• Latest
Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini - 2025 05 20 17 19 21 | # Ironi | Potret Online

Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini

Mei 20, 2025
IMG_0576

Cinta Khalil Gibran Tak Pernah Sampai

April 2, 2026
a076f93f-2037-42f6-8b86-024f70014a27

Menyimak Karakter Politik dan Budaya Iran Terkini Dari Dua Kitab Hamid Dabashi

April 2, 2026
14dfe1f8-0e67-421d-bfc6-23af7ff50c91

Self Love, Literasi, dan Pembentukan Karakter untuk Masa Depan Bangsa

April 2, 2026
Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | # Ironi | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Kamis, April 2, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini - 2025 05 20 17 19 21 | # Ironi | Potret Online

Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Mei 20, 2025
in # Ironi, Kesehatan, Kesehatan Mental
Reading Time: 3 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Kemarin ada menterinya Prabowo menangis di ruang sidang. Menangis membela pelaku UMKM. Kali ini, ada menteri mengeluarkan tiga “wahyu” untuk umat di negeri ini. Saya tak tahu apakah wahyu itu ditujukan ke kita, sebagai umat, atau untuk junjungannya. Mari simak tafsir terhadap tiga wahyu sang menteri yang mengguncang negeri ini. Narasi ini lebih asyik bila dibaca sambil ngopi, wak!

Di suatu pagi yang biasa saja, ketika rakyat sedang rebahan sambil mengoles minyak angin karena harga minyak goreng naik lagi, tiba-tiba dari langit ke-7 Kementerian Kesehatan, turunlah wahyu kesehatan baru. Malaikatnya bernama Budi Gunadi Sadikin, sang Menteri Kesehatan yang tidak hanya menjaga urusan rumah sakit dan nyawa, tapi juga ukuran celana, isi dompet, hingga rahim ibu-ibu di daerah terpencil.

Baca Juga

Ilustrasi artikel

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026
ChatGPT Image 27 Mar 2026, 08.43.09

Pelayanan Akses Kesehatan di Nabire Provinsi Papua Tengah Masih Minim

Maret 27, 2026

Sabdanya pun menggema. “Siapa yang ukuran celananya di atas 32-33, maka sesungguhnya dia dalam keadaan darurat… kesehatan!”

Seketika rakyat panik. Celana jeans menjadi barang haram. Pasar Tanah Abang porak poranda, para penjual jeans diburu seperti dukun santet tahun 1998. Ibu-ibu menangis di depan mesin jahit, meratapi nasib suami yang celananya selama ini 36. Mereka tahu, ajal suaminya tinggal menunggu antrean di posyandu.

Sementara itu, para pria ukuran celana 29-30 dielu-elukan, dipuja seperti Dewa Fitness. Mereka dijadikan maskot puskesmas, digandeng oleh bidan desa ke acara senam lansia, sambil membagikan brosur bertuliskan “Ukuran Jeans-mu, Nasibmu.”

Namun sabda ilahiah itu belum selesai. Dalam sebuah forum terhormat, yang mungkin diadakan di antara tumpukan vitamin dan poster imunisasi, Pak Budi kembali membuka kitab kehidupan, menyatakan, “Orang bergaji Rp 15 juta pasti lebih sehat dan pintar dibandingkan yang bergaji Rp 5 juta.”

Dan langit pun runtuh. Para guru honorer, petugas kebersihan, tukang parkir, dan jutaan pekerja kelas menengah bawah langsung merasa otaknya menyusut. Sakit kepala, demam, sesak napas, bukan karena virus, tapi karena merasa miskin dan bodoh secara resmi.

Di sisi lain, para pegawai BUMN dan crazy rich TikTokers langsung mendaftar IQ test. Benar saja, ternyata hasilnya tinggi! Bukan karena otaknya, tapi karena uangnya bisa beli kursus online, suplemen otak, dan sesi konsultasi dengan psikolog Harvard.

Tentu, semua ini demi logika sehat. Karena jika dompet tebal berarti jantung kuat, maka masa depan kesehatan Indonesia hanya perlu solusi satu: subsidi uang jajan.

Di babak ketiga kisah epik ini, Pak Budi melempar satu granat lagi ke tengah diskusi medis nasional, “Dokter umum harus bisa operasi caesar di daerah 3T. Jangan nunggu spesialis!”

Sontak langit di atas RSUD bergetar. Para dokter spesialis OBGYN menjerit dari ruang operasi. Ilmu kedokteran modern yang butuh 10 tahun belajar itu mendadak diringkas jadi satu sesi pelatihan Zoom. Bayangkan, dokter umum, bermodal niat suci dan pisau bedah, menyambut kelahiran bayi sambil buka YouTube tutorial, sinyal ngadat, dan listrik byarpet.

Di sebuah desa di Nusa Tenggara, mungkin nanti akan lahir generasi baru, anak-anak Caesar karya tangan dokter umum penuh semangat dan restu Pak Menteri. Namanya bukan “Baby Born”, tapi “Baby Budi”.

Kini, rakyat hidup dalam kesadaran baru, ukuran jeans adalah alat ukur takdir, gaji adalah parameter IQ, dan melahirkan adalah proyek gotong-royong nasional. Ini bukan sekadar kebijakan, tapi gerakan spiritual. Ini bukan kesehatan, tapi pewahyuan.

Jika kamu bertanya, “Apakah semua ini serius?” Kami jawab, lebih serius dari dietmu yang gagal tiap Senin.

ADVERTISEMENT

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 366x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 306x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 230x dibaca (7 hari)
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
28 Mar 2026 • 193x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Baca Juga

IMG_0576
Artikel

Cinta Khalil Gibran Tak Pernah Sampai

April 2, 2026
a076f93f-2037-42f6-8b86-024f70014a27
# Revolusi Iran

Menyimak Karakter Politik dan Budaya Iran Terkini Dari Dua Kitab Hamid Dabashi

April 2, 2026
14dfe1f8-0e67-421d-bfc6-23af7ff50c91
Artikel

Self Love, Literasi, dan Pembentukan Karakter untuk Masa Depan Bangsa

April 2, 2026
Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | # Ironi | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
Next Post
Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini - IMG 20250521 WA0000 | # Ironi | Potret Online

Papua Yang Luka dan Melahirkan Puisi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com