Dengarkan Artikel
Catatan Paradoks; Wayan Suyadnya
Dunia ini panggung paradoks. Kita membaca dan menulis, mendengar dan berbicara—dua keping mata uang yang tak terpisahkan.
Saya menulis karena membaca. Saya berbicara karena mendengar. Keduanya adalah bahasa; satu menari lewat aksara, satu mengalun lewat suara.
Sama-sama alat untuk menyampaikan isi hati, pikiran, maksud dan tujuan. Tapi dunia terus berubah, dan bahasa pun terguncang.
Bahasa tulis—yang dulu mungkin hanya milik para pujangga dan cendekia—kini ada di genggaman siapa saja. WhatsApp, email, Instagram, semua menjadikan bahasa tulis alat komunikasi utama.
Undangan tak lagi diucapkan, cukup dikirim lewat gambar digital dengan huruf-huruf yang didesain manis.
Bahkan konfirmasi kehadiran diminta hanya dengan satu klik. Tak perlu bertatap muka, tak perlu menundukkan kepala atau membungkukkan badan.
📚 Artikel Terkait
Datang, terima kasih. Tidak datang, tidak apa-apa.
Di sinilah paradoks itu menggeliat. Sampai di mana bahasa tulis menggusur bahasa lisan?
Di Bali, etika dan sopan santun adalah napas dalam setiap tutur kata. Dalam bahasa lisan, bukan hanya isi yang penting, tapi cara menyampaikannya juga tak kalah pentingnya. “Tityang sadia meriki,” bukan sekadar datang, tapi niat dan hormat yang ditegaskan.
Dalam kabar duka, tidak ada kalimat ajakan, hanya “matur piuning”—memberi tahu, bukan mengundang. Karena dalam lisan, rasa dan relasi dijalin, bukan sekadar informasi yang dipindahkan.
Namun kini, sopan santun semakin kabur di balik layar. Bahasa lisan, yang selama ini mengajarkan adab dan empati, perlahan surut digantikan teks-teks dingin tanpa intonasi.
Siapa yang bertanggung jawab atas pergeseran ini? Kita semua, mungkin. Atau mungkin pula tidak ada yang betul-betul bersalah, hanya zaman yang terus melaju tanpa menunggu.
Paradoks ini tak meminta jawaban, hanya kesadaran. Bahwa dalam setiap kata yang kita tulis dan ucapkan, ada nilai yang harus dijaga. Karena bahasa bukan sekadar alat, tapi cermin dari siapa kita.
Denpasar, 14 Mei 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






