POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kesopanan (dalam) Dunia Tulis

RedaksiOleh Redaksi
May 14, 2025
🔊

Dengarkan Artikel


Catatan Paradoks; Wayan Suyadnya

Dunia ini panggung paradoks. Kita membaca dan menulis, mendengar dan berbicara—dua keping mata uang yang tak terpisahkan.

Saya menulis karena membaca. Saya berbicara karena mendengar. Keduanya adalah bahasa; satu menari lewat aksara, satu mengalun lewat suara.

Sama-sama alat untuk menyampaikan isi hati, pikiran, maksud dan tujuan. Tapi dunia terus berubah, dan bahasa pun terguncang.

Bahasa tulis—yang dulu mungkin hanya milik para pujangga dan cendekia—kini ada di genggaman siapa saja. WhatsApp, email, Instagram, semua menjadikan bahasa tulis alat komunikasi utama.

Undangan tak lagi diucapkan, cukup dikirim lewat gambar digital dengan huruf-huruf yang didesain manis.

Bahkan konfirmasi kehadiran diminta hanya dengan satu klik. Tak perlu bertatap muka, tak perlu menundukkan kepala atau membungkukkan badan.

📚 Artikel Terkait

Pesta Pernikahan Yang Menggalaukan

Ide Untuk Bermimpi

CITA-CITAKU MENJADI PNS (PENGUSAHA NAN SUKSES)

Bulan (2)

Datang, terima kasih. Tidak datang, tidak apa-apa.

Di sinilah paradoks itu menggeliat. Sampai di mana bahasa tulis menggusur bahasa lisan?

Di Bali, etika dan sopan santun adalah napas dalam setiap tutur kata. Dalam bahasa lisan, bukan hanya isi yang penting, tapi cara menyampaikannya juga tak kalah pentingnya. “Tityang sadia meriki,” bukan sekadar datang, tapi niat dan hormat yang ditegaskan.

Dalam kabar duka, tidak ada kalimat ajakan, hanya “matur piuning”—memberi tahu, bukan mengundang. Karena dalam lisan, rasa dan relasi dijalin, bukan sekadar informasi yang dipindahkan.

Namun kini, sopan santun semakin kabur di balik layar. Bahasa lisan, yang selama ini mengajarkan adab dan empati, perlahan surut digantikan teks-teks dingin tanpa intonasi.

Siapa yang bertanggung jawab atas pergeseran ini? Kita semua, mungkin. Atau mungkin pula tidak ada yang betul-betul bersalah, hanya zaman yang terus melaju tanpa menunggu.

Paradoks ini tak meminta jawaban, hanya kesadaran. Bahwa dalam setiap kata yang kita tulis dan ucapkan, ada nilai yang harus dijaga. Karena bahasa bukan sekadar alat, tapi cermin dari siapa kita.

Denpasar, 14 Mei 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 83x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 63x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00