• Latest
Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini - 2025 05 20 17 19 21 | # Ironi | Potret Online

Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini

Mei 20, 2025

Mengapa Ivan Illich Mengajak Kita Berhenti Memuja Sekolah

April 23, 2026
Ilustrasi kerumunan orang menatap ponsel di bawah panggung politik dengan figur pemimpin yang dikendalikan seperti boneka oleh tangan besar di atasnya, menggambarkan manipulasi, popularitas, dan hilangnya akal sehat dalam demokrasi.

Menuju Bangsa Goblok (MBG)

April 23, 2026
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | # Ironi | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
Jumat, April 24, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Mei 20, 2025
in # Ironi, Kesehatan, Kesehatan Mental
Reading Time: 3 mins read
0
Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini - 2025 05 20 17 19 21 | # Ironi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Kemarin ada menterinya Prabowo menangis di ruang sidang. Menangis membela pelaku UMKM. Kali ini, ada menteri mengeluarkan tiga “wahyu” untuk umat di negeri ini. Saya tak tahu apakah wahyu itu ditujukan ke kita, sebagai umat, atau untuk junjungannya. Mari simak tafsir terhadap tiga wahyu sang menteri yang mengguncang negeri ini. Narasi ini lebih asyik bila dibaca sambil ngopi, wak!

Di suatu pagi yang biasa saja, ketika rakyat sedang rebahan sambil mengoles minyak angin karena harga minyak goreng naik lagi, tiba-tiba dari langit ke-7 Kementerian Kesehatan, turunlah wahyu kesehatan baru. Malaikatnya bernama Budi Gunadi Sadikin, sang Menteri Kesehatan yang tidak hanya menjaga urusan rumah sakit dan nyawa, tapi juga ukuran celana, isi dompet, hingga rahim ibu-ibu di daerah terpencil.

Baca Juga
  • BENGKEL OPINI RAKyat
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Sabdanya pun menggema. “Siapa yang ukuran celananya di atas 32-33, maka sesungguhnya dia dalam keadaan darurat… kesehatan!”

Seketika rakyat panik. Celana jeans menjadi barang haram. Pasar Tanah Abang porak poranda, para penjual jeans diburu seperti dukun santet tahun 1998. Ibu-ibu menangis di depan mesin jahit, meratapi nasib suami yang celananya selama ini 36. Mereka tahu, ajal suaminya tinggal menunggu antrean di posyandu.

Baca Juga
  • Perkembangan Terkini Qatar dan UEA Terkena Imbas Perang
  • BERDIET SAMBIL BERIBADAH

Sementara itu, para pria ukuran celana 29-30 dielu-elukan, dipuja seperti Dewa Fitness. Mereka dijadikan maskot puskesmas, digandeng oleh bidan desa ke acara senam lansia, sambil membagikan brosur bertuliskan “Ukuran Jeans-mu, Nasibmu.”

Namun sabda ilahiah itu belum selesai. Dalam sebuah forum terhormat, yang mungkin diadakan di antara tumpukan vitamin dan poster imunisasi, Pak Budi kembali membuka kitab kehidupan, menyatakan, “Orang bergaji Rp 15 juta pasti lebih sehat dan pintar dibandingkan yang bergaji Rp 5 juta.”

Baca Juga
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Dan langit pun runtuh. Para guru honorer, petugas kebersihan, tukang parkir, dan jutaan pekerja kelas menengah bawah langsung merasa otaknya menyusut. Sakit kepala, demam, sesak napas, bukan karena virus, tapi karena merasa miskin dan bodoh secara resmi.

Di sisi lain, para pegawai BUMN dan crazy rich TikTokers langsung mendaftar IQ test. Benar saja, ternyata hasilnya tinggi! Bukan karena otaknya, tapi karena uangnya bisa beli kursus online, suplemen otak, dan sesi konsultasi dengan psikolog Harvard.

Tentu, semua ini demi logika sehat. Karena jika dompet tebal berarti jantung kuat, maka masa depan kesehatan Indonesia hanya perlu solusi satu: subsidi uang jajan.

Di babak ketiga kisah epik ini, Pak Budi melempar satu granat lagi ke tengah diskusi medis nasional, “Dokter umum harus bisa operasi caesar di daerah 3T. Jangan nunggu spesialis!”

Sontak langit di atas RSUD bergetar. Para dokter spesialis OBGYN menjerit dari ruang operasi. Ilmu kedokteran modern yang butuh 10 tahun belajar itu mendadak diringkas jadi satu sesi pelatihan Zoom. Bayangkan, dokter umum, bermodal niat suci dan pisau bedah, menyambut kelahiran bayi sambil buka YouTube tutorial, sinyal ngadat, dan listrik byarpet.

Di sebuah desa di Nusa Tenggara, mungkin nanti akan lahir generasi baru, anak-anak Caesar karya tangan dokter umum penuh semangat dan restu Pak Menteri. Namanya bukan “Baby Born”, tapi “Baby Budi”.

Kini, rakyat hidup dalam kesadaran baru, ukuran jeans adalah alat ukur takdir, gaji adalah parameter IQ, dan melahirkan adalah proyek gotong-royong nasional. Ini bukan sekadar kebijakan, tapi gerakan spiritual. Ini bukan kesehatan, tapi pewahyuan.

Jika kamu bertanya, “Apakah semua ini serius?” Kami jawab, lebih serius dari dietmu yang gagal tiap Senin.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini - IMG 20250521 WA0000 | # Ironi | Potret Online

Papua Yang Luka dan Melahirkan Puisi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com