sahabatku yang lama,
Di mana tawa dan cerita kita dulu bercerita.
Kini, dia tiada lagi di sisi,
Meninggalkan jejak kenangan yang tak terlupa.
Waktu yang berjalan tak pernah menghalang,
Saat-saat kita bersama tetap terbayang.
Berjalan di jalan yang sama, berbagi mimpi,
Namun takdir membawa kita ke arah yang berbeda.
Dulu, kita adalah dua jiwa yang saling melengkapi,
Berbagi cerita hingga larut malam, tak peduli waktu.
Sekarang, aku hanya bisa mengenang,
Bersama bayanganmu yang semakin memudar.
Apa kabar, sahabat? Apakah hidupmu bahagia?
Apakah kau merasa seperti aku,
Menemui kesepian di tengah keramaian,
Mencari jejak yang pernah ada?
Tapi aku tahu, sahabat,
Walau jarak memisahkan kita,
Kenangan kita tak akan pernah hilang,
Karena cinta persahabatan kita tak terbatas waktu.
Aku akan terus berharap,
Suatu hari nanti kita akan bertemu lagi,
Dan kembali berbagi tawa, cerita, dan mimpi,
Karena persahabatan sejati tak akan pernah pergi.
Aku rindukan sahabatku yang lama,
Namun aku tahu, rindu ini adalah bukti,
Betapa berartinya dirimu dalam hidupku,
Dan betapa berharganya setiap momen yang kita lalui bersama.
AL-AZIM
27 OGOS 2023
IBU, ADALAH SUMBER KEKUATANKU
Ibu, engkau adalah cahaya dalam hidupku,
Yang selalu ada saat langkahku terasa berat.
Di setiap malam yang penuh kerisauan,
Kau hadir dengan doa yang tak pernah berhenti.
Saat dunia terasa menekan,
Ketika harapan mulai pudar,
Kau adalah tangan yang menguatkan,
Yang memberikan semangat untuk terus berjuang.
Di kala aku terjatuh dalam kegagalan,
Engkau adalah pelukan yang menenangkan,
Dengan kata-kata lembutmu yang penuh kasih,
Menyembuhkan luka dan mengangkat semangatku.
📚 Artikel Terkait
Namun, di saat kebahagiaan datang,
Engkau selalu di sampingku,
Bersama tawa dan sukacita,
Menjadi teman dalam setiap kebahagiaan.
Ibu, kau adalah teman terbaikku,
Yang tak hanya hadir dalam kesedihan,
Tapi juga ikut merayakan kebahagiaan,
Menyemai cinta dalam setiap langkahku.
Tak ada kata yang cukup untuk menggambarkan,
Betapa besar pengorbananmu untukku,
Tapi aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik,
Sebagai bukti cinta dan terima kasihku padamu, Ibu.
Ibu, engkau adalah kekuatan dalam hidupku,
Yang selalu ada, tak tergantikan,
Menjadi sandaran saat aku lemah,
Dan sahabat sejati yang tak pernah pergi.
AL-AZIM
1 JANUARI 2024
Disebalik Cahaya Kejayaanku
Di balik cahaya yang menyilaukan,
Tersimpan kisah penuh derita,
Langkah-langkah yang tersasar,
Terkadang jatuh, terluka, terlupakan.
Namun, aku terus menapak,
Dengan harapan yang tak pernah padam,
Di setiap kegelapan yang datang,
Ada cahaya yang menuntun langkahku.
Kejayaan ini bukan hanya milikku,
Ia adalah cermin dari setiap perjuangan,
Tangan yang saling menggenggam,
Semangat yang tak pernah lelah berjuang.
Bukan tanpa air mata,
Bukan tanpa rintihan dalam sepi,
Namun aku bangkit kembali,
Karena dalam setiap malam,
Ada janji pagi yang menyinari.
Cahaya ini bukan hanya hasil akhir,
Ia adalah perjalanan panjang,
Yang mengajarkanku arti kesabaran,
Dan keberanian untuk terus melangkah,
Meski terkadang dunia terasa berat.
Di balik cahaya kejayaanku,
Tersimpan cerita tentang keberanian,
Tentang keteguhan yang tak tergoyahkan,
Dan tentang hati yang tak pernah menyerah.
AL-AZIM
16 MAY 2023
DENYUT HATI SEORANG ANAK SENI”
Aku lahir dari tinta dan kata,
menyusu pada bait-bait pujangga.
Hidupku berselimut metafora,
dalam dunia yang jarang dipahami manusia.
Setiap pagi, aku menggambar mimpi,
di atas kanvas sunyi kehidupan ini.
Menuliskan kisah dengan bahasa jiwa,
meski tak semua orang ingin membacanya.
Kadang, aku dipandang dengan tatapan asing,
“Untuk apa menulis jika dunia sibuk bersuara?”
Namun aku tahu, suara tanpa makna
adalah kehampaan yang lebih menyakitkan.
Sastra adalah nafasku,
penghidup sunyi yang tak bertepi.
Dengan pena, aku merangkai dunia,
menghidupkan yang mati, mengingatkan yang lupa.
Aku bukan hanya anak kata,
aku adalah penjelajah makna.
Seni sastra mengajarkanku
bahwa hidup adalah buku,
dan aku, penulis yang tak pernah selesai.
21 November 2024
PENULIS : AL-AZIM
DEKLAMATOR : AL-AZIM
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






