POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Pemimpin yang Lupa Menjadi Manusia

Sindi HazirahOleh Sindi Hazirah
May 11, 2025
Tags: ArtikelPolitik
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Sindi Hazirah

Dalam dunia yang semakin penuh intrik politik dan kepentingan, kita menyaksikan fenomena yang menyedihkan: para pemimpin yang dingin, kaku, dan menjauh dari denyut hati rakyatnya. Mereka bekerja untuk manusia, namun sering lupa bagaimana rasanya menjadi manusia. Mereka menguasai ilmu politik, tetapi buta terhadap ilmu yang lebih halus—psikologi manusia.

Ilmu politik mengatur sistem, tetapi psikologi menyentuh nurani. Politik mengajarkan cara memerintah, tetapi psikologi mengajarkan cara memahami. Padahal manusia, sebagai inti dari kepemimpinan, bukanlah angka dalam statistik atau sekadar suara dalam pemilu. Mereka adalah makhluk kompleks—dengan luka, impian, dan kisah yang mendalam.

Pemimpin tanpa empati adalah pemimpin yang kering. Ia membuat keputusan dari atas menara kekuasaan, bukan dari dalam hati yang ikut merasakan. Di sinilah pentingnya pendidikan psikologi bagi pemimpin. Bukan untuk menjadikan mereka psikiater, tetapi agar mereka belajar mendengar dengan hati, memahami tanpa menghakimi, dan menyentuh rakyat tanpa menyakiti.

📚 Artikel Terkait

Dahsyatnya Dampak Berwirausaha itu

Perlina

Moral yang Ikut Terguling

Sejarah Perselisihan Bawaan Israel Sejak Jaman Nabi Yang Terus Berkelanjutan Sampai Sekarang

Selain itu, muncul sebuah gagasan yang berani namun logis: bagaimana jika kepemimpinan justru lebih cocok dipegang oleh anak muda yang belum berkeluarga? Anak-anak muda, yang masih idealis dan belum terikat kepentingan keluarga kecil, cenderung lebih murni dalam niat. Mereka belum memiliki ambisi untuk menumpuk kekayaan demi keturunan atau mempertahankan kekuasaan demi status. Mereka masih takut akan sanksi sosial, masih peduli pada citra dan nilai.

Sebaliknya, sering kali, kedewasaan membawa beban yang menyempitkan pandangan. Banyak orang dewasa yang, demi keluarga kecilnya, rela menutup mata terhadap keadilan, mengorbankan orang lain demi keamanan pribadi, dan akhirnya menjadi rakus. Mereka mulai meyakini bahwa menyelamatkan keluarga mereka adalah satu-satunya kebenaran—tanpa peduli jika itu merugikan banyak orang lain.

Namun tentu saja, usia bukanlah satu-satunya ukuran. Ada anak muda yang bisa lebih haus kuasa dari orang tua, dan ada pula orang dewasa yang tetap jernih, penuh welas asih, dan setia pada kebenaran. Yang membedakan adalah kesadaran, integritas, dan keinginan untuk tetap menjadi manusia—meski berada di tengah pusaran kekuasaan.

Pemimpin sejati adalah mereka yang tidak kehilangan sisi manusianya. Mereka yang tidak hanya pandai mengatur, tetapi juga mampu memahami. Mereka yang melihat rakyat bukan sebagai beban, tetapi sebagai cermin dari dirinya sendiri. Dan di dunia yang mulai kekurangan pemimpin seperti itu, harapan kita ada pada mereka yang masih berani mencintai manusia, sebelum mencintai kekuasaan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share5SendShareScanShare
Tags: ArtikelPolitik
Sindi Hazirah

Sindi Hazirah

Lahir di desa Meugit, Ujung Rimba, Pidie Aceh. Lulusan SMA N 1 Mutiara, Beureunun yang bercita-cita ingin menjadi penulis yang karyanya dikenal dengan nama baik selama berabad-abad. Layaknya William Shakespeare yang terkenal dengan karya Romeo and Juliet, karya fenomenal yang hampir semua orang di dunia tahu tentang karyanya. Benar-benar legenda.

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
BILL GATES VS ELON MUSK: DUA JALAN PERADABAN

BILL GATES VS ELON MUSK: DUA JALAN PERADABAN

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00