• Latest

Mahasiswa Merokok? Berhentilah Sekarang

November 3, 2018
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Mahasiswa Merokok? Berhentilah Sekarang - 1001348646_11zon | Bahaya Rokok | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Mahasiswa Merokok? Berhentilah Sekarang - 1001353319_11zon | Bahaya Rokok | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Mahasiswa Merokok? Berhentilah Sekarang - 1001361361_11zon | Bahaya Rokok | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Mahasiswa Merokok? Berhentilah Sekarang

Redaksi by Redaksi
November 3, 2018
in Bahaya Rokok, FEB UIN Ar-Raniry, Kesehatan, Mahasiswa, POTRET Budaya
Reading Time: 5 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Oleh  Iskandar 
Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Di era  sekarang yang penuh dengan wow ini banyak hal perlu dipertanyakan kepada para mahasiswa, terkait hal merokok. Salah satunya adalah,  “apakah rokok itu adalah suatu kebutuhan (primer) yang harus dipenuhi di setiap harinya oleh seorang mahasiswa?”  Mungkin, bagi mahasiswa yang merokok akan menjawab, ya. Artinya itu kebutuhan primer yang  harus dipenuhi. Alasannya, macam-macam. Misalnya, ketika ingin menghisapnya, serta melampiaskan bayangan betapa nikmatnya, betapa kerennya aku saat menikmatinya, dan betapa refresh- nya otakku saat menghisapnya.
Sementara bagi orang yang tidak merokok  menjawab sebaliknya.  Begitu pula halnya dengan penulis sendiri. Alhamdulillah, penulis sampai saat ini masih terhindar dari yang namanya menghisap atau pun kecanduan rokok dengan kata lain murni tidak merokok. Ini patut disyukuri.
Tentu ada yang melatar belakangi penulis untuk tidak merokok. Penulis juga punya pengalaman dalam menghadapi orang yang merokok. Ya, paling tidak sudah ikut menyadarkan teman untuk tidak membiasakan diri dengan merokok, apalagi masih kuliah.  Ya, mengajak teman  yang masih berstatus mahasiswa berhenti merokok untuk saat ini dan seterusnya. Pernah terlintas dalam benak penulis tentang orang yang merokok, terutama mahasiswa. Mereka sebenarnya termasuk dalam golongan orang yang membohongi diri sendiri. Mengapa demikian?
 Mereka yang berbohong bagi keluarganya. Mereka menyembunyikan identitas diri mereka bahwa uang yang dikirim kedua orang tua mereka tidak digunakan untuk keperluan kuliah, melainkan  digunakan sebagai kebutuhan hidupnya yaitu rokok.   Mereka beranggapan, bahwa merokok dengan sesama orang lain dapat menghasilkan sebuah pengalaman dan teman. Kata mereka bisa mendapat lebih banyak teman. Ya dengan merokok, yang tidak dikenal menjadi kenal. Ya tentunya begitu, basa-basi bagi orang yang minta rokok kepada orang lain yang tidak dikenal, sehingga dapat berkenalan akibat sebatang rokok. Tentu saja penting menjalin silaturahmi, akan tetapi cara dalam menjalin silaturahmi tersebut kurang  baik, kurang bermanfaat karena di dalamnya tidak ditemukan unsur yang menguntungkan kedua belah pihak karena sama-sama merugikan.
Kemudian pada zaman sekarang ini yang  saya amati bahwa pengalaman terbentuk dari suatu pelajaran tentang bagaimana mengubah pola pikir dari yang tidak baik menjadi lebih baik itulah suatu hal yang patut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perkembangan zaman milenial sekarang perlu adanya hubungan sosialisasi yang baik antara individu satu dengan individu lainnya sehingga dapat mengingatkan suatu hal yang bersifat bermanfaat serta tidak bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang orang lain. 
Buktinya, setelah sekian lama mengamati perilaku seorang perokok, ada hal yang tampak tidak enak. Ya, saat tidak bisa membeli rokok, ia akan berusaha mencari rokok, walau harus meminta pada orang lain. Ini sangat memprihatinkan. Hal ini bahkan pernah penulis temukan, bukan pada orang lain, akan tetapi abang sendiri.  Melihat kondisinya begitu  memprihatinkan. Oleh sebab itu pula penulis semakin sadar dan memutuskan untuk tidak merokok.  Pengalaman ini dan juga dari amatan terhadap perokok yang banyak orang miskin, membuat penulis ingin selalu bisa mengajak orang untuk tidak merokok, termasuk keponakan  sendiri yang masih kuliah di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Penulis telah ikut menyadarkan keponakan dengan berusaha memberikan pengertian, sebagai bentuk kepedulian. Namun ini semua terserah pada dirinya. 
Hal yang paling penting lagi adalah ketika seorang mahasiswa itu merokok, biasanya dia tidak akan merokok sendiri, tetapi akan mengajak dan mempengaruhi orang lain, dalam hal ini, teman-teman kuliahnya untuk merokok bersama. Seharusnya, setiap perlakuan baik yang kita ajarkan kepada orang lain,  maka baik juga hal yang akan kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari dan sebaliknya. Jadi, bukan mengajak dan mempengaruhi orang lain untuk ikut pada hal yang tidak baik.  Oleh karena itu mulailah dari sekarang kita ubah pola pikir seseorang dari sejak dini, sehingga dapat memperoleh suatu generasi yang memiliki kekuatan (power) dalam mengembangkan serta meningkatkan kualitas  diri dan kualitas teman serta kerabat lainnya. Hal ini penting, karena selain merusak ekonomi keluarga, merokok itu sangat membahayakan bagi tubuh, merusak kesehatan kita. Cobalah baca peringatan pemerintah akan bahaya rokok yang tertera di setiap bungkus rokok. Ya, merokok itu membunuhmu.
            Sudah saatnya kita sayangi kesehatan kita. Selagi sehat, jangan pernah mengundang penyakit yang dapat membuat kesehatan kita hilang dan digantikan oleh penyakit. Sehingga hilanglah harapan dalam kehidupan. Sementara cita-cita ingin menjadi anggota Polri setelah tamat kuliah, yang terjadi penyakit yang menghalangi kita untuk menuju kesuksesan. Oleh karenanya, bentuklah suatu harapan bahwa kita sanggup hidup tanpa adanya rokok dan sehat tanpa adanya rokok. Hidup tanpa rokok itu lebih baik bagi diri kita dan juga bagi orang lain.
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Mengenal TBM Rumah Baca Panga

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com