• Latest
17 RANGKAP SAJAK HUJUNG PETANG

Puisi Rosli K. Matari Untuk Zab Bransah dan Mustiar Ar

Mei 13, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puisi Rosli K. Matari Untuk Zab Bransah dan Mustiar Ar

Redaksiby Redaksi
Mei 13, 2025
Reading Time: 3 mins read
17 RANGKAP SAJAK HUJUNG PETANG
607
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Tetapi Satu Bab Lagi,

       - untuk Zab Bransah

Lowell yang meninggalkan
Near the Ocean
mengungkapkan
kehidupan, keindahan

Pada sela-sela baris,
tak lepas-lepas
merenung juga tragis,

Ingatan sedih-sedih
hidup ini tebal, keras, pedih

Demikian, Zab
hidup ini, pada satu bab
mengandungi
matahari
tetapi satu bab lagi,
hujan lebat menanti

Basah
hujung noktah

Ah, hidup ini,
bagai Day By Day, puisi
Lowell yang akhir sekali,
dan dia pun pergi

Hidup ini pergi, bergerak,
bergerak,
bersekali detik, berdetak

Renunglah,
batu berlumut, pecah
abuk, dan debu
tak menunggu

Kita penyair
sesekali menulis
tentang pasir,
lewat titik gerimis

Romantik,
melankolik

Kedua-dua itu berbaur
tidak mudah ditafsir

Tetapi, kita boleh belajar
dari pasir,
dan gerimis untuk makna
lain pula

Hal kecil-kecil, segala halus
dari cebis-rebis
debris,
itu semua untuk puisi,
kitalah merenung erti.

Jauh Hujung

     - lagi, puisi 
         untuk Mustiar Ar

troatar
mungkin menunggumu, mustiar

semua simpang, atau lurus
jauh hujung, sana itu djakarta, terus

tetapi kau, jangan ke sana
sahabatku, mustiar

mimpimu tak mengenal djakarta
bengkok-bengkang jalan persis liar

di sana neon, menunggu
tetapi akan cepat melupakanmu

bahkan, kupu-kupu
bukan untukmu

tak usahlah pergi
barangkali,

kau tak mendengar
getar

bisik, rindu
meulaboh padamu

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
​TEOLOGI LIMBAH

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Pada Secangkir Cinta

Pada Secangkir Cinta

Maret 9, 2026

ombak, angin, rhu
mencintai puisimu

ADVERTISEMENT

camar meninggalkanmu, pergi
tetapi kembali

tak banyak yang indah
dalam hidup ini,

semua lain itu, pecah-pecah
tinggal melankolia, sepi

pasir, berdebu
kerang, serpih-serpih cangkerang

daun luruh, dilupakan waktu
dan sentiasa pergi, bayang

tetapi hidup tidak luluh,
matahari datang pergi

seperti balam subuh
bertemu juga cerah-meroh hari

hidup ini harus seperti api
walau bara, abu, akhir sekali

nanti, kalau ada gerimis
tulis puisi untukku, ya

bisik, atau tangis
pasir dan perahu, meulaboh sana


Rosli K. Matari, sasterawan penyair Malaysia. Beliau merupakan Sasterawan Negeri Kelantan 2020 dan penerima SEA Write Award 2021.
.
Antara kumpulan puisi beliau, Matahari Itu Jauh (Insitut Terjemahan dan Buku Malaysia, 2015), memuatkan 52 buah puisi pada sekitar kunjung kembaranya, pada tahun 2014 di Sumatera, sepanjang lewat kota Medan sehingga ke DanauToba, Pulau Samosir.

Kumpulan puisi terkenal beliau ini dianggap antara pengucapan yang penting dan cukup bermakna pada jambatan sastera Malaysia – Indonesia.

  • Editor.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Tertipu Sehat, Terlena Waktu Senggang

Tertipu Sehat, Terlena Waktu Senggang

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com