• Latest

Panglima Tibang Vs Habib Abdurahman

April 25, 2021
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Panglima Tibang Vs Habib Abdurahman

Redaksi by Redaksi
April 25, 2021
in Aceh, Kerajaan Aceh, Sejarah, Ule Balang
Reading Time: 11 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS




Oleh ; Arhamni

Guru SMK Penerbangan Aceh

Peminat Sejarah Aceh

 

Mohammad Said dalam buku Aceh Sepanjang Abad Bab XVII menuliskan tentang sosok Habib Abdu’r Rahman dan Panglima Tibang.Habib Abdu’r Rahman, pendatang dari tanah Arab. Beliau adalah seorang petualang yang andal. Habib terkenal cerdik dan pandai serta intelektual yang tinggi, sehingga dengan cepat menjadi orang yang berpengaruh di lingkungan sultan saat itu. Sungguh Aceh memperoleh manfaat dari kecakapan habib Abdu’r –Rahma.. Belanda sangat tidak senang pada Habib, sehingga untuk melemahkan pengaruh Habib, Belanda menyeludupkan seorang Arab lain, bernama Ali Bahanan.

Sumber Belanda mengatakan antara lain Panglima Tibang semula seorang Hindu dari golongan bawah yang mulanya ia berangkat dari Madras mengikuti rombongan wayang. Saat masuk ke Aceh, umurnya masih 6 tahun. Kepandaian khasnya adalah menari.  Teuku Lamgugop, seorang panglima Sultan tertarik kepada anak ini, dijadikan anak angkat dan diislamkan. Ramasamy adalah nama asli Panglima Tibang. Sehari-hari bekerja sebagai pelawak, menari dan bernyanyi. 

Pada suatu hari, salah seorang Uleebalang III mukim Kayu Adung telah mengkhianati Sultan. Oleh Sultan diperintahkan kepada Panglima Lamgugop untuk menumpasnya. Pemberontakan dapat dipadamkan dengan cepat, sesudah terjadi pertempuran. Turut membantu Teuku Lamgugop dalam penumpasan pemberontak itu adalah Ramasamy. Tidak jelas apakah dirinya yang berhasil memenggal kepala anggota pemberontak, karena setelah mayat ditemukan baru kepalanya dipenggal. Tapi ketika dia membawa mayat itu dan menyeretnya sepanjang jalan, sehingga orang mengangumi kehebatannya. 

Suatu Hari permaisuri Sultan Ibrahim bertamu ke rumah Teuku Lamgugop. Pemaisuri menjumpai Ramasamy yang pandai menghibur, menari dan melawak. Pemaisuri tertarik pada anak itu, lalu diminta bawa ke Istana. Di sinilah Ramasamy berhasil merebut hati Sultan. Dia amat sangat pandai menyesuaikan diri, cepat pula memahami keinginan tuannya. Segala keperluan dikerjakannya dengan baik. Dengan kecakapan itu dia berhasil memegang peranan penting di Istana, terutama dalam mengatur upacara-upacara di Istana. Lama- kelamaan ianya menjadi orang kepercayaan Sultan. Dia diserahi tugas menjaga gedung-gedung penyimpanan benda berharga. Akhirnya Sultan mengangkatnya sebagai Syahbandar (Kepala Pelabuhan dan bea cukai). Pekerjaan ini merupakan jabatan kunci yang dapat disejajarkan dengan menteri keuangan kerajaan. 

 

Pembagian fungsi dalam kerajaan Aceh pada waktu itu adalah:

1.   Sultan (di bawah umur dan dalam pangkuan)

2.   Habib Abdu’r – Rahman, Mangkubumi (dapat disamakan dengan jabatan Perdana Menteri) merangkap pemengku raja dan bertanggungjawab sebagai mentri luar negeri.

3.   Panglima Polem, Panglima Sagi XXII mukim, tertinggi dari tiga panglima Sagi. Dia berwenang memimpin perundingan untuk menetapkan pengemgkatan Sultan.

4.   Panglima Tibang, Syahbandar

5.   Imum Lungbata, selain Uleebalang mukim Lungbata, juga menjadi  Panglima Perang

6.   Teuku Kali Malikul Adil, Uleebalang Sultan yang bertugas memerintah wilayah langsung Sultan, terdiri dari 12 kampung kanan sungai Aceh, beliau juga merupakan kepala Agama.

