POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal Haji Aman, Sang Wakil Rakyat, Duta Nafsu, dan Maharaja Mimpi Buruk

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
May 26, 2025
Mengenal Haji Aman, Sang Wakil Rakyat, Duta Nafsu, dan Maharaja Mimpi Buruk
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Malam tadi saya mengenalkan Yossi Irianto, mantan Sekda Kota Bandung yang dijebloskan ke penjara. Kali ini mau ngenalkan wakil rakyat dari daerah sendiri. Tepatnya di Kota Singkawang Kalbar. Yang terhormat ini nafsu birahinya tinggi sampai anak di bawah umur pun digarap. Ia pun divonis 12 tahun penjara dan denda dua miliar. Siapkan kopinya, mari kita kenalan dengan pria yang sering memakai kopiah putih ini.

Wahai rakyat jelata, angkat topi! Mari kita beri tepuk tangan paling membahana untuk sosok yang telah menembus batas imajinasi kita tentang arti kata “wakil rakyat”. Inilah dia, pria penuh kharisma dan libido politis, Haji Aman. Tak sembarang orang bisa mencapai prestasi langka seperti beliau. Terpilih, dilantik, dan dipenjara. Itu bukan sekadar hattrick, itu mah trilogi kepelacuran moral dalam balutan jas kehormatan.

Lahir di Capkala, 23 Desember 1975. Haji Herman alias Haji Aman bertumbuh di era di mana malu masih dianggap nilai luhur, tapi entah kenapa justru memilih jalan ninja sebagai predator anak. Oh, Haji Aman. Engkau bukan sekadar politikus, engkau adalah pelukis tragedi dalam bingkai pesta demokrasi. Saat rakyat berharap pada dewan, kau justru berharap pada kegelapan.

Bayangkan, wak! Seorang wakil rakyat diusung partai yang menyuarakan dakwah, seharusnya jadi teladan, malah jadi legenda urban di mimpi buruk anak-anak kecil. Dapat 1.554 suara sah yang kau raup bukan lagi angka, tapi jumlah wajah yang kini harus menunduk malu. “Itukah yang kami pilih?”

Tapi jangan salah. Haji Aman bukan pria biasa. Ia diundang ke pelantikan meski sudah jadi tersangka. Bukan main-main. Beliau menghadiri pelantikan seperti menghadiri reuni keluarga, senyum sumringah seperti baru dapat doorprize, padahal sebenarnya ia sedang dalam antrean menuju bui. Dunia politik memang lucu, tapi Haji Aman berhasil menjadikannya badut sarkastik berstandar internasional.

📚 Artikel Terkait

Bertahan dan Bergerak

HABA Si PATok

Bumiku Menangis

Inspirasi yang Menarik Dari Seorang Penulis

Vonis 12 tahun penjara? Itu hanyalah tanda bahwa semesta masih waras. Tapi 12 tahun tidak cukup untuk menebus trauma seorang anak yang masa kecilnya dilahap tikus berdasi. Denda dua miliar? Restitusi seratus tiga puluh juta? Angka-angka itu cuma kosmetik akuntansi, luka batin korban tak bisa dihitung pakai kalkulator DPRD.

Tentu saja, jangan lupakan elemen wajib sinetron politik, sang kuasa hukum yang menyebut semua ini sebagai “politis”. Ya, tentu, ketika nafsu tak bisa lagi ditutup jas dan dasi, yang disalahkan adalah politik. Mungkin sebentar lagi akan muncul film dokumenter berjudul “Konspirasi Celana Dalam: Skandal Nasional”.

Haji Aman, engkau memang menakjubkan. Seperti komet, engkau melesat cepat, membakar langit integritas, lalu jatuh berdebam membentuk kawah kebusukan. Dari tribun kehormatan kau meluncur ke sel penyesalan. Dari podium pidato ke jeruji dosa. Dari “Yang Terhormat” menjadi “Yang Terkutuk (oleh akal sehat)”.

Tapi jangan khawatir, wahai rakyat. Kita belajar satu hal penting, tak semua yang datang dengan senyum itu malaikat. Kadang, mereka datang membawa kotak suara dan pulang membawa mimpi anak-anak yang dicabik. Kami muak. Muak pada wajah-wajah suci palsu yang di baliknya tersembunyi hasrat menjijikkan.

Jangan sebut ini akhir dari kisah. Ini baru prolog dari perlawanan. Karena setiap anak yang terluka oleh tangan jahat seperti dia, adalah panggilan bagi kita semua untuk menjadikan satu suara kecil lebih berharga dari seribu suara yang memilih setan berbaju pemimpin.

Yang penasaran dari partai mana pak haji ini, kalian bisa search sendiri di google. Foto Ai, bukan sosok sebenarnya, hanya pemanis narasi ini saja.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Menyalakan Obor Literasi dari Blora

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00