POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Merayakan Kebangkitan Nasional di Era Artificial Intelligence

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
May 21, 2025
Merayakan Kebangkitan Nasional di Era Artificial Intelligence
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro
Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei selalu menjadi momentum reflektif bagi bangsa Indonesia. Tahun ini, 2025, tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat” menjadi ajakan moral untuk melangkah serempak di tengah gelombang perubahan zaman, khususnya di era Artificial Intelligence (AI) yang kian mendominasi kehidupan global.

Era AI bukan sekadar babak baru teknologi, tetapi sebuah pergeseran paradigma dalam cara manusia berpikir, bekerja, dan hidup. Indonesia tak bisa hanya jadi penonton dalam revolusi ini. Kebangkitan sejati adalah saat kita mampu menaklukkan tantangan dan menjadikannya peluang, sebagaimana para tokoh Boedi Oetomo bangkit melawan keterbelakangan melalui pendidikan dan organisasi.

Jika dulu kebangkitan diwujudkan dalam bentuk perjuangan melawan kolonialisme, kini tantangannya adalah keterbelakangan digital dan ketimpangan akses teknologi. AI telah masuk ke dalam hampir semua lini kehidupan: pendidikan, pertanian, industri kreatif, hingga layanan publik. Namun, belum semua rakyat Indonesia mampu mengaksesnya secara merata dan adil.

Di sinilah makna “Bangkit Bersama” menemukan relevansinya. Kebangkitan tidak boleh elitis. Ia harus merata, membasuh desa dan kota, menyentuh pelajar di pelosok dan profesional di pusat-pusat teknologi. AI harus menjadi alat pemberdayaan, bukan alat pemisah. Pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat sipil harus bersinergi menghapus jurang digital.

Indonesia sejatinya memiliki potensi luar biasa. Generasi muda yang adaptif, populasi digital yang besar, serta kekayaan budaya yang unik dapat menjadi modal besar dalam pengembangan teknologi AI yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan. AI tak harus meniru luar negeri. Kita bisa menciptakan AI yang memahami bahasa daerah, menampung kearifan lokal, dan menghormati pluralitas.

Kebangkitan nasional di era ini bukan hanya tentang menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta teknologi. Bangkit adalah ketika siswa SMK mampu menciptakan robot pertanian. Bangkit adalah saat pesantren membangun sistem AI untuk dakwah dan literasi keagamaan. Bangkit adalah ketika petani menggunakan sensor pintar untuk meningkatkan produktivitas.

📚 Artikel Terkait

IGI Nagan Raya Dilantik, Kadisdik Ajak Orprof Guru Harus Bersinergi

KEPEDULIAN UNTUK MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK

PENDISTRIBUSIAN BUKU CETAK MATA PELAJARAN DAN BAHAN SERAGAM SEKOLAH ERA PANDEMI COVID-19 VERSI SMP NEGERI 1 PONCOWARNO

CORPORATE IDENTITY: UPAYA MEMBANGUN CITRA IDENTITAS DIRI

Momentum Hari Kebangkitan Nasional 2025 menjadi saat yang tepat untuk mempercepat literasi digital dan etika AI. Kecerdasan buatan harus diimbangi dengan kecerdasan hati. Kita perlu memastikan bahwa setiap kemajuan teknologi tetap berada dalam bingkai kemanusiaan dan Pancasila. AI harus menjawab kebutuhan rakyat, bukan sekadar melayani pasar.

Selain itu, dunia pendidikan perlu mengambil peran strategis. Kurikulum yang adaptif terhadap perubahan teknologi, pelatihan keterampilan digital, dan ruang kolaboratif lintas disiplin akan melahirkan SDM unggul. Pendidikan adalah medan awal kebangkitan nasional di abad ke-21.

Pemerintah juga perlu mempercepat pembangunan infrastruktur digital yang merata. Tidak ada kebangkitan jika sinyal masih tersendat di desa. Tidak ada keadilan digital jika hanya kota besar yang menikmati fasilitas. Kekuatan Indonesia lahir dari keterpaduan semua wilayah, dari Aceh hingga Papua, dari pesisir hingga pegunungan.

Semangat “Bangkit Bersama” juga perlu diterjemahkan dalam kebijakan inklusif. Transformasi digital harus membuka akses dan peluang bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya. Kekuatan bangsa terletak pada kemampuan merangkul semua, bukan menyisihkan yang lemah.

Jika kita belajar dari sejarah, maka kita tahu bahwa kebangkitan tak pernah terjadi karena satu individu, tapi karena kekuatan kolektif. Maka, di era AI ini, kolaborasi lintas sektor menjadi ruh utama kebangkitan. Kita butuh peneliti, seniman, birokrat, petani, dan santri yang bersatu dalam semangat membangun Indonesia.

Perjalanan ke depan memang tidak mudah. Dunia berubah terlalu cepat. Tapi dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, kita punya harapan dan keberanian. Bangsa ini telah membuktikan diri mampu bertahan dalam gelombang sejarah, dan kini kita harus membuktikan bahwa kita juga mampu memimpin masa depan.

Bangkit di era AI bukan tentang meninggalkan masa lalu, tetapi memaknainya dengan cara baru. Kita bisa menjahit warisan Boedi Oetomo dengan kecanggihan algoritma, menyambungkan semangat juang Kartini dengan teknologi pembelajaran mesin, dan melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa dalam wajah Indonesia yang cerdas secara digital.

Mari kita rayakan Hari Kebangkitan Nasional 2025 dengan keyakinan: bahwa di tengah derasnya arus teknologi, kita tak akan hanyut, tapi justru melayari ombak perubahan itu dengan bendera Merah Putih berkibar tinggi. Indonesia kuat adalah Indonesia yang mampu bangkit bersama di tengah era AI. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Apa Kabar Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Menuju 100 Hari Kerja?

Apa Kabar Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Menuju 100 Hari Kerja?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00