 

Pada masa itu juga dikenal tokoh-tokoh yang berpengaruh antara lain:

 

1.   Keureukun Katibu I Muluk, Sekreteris Kerajaan 

2.   Teuku Ne’ Meusara , juga disebut Teuku Na’ aja Muda Seutia, berpengaruh. Kepala  mukim Meura’sa 

3.   Teuku Ne Peureuba Wangsa ( Teuku Nek Purba). Kepala mukim IX dari 25 Mukim. 

 

Tidak dapat terbantahkan bahwa ambisi para tokoh berpengaruh untuk mendapatkan kedudukan lebih tinggi, telah menimbulkan perpecahan di kalangan pemerintah di Aceh. Pada saat itu Belanda sedang menyiapkan Invansinya, perpecahan itu bertahun-tahun seperti api dalam sekam. Dua tokoh yang bertarung sengit masa itu adalah Habib Abdu’r – Rahman dengan pendukung utamanya Panglima Polim dan Panglima Tibang dengan pendukungnya Teuku Kali Malikul Adil di lain pihak.  Setelah Sultan Ibrahim meninggal Panglima Tibang mampu mempengaruhi Sultan yang masih Muda dengan menakut nakuti Sultan bahwa Habib Abdu’r – Rahman  yang pengaruhnya makin besar itu sedang bernafsu untuk menjatuhkan Sultan dan merebut tahta. Kelicikan Panglima Tibang membuat ia mampu memegang Sultan Muda dan adanya kepercayaan 

Pendukung Habib pada masa itu selain Panglima Polem, adalah Teuku Ba’et Imum Lungbata, Teuku Nyak Banta, Panglima III Mukim , Teuku Rajeut Lamkapung , Teuku Imueum Keureukun dan Teuku Tilang. Sebelah Panglima Tibang Selain Teuku Kali Malikul Adil, adalah Panglima Masegit Rajeu, Teuku Nya’ Cut, Imueum Cade, Teuku Ne’ Raja dan Teuku Nata. 

Belanda menjalankan rencana Invasi dengan rapi ke Cah dengan mengepung perairan Aceh antara tanggal 15 Desember 1870 sampai tanggal 16 Januari 1871. Kapal perang Belanda Maas dan Waal, telah menjalankan blockade, sehingga membuat macet semua proses ekspor –impor saudagar- saudagar Aceh. 

 

Siapa sebenarnya penjual Aceh antara mereka berdua? Panglima Tibang atau Habib Abdu’r –Rahman? Fakta keduanya tiada cukup untuk memvonisnya, namun mereka setidaknya dapat dipandang sudah mengabaikan kepentingan tanah Aceh yang sedang berada dalam bahaya (Aceh Sepanjang Abad, Muhammad Said halaman 556).

 

Akankah Aceh terus dalam pertikaian para petinggi yang hanya sekadar mencari sokongan serta pendukung untuk sebuah tahta, harta serta ketenaran? Sehingga meninggalkan kepentingan-kepentingan Aceh yang lebih besar untuk menyelamatkan bangsa Aceh serta mewariskan kemerdekaan pada anak cucu?

 

Semoga keegoisan petingi-petinggi Aceh tiada menjadi warisan yang abadi, hingga Aceh akan terus terhina dan tertindas. Generasi penerus Aceh sudah waktunya tidak mewariskan lagi kegoisan serta kepentingan masing-masing kelompok, sehingga dengan mudah bagi orang-orang yang tak senang pada Aceh menjalankan politik peninggalan Snouck Hurgronje devide et impera yang memiliki arti pecah belah dan jajahlah.  Semoga tulisan singkat dan sederhana ini menjadi inspirasi bagi kita orang Aceh untuk melakukan analisis SWOT agar mengetahui Strengths, Weaknesses, Opportunities Dan Threats . Mengkaji kembali kelemahan-kelemahan yang dimiliki serta kekuatan-kekuatan,  sehingga Aceh memiliki harapan untuk kembali berjaya seperti yang sudah terukir dalam cerita sejarah dunia. 

 

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Tiga Cara Menjaga Silaturrahmi di Bulan Ramadan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com