• Latest
Waspadai Tontonan Anomali Berbasis AI: Ancaman Nyata bagi Perkembangan Otak Anak

Waspadai Tontonan Anomali Berbasis AI: Ancaman Nyata bagi Perkembangan Otak Anak

Mei 10, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Waspadai Tontonan Anomali Berbasis AI: Ancaman Nyata bagi Perkembangan Otak Anak

Ririe Aikoby Ririe Aiko
Mei 10, 2025
Reading Time: 2 mins read
Waspadai Tontonan Anomali Berbasis AI: Ancaman Nyata bagi Perkembangan Otak Anak
608
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Ririe Aiko

Maraknya tontonan anomali dengan karakter animasi absurd yang diproduksi menggunakan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi ancaman tersembunyi di balik layar gawai anak-anak. Di balik warna-warni yang ceria dan tokoh-tokoh populer seperti Elsa, Peppa Pig, atau Spiderman, tersembunyi konten yang menyimpang, membingungkan, bahkan berbahaya. Konten semacam ini sering kali tampil di platform yang dikenal ramah anak seperti YouTube Kids, padahal banyak dari video tersebut mengandung elemen disturbing dan pesan yang tidak logis.

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Perang Hacker dalam Perang Iran vs Israel-AS

Perang Hacker dalam Perang Iran vs Israel-AS

Maret 25, 2026

Ketika Anak Luput dari Kebijakan

Maret 25, 2026

Dengan teknologi AI, para kreator konten kini mampu memproduksi ratusan video dalam waktu singkat. Suara karakter bisa dipalsukan, animasi bisa digerakkan otomatis, bahkan wajah tokoh kartun bisa dimanipulasi tanpa keterlibatan animator profesional. Sayangnya, teknologi ini kerap digunakan tanpa etika. Judul video dibuat seolah aman, namun isi di dalamnya memuat adegan kekerasan, konflik absurd, suara robotik yang mengganggu, hingga simbol-simbol yang tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak.

Penelitian dari American Academy of Pediatrics (2022) menyebutkan bahwa anak-anak yang menonton konten digital tidak sesuai usia selama lebih dari dua jam per hari mengalami penurunan fungsi eksekutif otak. Ini termasuk kemampuan berkonsentrasi, berpikir logis, serta mengendalikan emosi. Efek ini diperparah pada anak usia di bawah tujuh tahun, ketika otak masih dalam tahap pembentukan dan sangat mudah terpengaruh oleh rangsangan visual dan audio.

Sementara itu, laporan dari Tech Transparency Project (2023) menemukan bahwa lebih dari 60% video bermasalah yang beredar menggunakan teknologi AI untuk memproduksi kontennya. Video-video tersebut bukan hanya lolos dari pengawasan moderasi digital, tapi juga dengan mudah masuk ke algoritma rekomendasi dan muncul di layar anak-anak secara terus-menerus. Ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada jumlah konten, tapi juga pada kecepatan penyebarannya yang melampaui kemampuan deteksi manusia.

Anak-anak yang sering menonton tontonan anomali buatan AI mulai menunjukkan gejala seperti sulit fokus, gelisah, bahkan meniru adegan tak pantas yang mereka lihat. Psikolog anak dr. Diah Anggraini menyatakan bahwa stimulasi visual yang berlebihan dan tidak masuk akal dapat merusak persepsi anak terhadap kenyataan. Ketika karakter kartun yang mereka kenal berubah menjadi tokoh yang kasar, menakutkan, atau bersikap tidak pantas, anak mulai mengalami kebingungan antara dunia fiksi dan dunia nyata.

Tantangan ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada teknologi atau sistem moderasi platform digital. Orang tua perlu kembali menjadi penjaga utama layar yang dilihat anak. Waspadai video yang tampak lucu namun janggal, perhatikan perubahan perilaku anak setelah menonton, dan yang terpenting, hadir secara emosional dalam keseharian mereka. Tontonan bukan sekadar hiburan. Ia adalah pintu masuk informasi yang membentuk cara berpikir, merasakan, dan berperilaku. Di tengah gelombang konten AI yang tak terbendung, kewaspadaan adalah tameng terakhir yang kita punya. Jangan biarkan generasi masa depan tumbuh dalam kebingungan yang diciptakan mesin.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Ijazah Jokowi Melebar, UGM pun Digugat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com